Sory mod, ikutan bahas...
   
  Aku setuju banget dgn yang dibilang m'Fera ini... 
   
  Untuk meminimize aspek2 negatif yang dikhawatirkan berpengaruh utk anak2 kita 
bkn dengan cara menutup diri dari kemajuan jaman / tehnologi. Kita gak boleh 
egois dengan menyalahkan HP, surat kabar, internet, televisi sebagai media yang 
ikut merusak mental anak2 kita. Disitulah peran orangtua untuk memberi 
pengertian mengenai hal2 tsb. lagipula spt yang m'Fera bilang, utk apa ya anak 
SD dikasih HP? saya juga gak habis pikir? Klo utk siaran tv sendiri kan skrg 
sdh banyak siaran2 yang dikhususkan utk anak2. 
Aku pribadi sih kurang yakin dgn adanya RUU APP ini bisa lebih memperbaiki 
mental bangsa. Justru aku bingung, bagaimana bangsa ini mau maju klo selalu 
menutup diri dgn tehnologi.. disitulah justru fungsi kita sebagai ortu utk 
memilah2 mana yang boleh diberikan dan mana yang tidak. Mana yang sesuai dengan 
umur mereka & mana yg tidak. Gak perlu rumit, it's simple actually. Tergantung 
dari kita sbg ortu...Itu aja kok..
   
  Sory ya klo kepanjangan...
   
  Cheers,
  - Retha/ Alvaro's Mom -
   
   
  Fera Rambe <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  Maaf ya mod, saya akan membalas sekali ini saja, karena saya gemas dengan
orang yang masih mempertanyakan kenapa ada yang kontra dengan RUU APP.



Pertama, mba' Endah, saya percaya kita sebagai orang tua harus lebih
bertanggung jawab dan harus lebih dekat kepada anak-anak kita. Artikel yang
mba' Endah kirim, psikolog Ibu Elly Risman bilang yang pertama, ternyata si
anak itu dapat dari hp. Nah saya selalu heran, apa perlunya sih anak SD
dibekali hp???????? Apalagi ke sekolah????/ Yang bekali hp siapa? Orang tua
si anak bukan??? Yang kedua, si anak dapat dari situs website porno????
Dimana dia akses komputer tsb? Di sekolah? Berarti sekolah salah tidak
menginstall yang membuat anak2 tidak bisa mengakses situs tsb. Di rumah,
Berarti orang tuanya yang salah lagi, sama kenapa tidak menginstall sesuatu
yg memblok situs tsb, sehingga save untuk digunakan oleh anak-anak? Di luar,
kenapa si orang tua tidak bertanya kemana dia, apa yang dikerjakannya, apa
yang didapatnya. Mengenai VCD, TANGGUNG JAWAB KITA SBG ORANG TUA, untuk
memberikan pengertian kepada anak-anak.



Apa ibu udah baca draft RUU tsb? Karena saya juga kaget, karena kalau RUU
tsb disyahkan seperti sekarang tanpa banyak di revisi, kita akan banyak
kehilangan budaya kita yang kaya, yang harus kita pelihara. Pertanyaan saya:
Bukankah tanggung jawab kita untuk mendidik anak kita? Tanggung jawab kita
untuk memberikan pengetahuan, bukan malah menutupi, sekarang udah zamannya
memberikan pengetahuan tentang seks sama anak kita, bahwa itu bukan sesuatu
yang tabu utk dibicarakan atau dilarang utk dibicarakan. Apalagi artikel tsb
bilang bahwa bocah itu lugu, berarti dia tidak mengerti, kembali... APA
BUKAN SALAH ORANG TUANYA????



Kita harus mengikuti zaman yang makin maju, anak-anak yang makin pintar,
jadi kita harus menambah ilmu pengetahuan juga dan harus sering berdiskusi
dengan anak kita. Saya ibu yang bekerja dan itu bukan alasan untuk bilang
kita terlalu capek sehingga tidak punya waktu untuk anak kita.



Maaf terlalu panjang..



Best regards,



Fera

*yglagigemeskarenamasalahRUUAPP*







  _____  

From: [email protected]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Dwi Endah A.
Panennungi
Sent: Wednesday, March 08, 2006 4:28 PM
To: Maddar
Cc: Salamaa Belanda; ayah bunda; Sos 28
Subject: [Ayahbunda-Online] Pornografi dan Anak-anak Kita



"Dari milis sebelah... Semoga bermanfaat..."
  Wassalam,
Endah, Emaknya Ody
   
   
  Selasa, 07 Maret 2006

Pornografi dan Anak-anak Kita 


  Beberapa tahun lalu, psikolog dan Ketua Yayasan Kita dan Buah Hati, Elly
Risman, melakukan survei langsung di sebuah SD di kawasan Jabotabek. Diantar
beberapa guru, Elly mendatangi ruang kelas lima. 
   
  Suasana tanya jawab berjalan biasa, hingga seorang anak laki-laki berdiri
dan mengacungkan tangan tinggi-tinggi. ''Ya, mau tanya apa, Nak,'' tanya
Elly. Tak dinyana, bocah tanggung itu berkata, ''Bu, kalau saya sudah
menikah, bolehkah saya menggauli istri saya dari depan, belakang, dan
samping?'' Kalimat itu mengalir lancar dari mulut sang bocah. Raut wajahnya
juga tanpa dosa, khas anak-anak. ''Tubuh saya kontan berkeringat dingin.
Lutut gemetar, bingung mau menjawab apa,'' kata Elly, mengenang. 
   
  Keterkejutan akan pengalaman dengan siswa SD tersebut, membuat Elly dan
beberapa rekannya dari yayasan, tergerak menelusuri mata air 'pengetahuan'
anak-anak tersebut. ''Saya ingin tahu, dari mana mereka mendengar semua
itu,'' ujar Elly. Agar bisa menggali sebanyak mungkin dari bocah-bocah
tersebut, Elly dan kawan-kawan merekrut konselor dari kakak-kakak kelas SD
yang akan mereka survei. 
  Hasilnya? ''Anak-anak itu telah banyak tahu apa itu wanita seksi, bugil,
dan bermacam istilah dewasa lain yang membuat kami makin terkejut,'' kata
Elly. Survei itu juga menemukan banyak hal yang menarik. Ternyata, menurut
catatan Elly dan kawan-kawan, dari beragam media yang mengenalkan anak-anak
bau kencur itu dengan pornografi, telepon seluler (hp), ternyata menempati
urutan pertama. Baru setelah itu majalah, novel, cakram padat (CD) porno,
dan situs internet porno. ''Secara tidak sadar, ternyata dengan membekali
anak-anak dengan hp, kita membawa mereka kenal pornografi,'' kata Elly, yang
mengaku melakukan survei tersebut selama bertahun-tahun. 
   
  Yang tidak kalah mencengangkan, anak-anak SD itu ternyata cukup fasih
menyebutkan daftar panjang situs porno kepada kakak-kakak kelas mereka. Dan
menurut Elly, kadang mereka menemukan situs tersebut bukan karena kenakalan.
Mereka sering kali menemukan situs tersebut saat mencari data guna
mengerjakan tugas. ''Misalnya tugas biologi. Anak-anak itu mencari nyamuk.
Eh, yang dapat malah situs nyamuk dotcom, yang nyata-nyata porno. Saat
mencari 'Istana' dalam tugas IPS, yang ketemu istana dotcom porno juga,''
kata Elly. Tokoh Shincan yang digemari anak-anak, ternyata juga digunakan
oleh para pengelola situs porno untuk menamai situs mereka. 
   
  Bertahun-tahun melakukan survei, membuat Elly sampai pada kesimpulan.
Penyebab merebaknya pornografi, terutama disebabkan gampangnya masyarakat
memperoleh video cakram padat (VCD). Hanya dengan Rp 5 ribu, tanpa perlu
sulit mencari, masyarakat sudah bisa mendapatkan satu keping cakram porno.
Murah dan mudah tersebut seringkali membuat para orang tua juga lupa
menjaganya dari tangan anak-anak. Saat mereka lepas dari pengawasan,
anak-anak itulah yantg kemudian menikmati tayangan tidak senonoh tersebut. 
   
  Selain hp dan cakram padat, televisi juga sering disebut menjadi media
penular pornografi. ''Lihat saja tayangan malam hampir semua televisi
kita,'' kata Sutopo, bapak dua putri. Ia lalu mengurai daftar film dewasa
yang ditayangkan saat malam. Judulnya banyak yang menyeramkan. Mulai dari
''Gairah Malam'' hingga ''Binalnya Istri Muda.'' Sutopo menilai, film
seperti itu seharusnya tidak ditayangkan di layar kaca. ''Meski malam, tidak
ada jaminan yang menonton semuanya para bapak atau kakek-kakek yang susah
tidur,'' kata dia. 
   
  Dengan banyak media pengantarnya, tidak heran bila ancaman pornografi
menyergap hingga ke rumah-rumah. Korbannya siapa lagi kalau bukan anak-anak,
generasi penerus bangsa. Hasil survei Elly menunjukkan, sekitar 98 persen
anak-anak Indonesia terbiasa mengakses media-media yang menampilkan
pornografi. Fakta itu diperkuat hasil penelitian Jejak Kaki Internet
Protection. Lembaga ini menemukan, 97 persen anak usia 9-14 tahun ternyata
pernah mengakses situs porno.
   
  Karena itu, Elly merasa heran dengan adanya sekelompok orang yang
menentang Rancangan Undang-Undang Antipornograpi dan Pornoaksi (RUU APP).
''Saya tidak habis pikir, kepentingan apa yang mereka bawa,'' kata Elly,
kepada Republika, kemarin (6/3). Elly menilai, mereka sebenarnya tidak lebih
dari kalangan yang buta akan dahsyatnya pornografi yang mulai menghancurkan
kehidupan kanak-kanak penerus bangsa tersebut. 
   
  Yang parah, menurut psikolog itu. Kerapnya menyerap pornografi bisa
membuat otak anak-anak itu seolah membentuk kompartemen atau lokus porno.
Anak yang diterpa pornografi sejak usia dini, juga akan cenderung
antisosial, tidak setia, senang melakukan kekerasan domestik, serta tidak
sensitif akan perasaan orang lain. Menurut Elly, kondisi Indonesia dalam
soal pornografi, saat ini bukan lagi memprihatinkan.
   
  ''Sudah berada pada fase berbahaya bagi anak-anak,'' kata dia.
Keprihatinan senada juga disuarakan Ketua Komnas Perlindungan Anak (Komnas
PA), Seto Mulyadi. Sebagaimana banyak kalangan, Seto menilai penayangan
program berbau pornografi saat anak-anak dan remaja menonton televisi,
adalah tindakan kekerasan terhadap anak melalui informasi. ''Secepatnya
tayangan porno, baik di TV maupun di media cetak itu dihentikan. Itu sudah
merupakan kekerasan terhadap anak-anak, dengan menjejali mereka informasi
yang tak pantas,'' kata Seto. 
   
  Seto juga mengajukan pendapat yang mengejutkan. Menurut dia, kasus
perkosaan yang dilakukan anak-anak akibat pengaruh pornografi, layaknya
fenomena gunung es. ''Betapa banyak, karena berbagai alasan, tidak muncul
dan diketahui umum,'' kata dia. Seto berharap, RUU APP itu bisa segera
selesai dari penggodokan. ''Anak-anak kita harus dilindungi dari serangan
dan pengaruh pornografi,'' ujarnya. 
(dsy/dam/hri ) 


For indeed, with every hardship there is relief. 
  Indeed, with every hardship there is relief. 
  QS Al Insyirah 
  http://www.deanisaja.blog.com/

            
---------------------------------
Yahoo! Mail
Bring photos to life! New PhotoMail  makes sharing a breeze. 

[Non-text portions of this message have been removed]



Subscribe: [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]

Info Belanja si Kecil: [EMAIL PROTECTED]





SPONSORED LINKS 


Stock
<http://groups.yahoo.com/gads?t=ms&k=Stock+market&w1=Stock+market&w2=Financi
al+news&w3=Natural+soap&w4=Foam+mattress&w5=Air+mattress&w6=Personal+finance
&c=6&s=115&.sig=cYX-SL33bhHSghiFcWekqg>  market 

Financial
<http://groups.yahoo.com/gads?t=ms&k=Financial+news&w1=Stock+market&w2=Finan
cial+news&w3=Natural+soap&w4=Foam+mattress&w5=Air+mattress&w6=Personal+finan
ce&c=6&s=115&.sig=EQ2JLUG-8cGBP6NcbvgkgQ>  news 

Natural
<http://groups.yahoo.com/gads?t=ms&k=Natural+soap&w1=Stock+market&w2=Financi
al+news&w3=Natural+soap&w4=Foam+mattress&w5=Air+mattress&w6=Personal+finance
&c=6&s=115&.sig=9JsV_hFW6Jl5cNXtvaWs5w>  soap 


Foam
<http://groups.yahoo.com/gads?t=ms&k=Foam+mattress&w1=Stock+market&w2=Financ
ial+news&w3=Natural+soap&w4=Foam+mattress&w5=Air+mattress&w6=Personal+financ
e&c=6&s=115&.sig=4wf9H36AcBwHROxKKVeQlw>  mattress 

Air
<http://groups.yahoo.com/gads?t=ms&k=Air+mattress&w1=Stock+market&w2=Financi
al+news&w3=Natural+soap&w4=Foam+mattress&w5=Air+mattress&w6=Personal+finance
&c=6&s=115&.sig=xTVSfcyBw-I_Yf8ypuhsBw>  mattress 

Personal
<http://groups.yahoo.com/gads?t=ms&k=Personal+finance&w1=Stock+market&w2=Fin
ancial+news&w3=Natural+soap&w4=Foam+mattress&w5=Air+mattress&w6=Personal+fin
ance&c=6&s=115&.sig=KrTRVlhe98uo-c8gw6N1HA>  finance 



  _____  

YAHOO! GROUPS LINKS 



*      Visit your group "Ayahbunda-Online
<http://groups.yahoo.com/group/Ayahbunda-Online> " on the web.
  
*      To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<mailto:[EMAIL PROTECTED]> 
  
*      Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo!
<http://docs.yahoo.com/info/terms/>  Terms of Service. 



  _____  



[Non-text portions of this message have been removed]



Subscribe: [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]

Info Belanja si Kecil: [EMAIL PROTECTED]




  SPONSORED LINKS 
        Market news   Stock market   Air mattress     Foam mattress   Natural 
soap   Personal finance 
    
---------------------------------
  YAHOO! GROUPS LINKS 

    
    Visit your group "Ayahbunda-Online" on the web.
    
    To unsubscribe from this group, send an email to:
 [EMAIL PROTECTED]
    
    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 

    
---------------------------------
  



                
---------------------------------
Yahoo! Mail
Bring photos to life! New PhotoMail  makes sharing a breeze. 

[Non-text portions of this message have been removed]



Subscribe: [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]

Info Belanja si Kecil: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Ayahbunda-Online/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke