Salam,

Sebenarnya rasanya tidak berhak ikut campur urusan ini tetapi apa daya rasanya 
gregetan dan ikut jengkel melihat perkembangan ini apalagi melibatkan 
orang-orang yang semuanya kebetulan teman baik.

Saya tidak menyalahkan dan atau apalagi bermaksud merendahkan apabila para 
pengusaha komputer yang demikian bersemangat untuk berorganisasi ini banyak 
diantaranya yang tidak paham bagaimana caranya mengelola dinamika organisasi 
karena sehari-hari mereka bukan aktivis apalagi politikus melainkan pedagang. 
Barangkali bagaimana tata caranya rapat saja juga tidak paham. Saya sarankan 
sebaiknya APKOMINDO atau APKOMNAS yang mau menyelenggarakan rapat anggota 
apapun istilahnya rakornas kek munaslub kek, sewa saja Event Organizer yang 
memiliki pengalaman menyelenggarakan rapat ormas dan partai kemudian sepakat 
ikuti rundown yang mereka siapkan. Yang paling penting dan mendasar, kedaulatan 
dan kekuasaan tertinggi suatu organisasi semacam asosiasi ini adalah di tangan 
para anggotanya yang sah. Tidak ada yang lebih tinggi dari itu. Tidak DPA. 
Apalagi cuma caretaker. AD/ART sekalipun dapat dianulir seketika atas kehendak 
anggota mayoritas yang telah berkumpul tanpa harus tunduk pada AD/ART itu 
sendiri. Jangan ikuti kata-kata orang yang sok merasa paling mengerti isi 
AD/ART dan bawa-bawa pengacara untuk mengancam kedaulatan anggota. Ketika Ketua 
Sidang sudah memutuskan rapat sah dan kuorum oleh kehadiran anggota resmi, maka 
pada saat itulah kedaulatan penuh ada di ruang sidang tersebut. Apabila rapat 
tersebut menyatakan segala perangkat organanisasi apakah itu DPA, Caretaker 
termasuk  juga AD/ART tidak berlaku lagi maka otomatis semua demisioner. 
Mahkamah Agung sekalipun tidak berhak dan tidak bisa menganulir kekuasaan dan 
kedaulatan anggota tersebut.

Jadi, saya berharap APKOMINDO mampu mengakhiri polemik dan konflik ini segera 
dengan tegas dan elegan. Jangan mau lagi dibodohi oleh teman-teman anda sendiri 
yang merasa bisa "memintari".

Lekaslah konsolidasi dan kembalilah berkarya membangun bangsa kita yang semakin 
terpuruk ini.

On Jan 4, 2012, at 9:12 AM, Mr.Hoky / Soegiharto Santoso wrote:

> Dear All,
> 
> Bersama dengan ini saya kirimkan artikel di web Biskom tentang: "APKOMNAS, 
> Plan B Hasil Kesepakatan Bersama"
> 
> saya kutip bagian dari komentar saya yang ini:
> 1. dalam kesempatan yang baik ini saya menyatakan ketidak sediaan saya untuk 
> mencalonkan diri sebagai Ketua Umum Apkomnas.
> 2. sebaiknya calon Ketua Umum Apkomnas terbuka bagi para pengusaha Jakarta 
> maupun dari daerah, agar tercipta peluang kepemimpinan yang adil dan setara 
> antara pusat dan daerah.
> 
> Untuk selanjutnya dipersilahkan rekan-rekan membaca dan memberikan 
> tanggapannya secara langsung via web Biskom di:
> http://www.biskom.web.id/2012/01/03/apkomnas-plan-b-hasil-kesepakatan-bersama.bwi
> 
> Terima kasih.
> 
> Salam,
> Mr.Hoky / Soegiharto Santoso.
> ===================================================
> 
> APKOMNAS, Plan B Hasil Kesepakatan Bersama
> Ditulis pada 03 January 12 
> 
> 
> Sebuah asosiasi idealnya didirikan secara sukarela oleh anggotanya untuk 
> mencapai tujuan bersama. Dalam wadah tersebut, para anggota dan pengurusnya 
> saling mendukung untuk mengembangkan dan meningkatkan lingkungan usaha yang 
> sama-sama digeluti.
> 
> Hanya saja, tidak jarang, dengan alasan tertentu seperti kurangnya komunikasi 
> antara anggota dan pengurus, sebuah asosiasi menghadapi beberapa kemelut. Hal 
> ini lah yang tengah terjadi di tubuh Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia 
> (APKOMINDO).
> 
> Sejak 2007, Apkomindo seolah makin tenggelam dari hingar bingar teknologi 
> informasi (TI) di Indonesia. Perannya sebagai motor penggerak industri 
> peranti keras PC makin tak terdengar seiring dengan konflik berkepanjangan 
> yang melibatkan anggota, pengurus, dan Dewan Pertimbangan Apkomindo (DPA) 
> Pusat (baca: 
> http://www.bisnis.com/articles/asosiasi-pengusaha-komputer-akhirnya-pecah dan 
> http://www.bisnis.com/articles/apa-kata-mereka-soal-perpecahan-apkomindo).
> 
> Singkatnya, dalam usaha penyelesaian masalah, terselenggaralah Musyawarah 
> Nasional Luar Biasa (Munaslub) pada 28-30 Oktober 2011 di Gedung Kadin, 
> Surabaya, Jawa Timur. Namun demikian, penyelenggaraan Munaslub tersebut tidak 
> berjalan lancar, sehingga terjadilah kesepakatan bersama yang diistilahkan 
> dengan Plan B yaitu akan dideklarasi Asosiasi Perusahaan Komputer Nasional 
> (APKOMNAS) apabila Plan A yaitu penyelenggaraan Musyawarah Nasional (Munas) 
> untuk perubahan AD/ART Apkomindo dan pemilihan Ketua Umum, Sekjen serta 
> Bendahara baru (2011-2014), tidak dapat dilaksanakan dengan baik.
> 
> 
> Nama Apkomnas sendiri dipilih melalui voting pada Sabtu, 29 Oktober 2011 dan 
> yang melakukan voting diantaranya Suhanda Wijaya, Setyo Handoyo, Agustinus 
> Sutandar, Sutiono Gunadi, Faaz Ismail, Hendra Widya, Soegiharto Santoso, Andy 
> Ho, Kris Anggioni, Lim Hansen, Rudy D. Muliadi, Usman Gani, M. Ranu A dan 
> Srianto Handoko (Jakarta) kemudian Selamat Tjia, Ferry (Aceh), Andianto Kok, 
> NS Louis (Medan), Yudistira Law, Hartawan Wijaya (Riau), Wudi Hamdani 
> (Padang), Chandra Lesmana, Cicin Wijaya, Yuli Setiawan (Palembang), Djodjo 
> Herwanta, Taufik (Lampung), Ridwan Dharmasetya, Joesanto, Adrie Taniwidjaja, 
> Lilik Aryono, Ferie Moeljadi (Bandung), Sahala, Gunawan (Bogor), Rachmawaty, 
> Made Robet Arsana  (Depok), Robertus Onggiarto, Dwi Pramono, Lukas Lukmana, 
> Eddy Joko Kiswanto (Semarang), Gideon (Magelang), Simon Purba (Solo), Hadi 
> Santono, Faridl Ahmad, Agus Nazaruddin, Bambang Supriyanto, Willy Sudjono, 
> Paul Kuntadi (Yogya), Chandra Prayogo, Edy Sutanto, Eddy Suwanto, Tecky 
> Tanardi, Tritan Saputra, Kho Bambang Purnomo, Agus Halim, Peter (Surabaya), 
> Cornelis Sutiono, Dedi Susilo, Willy Aprilianto,  Yusni Hermawan, Yulianto 
> Yusuf, Naftaly Baloly  (Malang), Lindryan Sunardy,  Ahmad Djazuli 
> (Pontianak), Sukandar, Saridi Salimin (Banjarmasin), Peter Tjan (Manado),  
> Maxi Toto Kurniawan, Syamsul Qadar (Makassar),  Komang Purnama (Denpasar), 
> serta Yan Sigar dan Djemi Lassa (Kupang).
> 
> 
> Bahkan pada Minggu, 30 Oktober 2011, sebagian pengusaha komputer sempat 
> melakukan sesi foto bersama sebagai bukti kesepakatan untuk melakukan 
> deklarasi Apkomnas sebagai Plan B diantaranya Setyo Handoyo, Agustinus 
> Sutandar, Sutiono Gunadi, Soegiharto Santoso, Andy Ho, Kris Anggioni, Lim 
> Hansen, Rudy D. Muliadi (Jakarta), Selamat Tjia, Ferry (Aceh), Andianto Kok 
> (Medan), Yusditira Law, Hartawan Wijaya (Riau), Sahala (Bogor), Rachmawaty, 
> Made Robet Arsana  (Depok), Dwi Pramono (Semarang), Gideon (Magelang), Simon 
> Purba (Solo), Chandra Prayogo, Tritan Saputra, Kho Bambang Purnomo 
> (Surabaya), Cornelis Sutiono, Dedi Susilo, Willy Aprilianto,  Yusni Hermawan 
> (Malang), Ahmad Djazuli (Pontianak), Maxi Toto Kurniawan, Syamsul Qadar 
> (Makassar) dan Yan Sigar (Kupang).
> 
> Ketua Umum Apkomnas Terbuka Bagi Pengusaha Jakarta Atau Daerah.
> Meskipun Apkomnas telah disepakati bersama dan sangat jelas fakta-faktanya, 
> namun pada kenyataannya ada saja pihak-pihak yang ingin menganulir 
> kesepakatan tersebut.
> 
> 
> Meluruskan kabar miring ini, Saridi Salimin, DPA Apkomindo Kalimantan Selatan 
> menjelaskan kepada BISKOM hari ini (3/1), "Untuk mencapai kesepakatan 
> tersebut telah melalui berbagai tahapan, mulai dari usulan nama-nama 
> Asosiasi, sampai dilakukan voting pemilihan nama Asosiasinya. Bahkan telah 
> terpilih nama Agustinus Sutandar, Andy Ho, Sutiono Gunadi, Soegiharto Santoso 
> dan Willy Sudjono sebagai Presidium Apkomnas. Artinya jelas, Apkomnas 
> terbentuk atas kesepakatan bersama dan bukan atas dasar ide perorangan, 
> sehingga  kita wajib mendukung kesepakatan bersama Plan B ini."
> 
> Lebih lanjut  Saridi memaparkan, untuk mempersiapkan pendirian Apkomnas 
> secara sah, atas inisiatif Soegiharto Santoso, salah satu Presidium Apkomnas, 
> telah disiapkan persyaratan pembuatan akta pendirian asosiasi ini termasuk 
> mendaftarkan ke Depkumham serta pembelian nama domain www.apkomnas.com dan 
> www.apkomnas.org, serta pembuatan 23 milis Apkomnas.
> 
> "Namun sampai saat ini semuanya belum digunakan, karena masih menantikan 
> hasil Munas Apkomindo atau Plan A yang akan segera dilaksanakan pada 12 - 14 
> Januari 2012, di Hotel Kusuma Sahid Prince Surakarta," jelas Saridi.
> 
> Soegiharto yang juga calon Ketua Umum Apkomindo 2011-1014 (baca: 
> http://www.biskom.web.id/2011/08/06/soegiharto-santoso-untuk-apkomindo-bersama-kita-mampu.bwi)
>  menjelaskan, "Apkomnas memang telah saya persiapkan sebagai bentuk amanah 
> Plan B yang dipercayakan kepada saya sebagai salah satu Presidium Apkomnas.  
> Namun, kendati saya menjadi orang di balik persiapan Apkomnas, dalam 
> kesempatan yang baik ini saya menyatakan ketidak sediaan saya untuk 
> mencalonkan diri sebagai Ketua Umum Apkomnas."
> 
> 
> Soegiharto yang akrab disapa Hoky mengusulkan, sebaiknya calon Ketua Umum 
> Apkomnas terbuka bagi para pengusaha Jakarta maupun dari daerah, agar 
> tercipta peluang kepemimpinan yang adil dan setara antara pusat dan daerah.
> 
> "Seperti kita tahu, banyak pengusaha komputer di daerah yang cakap dan 
> berpotensi untuk memimpin asosiasi yang ideal bagi para pengusaha komputer 
> untuk mencapai kemajuan bisnis bersama. Saya juga berharap agar bukan hanya 
> penyelenggaraan pameran yang difokuskan, akan tetapi kita harus mampu untuk 
> meningkatkan peran serta asosiasi sebagai wadah primer penggerak pertumbuhan 
> ekonomi nasional, serta memelihara dan meningkatkan iklim bisnis. Selain itu, 
> asosiasi juga harus mampu menampung, meneruskan dan mewujudkan aspirasi 
> anggota," papar Soegiharto.
> 
> "Saya masih berharap Plan A yang menjadi keputusan Munaslub, dapat 
> terselenggara dengan baik dengan hasil yang bisa mewakili harapan bersama, 
> sehingga tidak perlu repot mendirikan asosiasi baru lagi, kita nantikan 
> hasilnya pada tanggal 14 Januari 2012 mendatang," tutup Soegiharto.
> 
> 
> 
> 1 Komentar telah masuk untuk artikel ini ยป
> 
> January 4th, 2012 
> 8:06 am 
> Sandy Kusuma
> 
> Teman-teman pengurus dan anggota Apkomindo dimana saja berada,
> 
> Email dari Pak Hoky tentang Plan-B (Apkomnas) ini telah menggerakkan saya 
> untuk menulis email ini.
> Saya tidak hadir di Surabaya, tetapi saya bisa merasakan semangat teman-teman 
> yang hadir dan membuat kesepakatan soal Apkomnas.
> Plan-B sebagai kesepakatan bersama ini memang tidak bisa diabaikan begitu 
> saja, mesti ditempatkan bergandengan dengan Plan-A.
> 
> Inilah pandangan dan pendapat saya terhadap kemelut yang terjadi di Apkomindo:
> Perseteruan di Apkomindo sesungguhnya terjadi antara DPA Pusat dan DPP, tidak 
> dengan DPD-DPD atau di antara DPD-DPD.
> Oleh karenanya pesan saya kepada DPD-DPD: "Jangan turut mabuk kalau tak turut 
> minum."
> 
> Upaya untuk meredakan kemelut sebetulnya sudah ditempuh, terlihat saat 
> penyelenggaraan PORA di Bali, banyak anggota DPA Pusat yang hadir dan turut 
> berpartisipasi.
> Kemelut mulai memanas setelah Rakernas Magelang, dan akhirnya berbuntut 
> tindakan pembekuan DPP.
> Sampai hari ini, setelah kisruh memanas sejak bulan Agustus 2011, artinya 
> sudah lima bulan berlalu, saya masih belum mendapat penjelasan resmi dari DPA 
> Pusat maupun dari pihak berwewenang lainnya tentang latar belakang dan alasan 
> pembekuan DPP itu.
> DPP sendiri, menurut penilaian saya, tidak berbuat banyak. Meskipun menolak 
> keputusan DPA Pusat, tetapi tidak nampak perlawanan yang dilakukan DPP, 
> setidaknya secara kelembagaan.
> Nah, kalau DPD-DPD mau berbuat sesuatu demi Apkomindo, apa yang bisa 
> dilakukan oleh DPD-DPD?
> Menuntut DPA Pusat secara hukum?
> Membentuk Kepengurusan baru DPP dan DPA Pusat lalu kedua lembaga ini akan 
> berjalan saling berbenturan dengan care-taker-nya DPA Pusat?
> 
> Setelah menempuh perjalanan panjang, mulai dari Rakernas Magelang, lalu 
> Pertemuan Semarang, lalu Munaslub Surabaya, dan berikutnya Munas Solo, 
> sesungguhnya apa yang ingin dicapai? Dan apa yang sudah dicapai selama ini?
> Apakah di Munas Solo nanti kita mau memilih Ketum baru? Ketum seperti apa 
> yang kita pilih? Apakah kita akan memilih ketum yang ahli hukum untuk melawan 
> DPA Pusat, ataukah kita pilih ketum yang bertipe fighter, pokok-e lawan. 
> Siapa calon-calonnya? Bagaimana tata-cara pemilihannya?
> Apakah di Munas Solo nanti kita akan merubah AD-ART? Jika iya, maka agenda 
> lainnya tidak dapat dilaksanakan karena AD-ART kita mengatakan bahwa 
> perubahan AD-ART dapat dilakukan di munas/munaslub yang khusus diadakan untuk 
> itu, dan draft-nya sudah harus diterima oleh anggota 45 hari sebelumnya.
> Lebih jauh lagi, di Munas Solo nanti kita akan menyusun program kerja? 
> Program kerja yang seperti apa yang akan kita susun?
> 
> Saya berharap kita mampu memutuskan saat munas di Solo nanti:
> 1. Jalankan Plan-A, tetap menggunakan Apkomindo sebagai kendaraan, bertahan 
> mati-matian, siap bertarung di kancah media maupun hukum, kerja keras untuk 
> menaklukkan caretaker bentukan DPA Pusat, dan seterusnya;
> 2. Jalankan Plan-B, bentuk segera Apkomnas sesuai kesepakatan bersama di 
> Surabaya;
> 3. Tinggalkan Apkomindo, "numpang" saja kendaraan yang sudah siap di tempat 
> parkir; Yang ini bukan plan-C dan tidak merupakan kesepakatan Surabaya.
> 
> Sebagai DPD, sekali lagi saya tulis: sebagai DPD (Dewan Pengurus Daerah), 
> mana dari ketiga pilihan itu yang paling tepat untuk ditempuh?
> 
> Yang saya tulis di atas adalah pandangan dan pendapat saya pribadi.
> Apakah saya bisa minta tolong Pak Hoky untuk memasukkannya ke web-nya Biskom?
> 
> Sandy Kusuma
> 
> 
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> 
> 
> 
> ------------------------------------
> 
> ------------------------------------------
> VoIP Merdeka sudah memiliki milis sendiri,
> yaitu: [email protected]
> 
> Untuk subcribe silakan kirim mail kosong ke
> [email protected]
> -------------------------------------------
> Untuk berhenti berlangganan dari milis ini,
> kirim mail kosong ke:
> [email protected]
> -------------------------------------------
> 
> Yahoo! Groups Links
> 
> 
> 


_______
Regards,

M. Salahuddien



------------------------------------

================================================================
Pendaftaran Anggota Awari
- Formulir pendaftaran: http://scd.cc/form-awari
- Isi dan kirimkan ke [email protected]
Group Facebook Awari: https://www.facebook.com/groups/awari/
================================================================

Lindungi anak-anak kita dari kejahatan dan p0rn06raf1 di Internet! Ganti DNS 
resolver anda dan gunakan DNS Nawala sebagai metode content filtering:
- 180.131.144.144 (primary)
- 180.131.145.145 (secondary)
DNS Nawala sekaligus melindungi komputer anda dari phising site, malware site, 
situs judi dan illegal content berbahaya lainnya. Bantu kami, sebarkan 
informasi ini kepada orang-orang yang anda sayangi di lingkungan sekitar.

Lindungi keluarga anda, ikut serta melaporkan situs p0rn0, judi, phising dan 
malware di:
http://http://www.nawala.org/form-pengaduan atau di info(at)nawala.org
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke