MANFAAT BUAH KURMA MENURUT SUDUT PANDANG MEDIS MODERN

Oleh
Abu Zubair Zaki Rahmawan
http://www.almanhaj.or.id/content/2228/slash/0

Berikut ini akan kami paparkan sebagian dari manfaat dan khasiat kurma 
ditinjau dari sudut pandang medis modern yang sekaligus menguatkan khabar 
Al-Qur’an Al-Karim dan As-Sunnah Ash-Shahihah tentang khasiat dan keutamaan 
kurma.

[1]. Tamr (kurma kering) berfungsi untuk menguatkan sel-sel usus dan dapat 
membantu melancarkan saluran kencing karena mengandung serabut-serabut yang 
bertugas mengontrol laju gerak usus dan menguatkan rahim terutama ketika 
melahirkan.

Penelitian yang terbaru menyatakan bahwa buah ruthab (kurma basah) mempunyai 
pengaruh mengontrol laju gerak rahim dan menambah masa systolenya (kontraksi 
jantung ketika darah dipompa ke pembuluh nadi). Bahkan Allah Subhanahu wa 
Ta’ala memerintahkan Maryam binti Imran untuk memakan buah kurma ketika akan 
melahirkan, dikarenakan buah kurma mengenyangkan juga membuat gerakan 
kontraksi rahim bertambah teratur, sehingga Maryam dengan mudah melahirkan 
anaknya.[1]

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

“Artinya : Dan goyangkanlah pangkal pohon kurma itu kearahmu, niscaya pohon 
itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu, maka makan, minum dan 
bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah, 
‘Sesungguhnya aku telah bernadzar berpuasa untuk Rabb Yang Maha Pemurah, 
maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusia pun pada hari ini” 
[Maryam : 25-26]

Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah membawakan perkataan ‘Amr bin Maimun di 
dalam tafsirnya : “Tidak ada sesuatu yang lebih baik bagi perempuan nifas 
kecuali kurma kering dan kurma basah” [2]

Dokter Muhammad An-Nasimi dalam kitabnya, Ath-Thibb An-Nabawy wal Ilmil 
Hadits (II/293-294) mengatakan, “Hikmah dari ayat yang mulia ini secara 
kedokteran adalah, perempuan hamil yang akan melahirkan itu sangat 
membutuhkan minuman dan makanan yang kaya akan unsur gula, hal ini karena 
banyaknya kontraksi otot-otot rahim ketika akan mengeluarkan bayi, terlebih 
lagi apabila hal itu membutuhkan waktu yang lama. Kandungan gula dan vitamin 
B1 sangat membantu untuk mengontrol laju gerak rahim dan menambah masa 
sistolenya (kontraksi jantung ketika darah dippompa ke pembuluh nadi). Dan 
kedua unsur itu banyak terkandung dalam ruthab (kurma basah). Kandungan gula 
dalam ruthab sangat mudah untuk dicerna dengan cepat oleh tubuh” [3]

Buah kurma matang sangat kaya dengan unsur Kalsium dan besi. Oleh karena 
itu, sangat dianjurkan bagi perempuan yang sedang hamil dan yang akan 
melahirkan, bahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan kepada Maryam 
Al-Adzra (perawan) untuk memakannya ketika sedang nifas (setelah 
melahirkan). Kadar besi dan Kalsium yang dikandung buah kurma matang sangat 
mencukupi dan penting sekali dalam proses pembentukan air susu ibu. Kadar 
zat besi dan Kalsium yang dikandung buah kurma dapat menggantikan tenaga ibu 
yang terkuras saat melahirkan atau menyusui. Zat besi dan Kalsium merpuakan 
dua unsur efektif dan penting bagi pertumbuhan bayi. Alasannya , dua unsur 
ini merupakan unsur yang paling berpengaruh dalam pembentukan darah dan 
tulang sumsum.

[2]. Ruthab (kurma basah) mencegah terjadi pendarahan bagi 
perempuan-perempuan ketika melahirkan dan mempercepat proses pengembalian 
posisi rahim seperti sedia kala sebelum waktu hamil yang berikutnya [4]. Hal 
ini karena dalam kurma segar terkandung hormon yang menyerupai hormon 
oxytocine yang dapat membantu proses kalahiran.

Hormon oxytocine adalah hormon yang salah satu fungsinya membantu ketika 
wanita atau pun hewan betina melahirkan dan menyusui.

[3]. Memudahkan persalinan dan membantu keselamatan sang ibu dan bayinya. 
[5]

[4]. Buah kurma, baik tamr maupun ruthab dapat menenangkan sel-sel saraf 
melalui pengaruhnya terhadap kelenjar gondok. Oleh karena itu, para dokter 
menganjurkan untuk memberikan beberapa buah kurma di pagi hari kepada 
anak-anak dan orang yang lanjut usia, agar kondisi kejiwaannya lebih baik.

[5]. Buah kurma yang direbus dapat memperlancar saluran kencing.

[6]. Buah kurma Ajwah dapat digunakan sebagai alat ruqyah dan mencegah dari 
ganguan jin.

[7]. Kurma sangat dianjurkan sebagai hidangan untuk berbuka puasa. Ada hal 
yang sudah ditetapkan dalam bidang kedokteran bahwa gula dan air merupakan 
zat yang pertama kali dibutuhkan orang berpuasa setelah melalui masa menahan 
makan dan minum. Berkurangnya glukosa (zat gula) pada tubuh dapat 
mengakibatkan penyempitan dada dan gangguan pada tulang-tulang. Dilain 
pihak, berkurangnya air dapat melemahkan dan mengurangi daya tahan tubuh. 
Hal ini berbeda dengan orang berpuasa yang langsung mengisi perutnya dengan 
makanan dan minuman ketika berbuka. Padahal ia membutuhkan tiga jam atau 
lebih agar pencernaannya dapat menyerap zat gula tersebut. Oleh karena itu, 
orang yang menyantap makanan dan minuman ketika berbuka puasa tetap dapat 
merasakan fenomena kelemahan dan gangguan-ganguan jasmani akibat kekurang 
zat gula dan air.

[8]. Buah kurma dapat mencegah stroke

[9]. Buah kurma kaya dengan zat garam mineral yang menetralisasi asam, 
seperti Kalsium dan Potasium. Buah kurma adalah makanan terbaik untuk 
menetralisasi zat asam yang ada pada perut karena meninggalkan sisa yang 
mampu menetralisasi asam setelah dikunyah dan dicerna yang timbul akibat 
mengkonsumsi protein seperti ikan dan telur.

[10]. Buah kurma mengandung vitamin A yang baik dimana ia dapat memelihara 
kelembaban dan kejelian mata, menguatkan penglihatan, pertumbuhan tulang, 
metabolisme lemak, kekebalan terhadap infeksi, kesehatan kulit serta 
menenangkan sel-sel saraf.

[11] Kurma adalah buah, makanan, obat, minuman sekaligus gula-gula. [6]

[Disalin dengan sedikit penyesuaian dari buku Kupas Tuntas Khasiat Kurma 
Berdasarkan Al-Qur’an Al-Karim, As-Sunnah Ash-Shahihah dan Tinjauan Medis 
Modern, Penulis Zaki Rahmawan, Pengantar Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas, 
Penerbit Media Tarbiyah – Bogor, Cetakan Pertama, Dzul Hijjah 1426H]
__________
Foote Note
[1]. Perkataan Dokter Muhammad Kamal Abdul Aziz dalam kitabnya Al-Ath’imah 
Al-Qur’aniyyah. Dicantumkan oleh Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaly dalam Shahih 
Ath-Thibb An-Nabawy fi Dhau’il Ma’arif Ath-Thabiyyah wal Ilmiyyah 
Al-Haditsah (hal. 399), cet. Maktabah Al-Furqaan, th. 1424H
[2]. Tafsiir Ibni Katsir (V/168), Tahqiq : Hani Al-Haj, cet. Al-Maktabah 
At-Tauqifiyah, Mesir.
[3]. Dinukil oleh Syaikh Salim bin Id Al-Hilaly dalam Shahih Ath-Thibb 
An-Nabawy fi Dhau’il Ma’arif Ath-Thabiyyah wal Ilmiyyah Al-Haditsah (hal. 
399), cet. Maktabah Al-Furqaan, th. 1424H
[4]. Catatan kaki yang tedapat dalam Shahih Ath-Thibb An-Nabawy fi Dhau’il 
Ma’arif Ath-Thabiyyah wal Ilmiyyah Al-Haditsah (hal. 399), cet. Maktabah 
Al-Furqaan, th. 1424H
[5]. Catatan kaki yang tedapat dalam Shahih Ath-Thibb An-Nabawy fi Dhau’il 
Ma’arif Ath-Thabiyyah wal Ilmiyyah Al-Haditsah (hal. 399), cet. Maktabah 
Al-Furqaan, th. 1424H
[6]. Ath-Thibb An-Nabawy (hal. 292) oleh Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah, cet. 
Maktabah Nizaar Musthafa Al-Baaz, th. 1418H.


Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : http://www.assunnah.or.id/ragam/aturanmilis.php 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke