sumpeh saya heran lho... "kejadian" kayak gini sudah berkali kali dibahas. penjelasannya sudah berkali kali pula, misuh misuhnya sudah berkali kali pula. nyalahin sana sini juga udah gak keitung. yang saya heran, kok masih ada aja ya yang mau "ketipu"?
pelaku bisnis warnet ini emang sedang booming semenjak harga broadband dan harga hardware yang kompatibel turun. tapi apa mereka nggak searching dulu pas mau bikin seperti ini dan mikir segalanya bisa 86? saya rasa kejadian gini sudah kayak kasus "mama minta pulsa" atau "dapet sms menang undian" dimana kita sudah harusnya sadar kalo ini nggak bener, baik secara etik maupun secara praktik. jadi kalau ada yang ketipu lebih baik ditertawakan daripada dikasihani. lalu kemudian, nggak pernah jelas lokasinya dimana, nama warnetnya apa dll. seakan malu sudah "ketipu". plus seperti yang dulu dulu, TS-nya juga "pasrah banget" kayaknya komputernya diangkut. padahal tau yang namanya OEM, OL, OV, VL dll. kok dari imilnya nggak ada kesan "perlawanan" eh tau tau tuing... jadi bingung... sumpeh. yang ujung ujungnya muncul satu kata... #pencitraan. maaf buat TSnya kalo menyinggung. On 2/12/11, wadi wijaya <[email protected]> wrote: > Bila memang Anda sudah gunakan yg legal dari Microsoftnya, ya coba hubungi > Microsoftnya utk minta klarifikasi.Dari historisnya, dan alasan yg digunakan > Polisi, dan cara penyelesaian yg ditawarkan oleh Polisi, saya sudah 101% > menyimpulkan, ini cuman akal-akalan Polisi saja. > APa dasar hukum dan kebijakannya bahwa OEM, Open Volume tidak boleh > digunakan ?Yang dirazia adalah produk Microsoft, mana pihak Microsoftnya > sebagai saksi ahli ketika melakukan razia ?Mana bukti tertulis pengenaan > denda bahwa sebesar sekian ? paling lucu dan mau tertawa terguling-guling > ketika saya baca bahwa "denda"nya bayar setiap bulan. Ini denda atau cicilan > handphone ? :D :D :D > Dari awal sekali permasalahan ini terjadi dan bergulir, sudah ketahuan > banget bahwa razia-razia warnet model begini hanya akal-akalan oknum aparat > saja. Kok bisa-bisanya menetapkan bahwa MS Windows gak boleh digunakan oleh > pengunjung dengan alasan gak boleh disewakan ? lho, di negara asalnya > sendiri saja hal demikian sudah umum. Apakah hanya warnet yg "menyewakan" > Windowsnya kepada pengunjung ? Saya sudah bulak-balik ke berbagai Business > Center di berbagai hotel utk keperluan pekerjaan, semuanya gunakan Windows. > Bahkan ada hotel yg sediakan PC di kamar executive floor dan sediakan PC di > executive lounge, semuanya gunakan Windows. Sudah beberapa executive lounge > di airport saya kunjungi, semuanya sediakan terminal PC utk akses internet, > dan menggunakan Windows. > Pernah dengar ada diskusi, pembahasan antara Microsoft dan pihak POLRI, dan > keduanya duduk di satu meja, utk hal software ini ? hmmm..saya sih gak > pernah. > Saya datang kok, ketika Microsoft Indonesia mengadakan seminar mengenai > perihal software ini, hanya beberapa bulan ketika persoalan razia ini > merebak. Persisnya saya lupa, mungkin sekitar tahun 2005-2006. Seminar > diadakan di hotel yg biasa menjadi tempat Microsoft mengadakan acara, > Shangri-La Hotel di dekat Wisma BNI 46. Semenjak launching Windows 98, hotel > ini sudah menjadi langganan mereka, tampaknya. Di sana, pihak Microsoft > menjadi host, yg hadir dan membawakan seminarnya adalah Compliance License > Managernya. Pesertanya adalah pengusaha warnet. Datang pula seorang > pengamat. Yg kurang siapa hayo ? yak, benar : POLRI. Kemana tuh ? > Baca Kompas hari ini. Pertumbuhan ekonomi RI 6% ditopang oleh sektor swasta. > Boro-boro didukung oleh pemerintah, yang ada malah izin dipersulit, dan > pungli merebak di mana-mana. > Bila saya tak salah ingat, dua lembaga terkorup di RI adalah : DPR dan > POLRI. Entah waktu itu siapa yg bikin studinya. > Negeri ini memang lucu. Hukumnya bisa dibeli. > sebagai penutup, saya mohon maaf yag sebesar-besarnya bila ada kesalahan :) > > > --- Pada Rab, 9/2/11, pointerhost <[email protected]> menulis: > > Dari: pointerhost <[email protected]> > Judul: Re: [asosiasi-warnet] Re: Penertiban HaKI: mohon saran dan masukan > Kepada: [email protected] > Cc: [email protected] > Tanggal: Rabu, 9 Februari, 2011, 9:30 PM > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Yth P. Onno dan rekan-rekan milis > > Dalam hal ini yang kami sayangkan adalah > : > 1. mengapa dendanya dipukul rata padahal kami sudah > pake windows+office berlisensi Open Volume Lisensi (paket warnet legos yang > kami > miliki sejak 2009 dan menurut pihak microsoft paket itu sudah termasuk > sertifikat RRA)? > 2. Mengapa sistem dendanya mirip seperti upeti > (setor Rp. 500.000 per bulan)? > > Masih bisakah hal ini diluruskan? > > salam, > Zaenal > > > > ----- Original Message ----- > From: > [email protected] > > To: [email protected] > Cc: [email protected] > ; [email protected] > Sent: Thursday, February 10, 2011 6:25 > AM > Subject: [asosiasi-warnet] Re: Penertiban > HaKI: mohon saran dan masukan > > > > On Wed, 9 Feb 2011, pointerhost wrote: > >> Rekans milis Awari > yth, >> >> Kemaren di kota kami ada penertiban HaKI, yang > menjadi >> sasaran sementara ini> warnet. >> Yang datang ke > warnet tersebut petugas serse berpakaian >> preman dari polres> > setempat. Menggunakan 2 buah mobil dengan personil sekitar 10 >> > orang.> >> Semua software yang ada disemua komputer dicek satu > persatu, >> termasuk> Microsoft Windows + Office. >> Ada sekitar > tiga CPU yang dibawa dan pemilik diminta >> menandatangani berkas> > pemeriksaan. >> Setelah pemilik warnet tersebut ke kantor polisi > setempat >> sesuai waktu yg> dijadwalkan, ternyata ada keputusan yang > agak janggal yakni : >> Bagi yang punya lisensi software (OEM, Open > Volume Lisensi, >> OVL versi> Warnetlegos --Windows+Office--) maupun > yang tidak memiliki >> lisensi sama> sekali alias pake Ms Windows + Ms > Office bajakan kena denda >> yang sama yaitu> Rp. 4 juta (sekali > bayar) dan setoran (atau apalah namanya) >> sebesar Rp.> 500.000 > perbulan per warnet. > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > -- Adi D. Jayanto "Memasyarakatkan MEME, me-MEME-kan masyarakat" http://electrohide.blogspot.com* * ------------------------------------ ======================================== Promo AWARI Program Pengembangan Usaha Warnet - AWARI - Belibu registrasi: [email protected] info lengkap: http://www.awari.or.id/ ================================================= Lindungi anak-anak kita dari kejahatan dan p0rn06raf1 di Internet! Ganti DNS resolver anda dan gunakan DNS resolver Nawala Project sebagai salah satu alternatif metode content filtering : - 180.131.144.144 (primary) - 180.131.145.145 (secondary) DNS filtering Nawala Project sekaligus akan melindungi komputer anda dari phising site, malware site, situs judi dan illegal content berbahaya lainnya. Bantu kami, sebarkan informasi ini kepada orang-orang yang anda sayangi di lingkungan sekitar. Lindungi keluarga anda, laporkan situs p0rn0 di http://http://www.nawala.org/form-pengaduan atau di info(at)nawala.org Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

