HAKIKAT SURURIYAH
Oleh
Syaikh Ibrahim bin Amir Ar-Ruhaily Hafidzohullah
Pertanyaan
Syaikh Ibrahim bin Amir Ar-Ruhaily Hafidzohullah ditanya : Semoga
Allah menjaga Anda. Sering sekali kita mendengar tentang Sururiyah,
harap Anda jelaskan hakikatnya ..! jazakumullahu khairan..
Jawaban.
Sururiyah termasuk istilah yang muncul akhir-akhir ini. Sebagian
ulama telah berbicara tentang mereka, dan tentunya ini dikembalikan
pada orang yang telah banyak meneliti pemikiran-pemikiran mereka
secara rinci. Adapun globalnya, Sururiyah adalah : Mereka yang
menisbatkan dirinya pada Muhammad bin Surur Zainal Abidin, yang di
dalam manhajnya ada penyelewengan dari manhaj Ahlus Sunnah dalam
masalah da'wah dan muamalah terhadap pemerintah, yang diambil dari
manhaj-manhaj lain seperti manhaj Ikhwanul Muslimin juga lainnya.
Dan orang-orang yang menisbatkan diri kepadanya sebagian mereka -
terkadang berpemikiran sesuai dengan pemikirannya pada sebagian
dasar-dasar manhaj mereka dengan sengaja atau tidak. Akan tetapi
tidak benar untuk menisbatkan setiap orang yang menyeleweng dalam
masalah ini kepada Sururiyah, karena barangkali seseorang itu
aqidahnya sesuai dengan aqidah Ahlus Sunnah dan tidak ada
hubungannya sama sekali dengan mereka, tapi dia telah menyimpang
dan penyimpangan itu telah terbetik dalam pikiran mereka
sebagaimana penyimpangan itu terbetik dalam pikiran Sururiyyin,
maka tidak boleh kita memecah belah manusia.
Adapun orang yang menisbatkan dirinya pada Muhammad bin Surrur serta
ridho dengan pemikirannya dan berguru padanya, maka ini lain lagi
urusannya, karena ada sebagian orang yang terkadang sesuai dengan
sebagian pendapat mereka. Maka kita tidak boleh memecah belah,
sebab jika kita golong-golongkan manusia dan menisbatkan mereka,
sangat susah mereka itu untuk kembali kepada al-haq setelah itu,
lain halnya jika kita katakan : Anda mempunyai kesalahan dalam hal
ini, kembalilah pada al-haq..! maka mudah baginya untuk kembali.
Kemudian, pengetahuan tantang jamaah-jamaah yang ada pada zaman
sekarang dan pendalaman pemikiran-pemikiran mereka, mungkin sulit
bagi seorang penuntut ilmu dan tidak wajib bagi dia, tapi wajib
untuk mengetahui keburukan itu secara global, sebagaimana kata
Hudzaifah radhiallaahuanhu : Orang-orang bertanya kepada Rasulullah
shallallahu alaihi wa sallam tentang kebaikan dan saya bertanya
kepadanya tentang keburukan karena takut terjerumus ke dalamnya,
dalam hal ini dengan mengetahui penyimpangan mereka secara global.
Adapun menyibukkan diri dengan perkataan-perkataan mereka, apa yang
dikatakan Fulan, apa yang ditulis Fulan tentang mereka dan apa
bantahannya serta menghabiskan umur dengan hal ini akan memalingkan
kita dari menuntut ilmu, padahal umur itu pendek
Maka kewajiban kita adalah untuk mengetahui pokok-pooko aqidah
Ahlus Sunnah, dasar-dasar ilmu dan mengetahui masalah-masalah syari
yang dengannya kita dapat membedakan ahlul haq dan ahlul batil.
Jika kita telah menguasainya maka tak akan terpengaruh dengan
perkataan Fulan, apakah kita mengetahui perkataaannya atau tidak,
karena kita mempunyai landasan yang kuat. Misalnya, kita telah tahu
aqidah ahlus sunnah dalam masalah takfir (pengkafiran), terkadang
kita tidak butuh untuk mengetahui hukum seseorang karena kita
mempunyai kaidah benar yang dengannya kita dapat menghukumi setelah
itu, jika kita telah tahu manhaj ahlus sunnah dalam masalah hajr
(pengucilan), kita tidak butuh lagi untuk bertanya apakah si Fulan
pantas untuk dihajr (dikucilkan) atau tidak, karena jika telah
mengetahui kaidahnya, kita dapat menerapkannya pada orang lain.
Oleh karena itu, manusia butuh pada ilmu syari dan dasar-dasar
ilmu. Adapun memperdalam tentang keadaan manusia, menukil
perselisihan dan perkataan mereka, mungkin sulit dan melalaikan
kita dari menuntut ilmu. Pendapat manusia dan apa yang ada mereka
ada-adakan berupa bidah dan perselisihan tak akan ada habisnya,
maka kita sibukkan diri dengan ilmu dan tashil, kemudian setelah
itu kita punya kaidah yang benar dalam bermuamalah dengan yang
menyimpang.
[Diterjemahkan dari Nasehat Syaikh Ibrahim bin Amir Ar-Ruhaily
hafidzohullah, dan risalah ini disusun oleh Abu Abdirrahman
Abdullah Zaen dan Abu Bakr Anas Burhanuddin dkk Mahasiswa
Universitas Islam Madinah]
http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=1492&bagian=0
suryadi suryadi <[EMAIL PROTECTED]>
wrote: abu iksan alklateni ([EMAIL PROTECTED])
afwan ana mau bertanya, tentang manhaj salaf:
- apa definisi surury
jzklhu khoiru.
---------------------------------
Brings words and photos together (easily) with
PhotoMail - it's free and works with Yahoo! Mail.
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
--------------------------------------------
Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
--------------------------------------------
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/assunnah/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/