Gimana Moms? tanggapannya ttg DSOG laki-laki ?
Emang sih ''enakan'' kalau sama DSOG perempuan ya?
Btw ada yang bisa sharing DSOG perempuan yang ada di Jakarta atau di daerah
Banten (Cilegon-Serang) ?
Thanks
.....................................
Serba Serbi DSOG Laki
Sumber: ibu ibu DI www.dunia-ibu.org
Berbagai cerita dan pengalaman berkonsultasi dengan DSOG Laki:
Aku kebagian DSOG yang masih muda dan ganteng banget, tapi dia cuek saja
sementara aku sudah tegang luar biasa (maklum anak pertama) dengan santainya
dia bilang jangan tegang, santai saja. Namun bersyukur waktu melahirkan aku
kebagian DSOG ceweq (orang Belanda) sementara Co.Ass nya dari Inggris dan
keduanya cantik-cantik (cocok kalau jadi artis), paling tidak aku bisa santai
soalnya sesama kaum . Aku bisa kebagian DSOG perempuan karena sang DSOG-ku
sedang tidak dinas hari itu. Di Belanda, kalau kehamilannya normal alias tidak
bermasalah maka hanya ditangani oleh Bidan sedangkan aku karena bermasalah maka
ditangani langsung oleh DSOG. Tapi ngomong-ngomong kalau dapat DSOG ganteng dan
cantik senang juga.
Nah waktu dijahitnya aku diajak ngobrol sama tuch DSOG sambil aku
memantaukerjaannya dari kaca besar yang kuminta sebelum melahirkan.
Tidak sakittuch, mungkin karena ceweq kalau urusan jahit-menjahit lebih rapih
dan halus kali ya. Jadi bagi yang akan melahirkan lebih baik minta kaca
(biasanya dirumahsakit disediakan kok) supaya bisa ikutan lihat kepala sang
bayi waktu keluar, prosesnya saja IB sekali. Sakitnya hilang lenyap karena
bahagia. Begitu selesai dijahit aku bisa langsung mandi dan keramas setelah itu
baru pindah ke ruang pasien dari ruang bersalin. (Fl)
Aku awalnya, karena canggung diobok-obok laki-laki, mencari DSOG cewek. Untung
dapet yang cocok. Terus sekarang, aku ganti dsog, ke cowok. Mula-mula agak
malu, tapi pasrah. Mana dokternya belum tua amat lagi. Tapi karena orangnya
juga santun, permisi dulu kalau mau 'ngobok', terus tidak fokus sama hal-hal
lain selain monitor usg dan hal-hal yang dia mau kerjakan, ya sudah. Aku juga
tidak canggung lagi. Malah lebih canggung kalau periksa ke dokter umum dan
harus buka baju (mau di-stetoskop misalnya). (Ri)
Papaku kebetulan spog, aku pernah tanya tentang hal ini. Menurut beliau, itu
udah tugas kan, jadi yang ada di kepala saat itu bukan gimana bentuknya dll
dsb. tapi mikirin, kemungkinan2 yang ada, apa yang harus dia cek dsb.
Sebelumnya kita biasanya analisa, ngobrol2 dulu keluhannya apa, para dokter itu
mikirin ke arah situ dan tindakan apa yang harus dilakukan. Jadi tenang saja ,
mereka sudah ratusan kali melihat yang begituan. Malah kalau pasiennya malu
atau tegang, jadi menyulitkan pemeriksaan, semakin tegang, semakin lama dikursi
kerajaan, semakin lama pula "diobok2"nya dan semakin lama pula kita harus
"action" didepan dokternya. (Sk)
Kalau aku malah dari pertama udah canggung banget karena DSOGku itu temen baik
ortuku, manggilnya saja Oom. Waktu pertama kali (sekarang saja masih) kasih
liat bagian "anu" ke dia, mana si Oom dokter ini cuek banget, kalau sambil
periksa dia senengnya siul2, nyanyi2 atau ngajak aku ngobrol yang tidak ada
hubungannya sama obgyn, jadi bener2 aneh rasanya buat aku. Tapi ya karena
dokterku ini memang bagus, jadi aku tetep sama dia. Makanya tiap periksa aku
selalu bawa suamiku atau ibuku at least ngobrolnya jadi sama mereka, bukan sama
aku. (Mm)
DSOGku laki dan sudah berumur. Aku juga sempat kuatir tidak waktu pertama kali
periksa dalam. Tapi alhamdulillah, mungkin karena kehamilanku normal saja jadi
aku diperiksa dalam pas udah perutku besar banget, kira-kira 7-8 bulan. Itu
juga karena aku bilang ada flek. Baru beliau meminta untuk duduk di kursi yang
bisa naik turun itu, Waduh itu betul-betul bikin tegang, tapi aku coba cuek dan
bilang, "Duh, aku kan lagi hamil. Lagian si dokter juga mungkin udah ratusan
kali melihat seperti ini. Jadi ya cuek saja deh." Nah selanjutnya aku biasa
saja, pas melahirkan juga perasaanku pasrah saja, tidak berpikir macam-macam.
Si dokter juga sikapnya biasa saja jadi tidak bikin aku canggung. Tapi malah
pas canggung lagi waktu mau pasang spiral, duduk di kursi itu rasanya gimana
gitu, abis perut sudah tidak gendut lagi. Tapi ya sudahlah, lagian mau ganti
DSOG lagi males. Cukup deh diobok-obok sama satu dokter saja. (Fy)
Waktu cek kehamilan malu, apalagi kalau pas mau di USG rasanya enggan banget
perut kita dilihat orang (aku selama kehamilan tidak pernah
cek dalam alias dilihat dalamnya sama dokter). Pada awalnya aku juga enggan dan
ingin cari dokter yang wanita tapi karena dokter keluargaku itu cowok (semua
kakakku ditangani oleh dia, jadi udah tahu dia itu bagaimana) terpaksa ikutan
juga. Pas ngelahirin, boro boro berasa malu rasanya sudah terserah dech mau
diapain yang penting anakku lahir selamat. Agak enggan juga ketemu lagi setelah
melahirkan tapi daripada ganti / cari dokter baru, biarin nanti anak kedua sama
dia lagi (karena dia sudah pernah lihat jadi enggannya mungkin bisa
dihilangkan). (Sr)
DSOGku laki dan aku cocok banget sama dia dan tidak mau ganti. Orangnya juga
udah sekitar mid-40. Dia juga pegang ibuku (bukan pas ngelahirin aku lho).
Kenal sama papaku dan temennya tanteku yang dokter dan bidan. Jadi udah kayak
sodara sendiri. Herannya kalau pas bagian periksa dalem, aku lebih suka di
periksa dia daripada suster, karena biarpun jarinya lebih besar, caranya lebih
halus dari pada suster. Pertama memang malu, tapi lama-lama, sudah mati rasa
deh. (Ms)
__________________________________________________
Apakah Anda Yahoo!?
Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam
http://id.mail.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]
Subscribe: [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
Info Belanja si Kecil: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/Ayahbunda-Online/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/