Dear All, Menghebohkan sekali berita-berita di Bisnis.com, yaitu "Akhirnya pecah juga.... Asosiasi pengusaha komputer"
Hari ini Rabu, tanggal 14 Desember 2011, Pk 11:00 sampai selesai, bertempat di Ruang Rajawali – Gedung Kementerian Perindustrian - lantai 2, diselenggarakan deklarator AiTI INDONESIA (ASOSIASI INDUSTRI TEKNOLOGI INFORMASI INDONESIA), tentu saja saya turut mengucapkan selamat dan sukses, meskipun sangat disayangkan pada acara tersebut ada sikap diskriminasi oleh pihak pencetusnya, sehingga ada pihak-pihak yang diinformasikannya secara mendadak ataupun diundanganya secara mendadak, bahkan ada pihak-pihak yang secara sengaja tidak diinformasikan ataupun tidak diundang sama sekali. Sehingga semangatnya kurang tulus untuk kebersamaan, belum lagi sebenarnya saat diselenggarakan acara Munaslub Apkomindo di Surabaya tanggal 28 s/d 30 Oktober 2011 yang lalu semua pihak yang hadir dari seluruh Indonesia telah sepakat, bahwa apabila kita tidak mampu memperbaiki Apkomindo, maka akan ada plan B yaitu APKOMNAS (Asosiasi Perusahaan Komputer Nassional), saya lampirkan foto bersama deklarasi APKOMNAS nya dan foto bersama Munaslub Apkomindo di Surabaya. Semoga teman-teman tetap kokoh berjuang untuk memperbaiki Apkomindo dengan plan B adalah Apkomnas, sesuai dengan kesepakatan bersama, meskipun memang berita-berita yang menerpa Apkomindo sangatlah luar biasa buruknya, seperti terlampir dibawah ini, sehingga secara jujur saya sampaikan, saya juga telah turun semangatnya untuk membantu mensukseskan rencana Munas di Solo pada tanggal 13-14 Januari 2012 nanti, karena ternyata Pak Suhanda, Pak Handoyo dan Pak Agustinus tidak menetapi janjinya untuk mau bersama-sama mensukseskan kesepatan kita yaitu mensukseskan Munas Apkomindo dengan plan B nya yaitu Apkomnas. Silahkan rekan-rekan klik ke www.bisnis.com lalu ketik tulisan "apkomindo" di kolom SEARCH, maka rekan-rekan akan membaca berita-berita Apkomindo lainnya, yang seharusnya segera kita perbaiki bersama, hanya dengan kebersamanlah kita bisa memperbaikinya. Catatan: 1. saya kecewa sekali dengan sikap Pak Suhanda, Pak Handoyo dan Pak Agustinus, karena bapak-bapak bertiga hadir dan ada di foto bersamanya, semoga dapat dipahami. 2. saya tidak kecewa dengan para pendiri AiTI INDONESIA (ASOSIASI INDUSTRI TEKNOLOGI INFORMASI INDONESIA), sebab suatu saat jika memang ternyata asosiasi ini lebih baik, maka pada saatnya saya akan turut mendaftar menjadi anggota, tapi yang jelas setelah acara Munas Apkomindo dapat dituntaskan, kecuali memang Munas Apkomindo dibatalkan, maka saya yang akan mencetuskan bahwa tanggal 14 /15 Januari 2012 adalah hari Deklarasi APKOMNAS yang bertempat di Jakarta. Terima kasih. Salam, Mr.Hoky / Soegiharto Santoso. Calon Ketum DPP Apkomindo ============================================== Akhirnya pecah juga.... Asosiasi pengusaha komputer http://www.bisnis.com/articles/akhirnya-pecah-juga-dot-dot-dot-asosiasi-pengusaha-komputer Kemelut di Apkomindo, salah siapa? http://www.bisnis.com/articles/kemelut-di-apkomindo-salah-siapa Apkomindo bentuk tim advokasi asosiasi http://www.bisnis.com/articles/apkomindo-bentuk-tim-advokasi-asosiasi DPP Apkomindo desak percepat Munaslub http://www.bisnis.com/articles/dpp-apkomindo-desak-percepat-munaslub Apkomindo yang tak pernah lepas dari kekisruhan http://www.bisnis.com/articles/apkomindo-yang-tak-pernah-lepas-dari-kekisruhan Bola panas Apkomindo meledak di Indocomtech 2011 http://www.bisnis.com/articles/bola-panas-apkomindo-meledak-di-indocomtech-2011 Akhirnya pecah juga.... Asosiasi pengusaha komputer http://www.bisnis.com/articles/akhirnya-pecah-juga-dot-dot-dot-asosiasi-pengusaha-komputer Oleh Arif Pitoyo Rabu, 14 Desember 2011 | 09:10 WIB JAKARTA: Berpolemik sejak 2007, Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) akhirnya terpecah setelah sejumlah pengurusnya yang tidak puas mendeklarasikan pendirian Asosiasi Industri Teknologi Informatika Indonesia (AiTI). Anggota Presidium AiTI Michael Sunggiardi mengungkapkan asosiasi tersebut didirikan untuk menjadikan bisnis teknologi informasi di Indonesia lebih baik dan mendorong usah anggotanya secara beretika serta mencegah persaingan yang tidak sehat. “Ini merupakan pecahan Apkomindo. Semua pengusaha besar komputer ada di AiTI,” ujar Michael yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Apkomindo itu kepada Bisnis hari ini, Rabu, 14 Desember 2011. Menurut dia, AiTI akan ikut serta memajukan ekonomi nasional melalui penyebaran, perluasan industri, dan pemanfaatan teknologi informasi. Michael menyayangkan Apkomindo yang dipegang caretaker belum melakukan apapun untuk memajukan dunia TI di Tanah Air seiring dengan perpecahan diantara anggota dan caretakernya. Menurut seorang Presidium AiTI lainnya, saat ini Apkomindo yang dikuasai caretaker mandek dan tidak melakukan aksi apa pun untuk memajukan dunia TI di Indonesia kecuali hanya menagih iuran anggota 2012. “Anggota Apkomindo yang di Jakarta sudah tidak sabar dengan sepak terjang Apkomindo di bawah pimpinan caretaker sehingga mereka membentuk AiTI,” tuturnya. Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) terancam makin tenggelam dari hingar bingar teknologi informasi di Indonesia. Perannya sebagai motor penggerak industri peranti keras PC makin tak terdengar seiring dengan konflik berkepanjangan yang melibatkan anggota, pengurus, dan Dewan Pertimbangan Apkomindo (DPA) Pusat. Konflik tersebut diduga dipicu oleh manuver dari DPA Pusat yang secara sepihak membekukan kepengurusan DPP Apkomindo pada 19 September 2011. Bibit-bibit konflik antara pengusaha Apkomindo Jakarta dan daerah mulai terkuak pada saat kepemimpinan Henkyanto Tjokroadhiguno pada 2007, di mana untuk mengamakan aset Apkomindo Jakarta, maka dibentuklah Yayasan Apkomindo Indonesia (YAI). YAI mendapat limpahan aset berupa ruko dan pameran-pameran, di antaranya IndoComtech. Sejak itu lah, DPP Apkomindo tidak memiliki aset sama sekali. Untuk kemudian YAI mengambil alih penyelenggaraan pameran komputer terbesar di Indonesia, Indocomtech sejak 2007 yang dilanjutkan dengan penyelenggaraan pameran serupa di daerah seperti Yogyakarta dan Surabaya. Sebelum 2007, selama 15 tahun penyelenggaraan Indocomtech dilakukan oleh Apkomindo yang memosisikan diri sebagai asosiasi, tetapi sejak 2007 mereka menyebut sebagai Yayasan Apkomindo Indonesia. Persoalan kemudian timbul pada saat YAI juga menggelar pameran komputer seperti Indocomtech di daerah yang otomatis mengambil kue dan lahan dari pengusaha lokal. Konflik yang seperti api dalam sekam ini memuncak pada 19 September 2011 pada saat DPP Apkomindo akan menggelar Munas Oktober. Dewan Pertimbangan Pusat (DPA Pusat) yang juga berisi orang-orang dari YAI pun sampai menyewa kantor pengacara Kailimang & Ponto untuk membekukan DPP Apkomindo beserta semua kegiatannya. Konon, sejumlah anggota Apkomindo, baik di Jakarta maupun di daerah mengeluhkan kemelut tersebut karena dikhawatirkan sangat merugikan anggota Apkomindo, terutama dalam hal kelangsungan program-program kerja dari DPP seperti pameran nasional NIX (National IT Expo) Apkomindo yang terancam hilang karena persiapannya tidak bisa dilakukan seperti tahun-tahun sebelumnya. Apkomindo juga jadi kurang terlibat dalam menentukan regulasi-regulasi pemerintah yang berkaitan dengan teknologi informasi karena ketidakhadiran pengurus Apkomindo yang berkompeten dan lebih banyak diwakili pihak yayasan. Menurut pengurus DPP Apkomindo Agustinus Sutandar, pembekuan ini membuat kegiatan di asosiasi praktis terhenti, dan anggota mempertanyakan alasan pembekuan tersebut. Dalam kepengurusan AiTI, terdapat juga mantan Ketua Umum Apkomindo yang dibekukan Suhanda Wijaya. Menurut dia, deklarasi AiTI lebih kepada kebutuhan akan asosiasi yang lebih mumpuni dan sesuai dengan kebutuhan para pelaku industri TI yang berubah sangat cepat oleh karena itu digunakan nama teknologi informasi, bukan lagi komputer. “Pembentukan AiTI ini tidak ada korelasi sama sekali dengan Apkomindo,” tuturnya. Sekretaris caretaker Apkomindo Rudi Rusdiah menanggapi dingin seputar pembentukan AiTI tersebut karena pada kenyataannya ada beberapa pihak yang tidak puas dan tidak sabar bikin asosiasi tandingan. “Apkomindo sendiri jalan terus business as usual dan tetap jalan di bawah caretaker. Akhirnya yang survival of the fittest dan yang memberi maksimum benefit pada anggota. Dari namanya saja sudah tidak menaungi usaha perdagangan dan toko komputer,” katanya. Sementara itu, Ketua Yayasan Apkomindo Indonesia Hidayat Tjokrodjojo malah menyambut baik pembentuka AiTI tersebut. “Saya kira ini dinamika dan semangat dari perkembangan positif industri ICT. Perusahaan saya sendiri juga mau jadi anggotanya,” ujarnya.(ln)

