Salam,
Terima kasih untuk mendengar keluhan seorang ibu dan mengingatkan agar
kejadian ini tidak menimpa siapapun .
Kamis Siang Kemarin,16 Maret 2006 - ketika saya sedang mengajar disekolah,
terjadi 'teror' seisi rumah yang hanya tinggal 2 orang Pembantu dan Ibu usia
70an tahun. Sekitar Pukul 14.30 WIB, Bagian Kolektor Kartu Kredit Bank MANDIRi
menelpon ke rumah dengan KASAR,TIDAK SOPAN, BAHKAN CENDERUNG BERSIKAP'PREMAN'.
Pembantu saya, yang tidak tamat SMP pun sampai menegur dengan sopan (lebih
sopan dari Staf BANK MANDIRI) "Maaf kalau bicara jangan Kasar seperti itu ".
Teguran Pembantu membuat, Staf Bank MANDIRI makin menerocos,kasar dan tidak
beretika. Setiap pertanyaan Staf Bank MANDIRI dijawab dengan sopan oleh
pembantu saya, kemudian dikomentari dengan Sarkasme dan ejekan. Seperti
perrtanyaan,
Staf BANK MANDIRI bertanya : Kapan pulangnya saya?
Dijawab oleh Pembantu Saya : Biasanya Pulang Sore atau Malam.(Memang meskipun
mengajar sekolah, jadi guru, karena pekerjaaan dan perjalanan sekolah yang
hampir 1,5 -2 jam membuat saya pulang sore atau malam )
Staf BANK MANDIRI mengomentari dengan nada ejekan dan kasar : Kok PUlang
Malam2, Memang Kerja Apaan.
Masih banyak suara dan tanggapan kasar yang diterima oleh pembantu saya.
Belum Puas dengan pembantu, Staf MANDIRI memaksa untuk berbicara dengan ibu
saya usia 70 tahun, dengan Nada-Kalimat yang KASAR dan TIDAK SOPAN lagi.
Komentar ibu saya kepada saya , Masak sih Orang Kantoran bicaranya begitu !
Kalo kita orang dapur yang mungkin saja.Padahal Staf Bank MANDIRI bicara dengan
orang tua yang beresiko darah tinggi bahkan jantungan. Tapi Nampaknya STAF BANK
MANDIRI INI memang sudah berjiwa 'PREMAN'
Nampaknya, tidak setahu saya bahwa STAF BANK MANDIRI sudah menghubungi ke
rumah kemudian menghubungi Saya di Sekolah. Tampak Etika melayani nasabah yang
baik, Langsung bicara dengan kasar - bahkan saya tidak diberi kesempatan
menjelaskan. Kemudian MENGANCAM-ANCAM MENGIRIM PIHAK KETIGA!!!!
Pengalaman kemarin masih membekas di hari ini, BANK MANDIRI - sebagai BANK
TERBESAR (bahasa Iklan di media) ternyata menerapkan sitem 'PREMANISME', pada
saat bersamaan saya juga dihubungi BANK NIAGA, BANK NIAGA sangat sopan dan mau
mendengar saya untuk berbicara. Sebaliknya BANK MANDIRI - TIDAK MAU
MENDENGAR,ME"MAKI' DENGAN KASAR, MENGANCAM-ANCAM DENGAN PIHAK KETIGA.
Ketika saya bercerita kepada seorang teman, dia menjelaskan Jangankan
Stafnya, Para Mantan Direkturnya pun bersikap 'Preman' dengan mencairkan kredit
milyaran cuman hitungan jam dan hari.
Sedih rasanya sudah berhubungan dengan BANK MANDIRI, lebih sedih lagi BANK
BUMN yang mengelola uang rakyat dikelola oleh oknum2 bermental 'Preman'. Saya
pun sudah sarankan ke keluarga -bahkan tempat kerja suami saya untuk besok2
tidak berhubungan dengan BANK MANDIRI.Gaji lewat BANK MANDIRI, pindahin ke Bank
Lain yang lebih Sopan dan tidak bergaya preman!
Terima kasih mendengarkan keluhan seorang ibu2.
Hasanah,nasabah Bank MANDIRI 4137180300039xxx
---------------------------------
Relax. Yahoo! Mail virus scanning helps detect nasty viruses!
[Non-text portions of this message have been removed]
Subscribe: [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
Info Belanja si Kecil: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/Ayahbunda-Online/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/