Dear Michellea moms, 
   
  Ini aku ada artikelnya.... moga2 membantu ya...
   
   Cheers,
   Alvaro's mom 
   
   
   
  RAMBUT BAYI DICUKUR ATAU TIDAK?
  Ada yang bilang si bayi mesti sudah berumur 40 hari. Mengapa? 
          Akar rambut terbentuk sejak janin berusia sekitar 8 minggu dan terus 
berkembang hingga lahir. Rambut pertama ini diistilahkan dengan velus. Meski 
tak bisa digeneralisasi, rambut bawaan ini biasanya sangat tipis. Tiap helainya 
pun jauh lebih halus dibanding helai rambut orang dewasa. Sejak minggu-minggu 
pertama kelahirannya hingga 12 minggu kemudian biasanya rambut halus ini akan 
rontok dengan sendirinya. Kendati ada juga yang kerontokannya sangat sedikit, 
seakan-akan tidak berkurang sama sekali. 
  Mencukur rambut bayi saat genap berusia 40 hari memang tidak ada pertimbangan 
medisnya. Jadi, sekadar meneruskan tradisi. Meski begitu, pilihan waktu ini 
agaknya cukup beralasan. Saat bayi berumur 40 hari umumnya kondisi ibu sudah 
pulih seusai melewati proses persalinan yang sangat melelahkan secara fisik dan 
psikis. Bayi pun sudah cukup "kuat" dan siap bertemu banyak orang. Terlebih 
lagi, banyak orangtua yang takut mencukur rambut bayinya sebelum berumur 40 
hari. Alasan mereka, kepala si kecil masih terasa sangat lunak dan terlihat 
amat mungil.
  Memang sih tidak ada keharusan untuk menggunduli kepalanya sampai licin 
plontos. Namun dari segi kesehatan, hal ini ternyata memberi banyak manfaat. 
Berikut beberapa di antaranya:
  * Membersihkan lemak 
  Saat melewati jalan lahir, banyak lemak dan "kotoran" rahim ibu yang menempel 
di sekujur tubuh bayi, termasuk di rambutnya. Dengan mencukur rambut bayi, 
sisa-sisa lemak tersebut diharapkan akan ikut terangkat. Belum lagi kotoran 
yang kerap menempel setelah bayi lahir, seperti gumoh di bantal yang kemudian 
menempel di rambutnya. Dengan dikeramas saja mungkin tidak cukup hingga 
tumpukan lemak dan kotoran tersebut harus dibersihkan dengan cara mencukur 
rambutnya.
  * Biar tak mudah teriritasi 
  Kepala plontos bayi akan memudahkan ibu untuk mengamati kalau-kalau ada 
sesuatu yang tak diharapkan, seperti iritasi, bisul, luka dan sebagainya. Cukur 
rambut bahkan menjadi keharusan bila sudah terjadi infeksi, misalnya ada bisul 
di kepalanya. Untuk mencegah terjadinya infeksi lebih lanjut dan mempermudah 
pengobatan, sebaiknya kepala anak dalam keadaan "bersih" dari rambut alias 
plontos.
  * Bersifat "mendinginkan" 
  Bayi-bayi yang kebetulan tinggal di daerah panas atau suhu udara rata-ratanya 
tinggi pasti akan merasa lebih nyaman dengan kepala plontosnya. Hembusan angin 
yang langsung mengenai pori-porinya mampu mengurangi kegerahan. 
  AKAN TUMBUH LAGI 
  Banyak orangtua yang merasa sayang mencukur rambut bayinya. Apalagi kalau 
rambut tersebut terlihat lebat dan hitam legam. Padahal tidak seharusnya 
orangtua khawatir. Toh, meski dicukur habis, 
  rambut tersebut akan tumbuh lagi. Sedangkan mengenai lebat atau tidaknya 
rambut saat tumbuh kembali jelas terkait erat dengan faktor genetik. Orangtua 
yang berambut lebat tentu saja lebih berpeluang memiliki bayi yang juga 
memiliki rambut lebat dibanding orangtua yang rambutnya tipis. Demikian halnya 
dengan rambut lurus, berombak, keriting, pirang, dan sebagainya. 
  Mitos yang mengatakan setelah dicukur rambut akan tumbuh lebih lebat pun 
tidak ada pembenarannya secara ilmiah. Banyak faktor yang memengaruhi lebat 
tidaknya rambut. Selain faktor genetik tadi, juga faktor gizi, lingkungan, 
hormonal dan sebagainya. Banyak kok, anak-anak yang sewaktu kecil rambutnya 
tipis, tapi karena rajin dirawat, setelah dewasa rambutnya terlihat begitu 
tebal dan berkilau. Intinya, mencukur rambut bayi tidak ada ruginya meskipun 
tidak diharuskan secara medis. 
  CARA MEMOTONG RAMBUT 
  Kalau memotong rambut ini adalah pengalaman pertama, maklumi bila muncul rasa 
takut dan ragu. Untuk mengatasinya, Anda bisa minta bantuan pada orang-orang 
yang sudah lebih berpengalaman. Namun kalau ingin mencobanya sendiri, tak ada 
salahnya. Toh, akan selalu ada saat pertama bukan? Kuncinya adalah percaya diri 
disertai langkah-langkah berikut: 
  * Sebelum dipotong rambutnya, ada baiknya bayi sudah dikeramasi terlebih 
dahulu. Dengan kondisi kepala yang bersih, diharapkan kalau sampai ada luka 
tidak menyebabkan infeksi. 
  * Pangku bayi dan sebaiknya bayi dalam keadaan tidur saat dipotong rambutnya. 
Ini untuk meminimalkan gerakan-gerakan aktifnya. Kalau tidak, hasil cukuran 
sulit menjadi rapi dan bukan tak mungkin gunting yang digunakan akan 
melukainya. 
  * Gunakan 1 tangan untuk memegang gunting, sementara 1 tangan lagi untuk 
menjumput rambut. Kalau masih juga takut, lakukan oleh 2 orang. Yang seorang 
memangku bayi dan yang seorang lagi menggunting rambutnya. 
  * Basahi rambut bayi secukupnya dengan menggunakan kain kasa/kapas (tidak 
perlu sampai basah kuyup). Tujuannya supaya rambut menjadi lemas dan mudah 
digunting.
  * Potong rambut sependek mungkin dengan menggunakan gunting yang ujungnya 
tumpul. 
  * Untuk membersihkan sisanya, gunakan alat cukur rambut yang masih baru. 
Regangkan lipatan kulit kepala dengan jari telunjuk dan jari tengah, baru 
kemudian mencukurnya. 
  * Cukur secara pelahan. Gunakan feeling untuk memastikan cukuran tersebut 
tidak akan melukai kepalanya. 
  SEANDAINYA SAMPAI TERLUKA 
  Walau sudah diusahakan sehati-hati mungkin, bisa saja ada goresan kecil di 
kepalanya akibat terkena pencukur rambut. Kalau lukanya hanya tipis, segera 
beri obat antiseptik dengan menggunakan cotton bud. Namun jika sampai berdarah 
atau orangtua ragu akan kondisi luka yang tipis sekalipun, lebih baik jika 
segera membawa si kecil ke dokter. Sebenarnya, kasus luka sampai berdarah 
sangat jarang bahkan hampir tidak pernah terjadi. 
  TETAP BERSIHKAN TIAP HARI
  Setelah kepalanya plontos, biasanya akan terlihat "noda" yang membentuk 
"pulau-pulau" kecil di kulit kepalanya. Munculnya lemak atau "sarap" yang dalam 
bahasa medis diistilahkan dengan raddle cap atau dermatitis seboroik ini adalah 
akibat meningkatnya aktivitas kelenjar sebasea disamping pengaruh hormon 
androgen ibu saat hamil. Bila dibiarkan saja, tumpukan lemak ini akan 
menghambat sirkulasi keringat yang mengakibatkan munculnya gangguan kulit 
berupa biang keringat, bisul, abses dan sejenisnya. Bahkan dalam jangka 
panjang, bukan tidak mungkin kepala bayi akan menjadi "ladang" yang subur bagi 
berkembangnya aneka jenis bakteri. Dengan demikian, meski telah dicukur gundul, 
orangtua tetap harus rajin menjaga kebersihan kepala bayi.
  CARA MEMBERSIHKAN KEPALA BAYI 
  * Jika kulit kepala bayi mengalami dermatitis seboroik, sebaiknya bawa bayi 
ke dokter untuk mendapatkan obat antiseboroik. Gunakan obat ini dengan cara 
mencampurkannya bersama minyak kelapa (bukan minyak goreng). Oleskan secara 
merata di seluruh kepalanya dan biarkan semalaman. 
  * Pagi harinya dengan menggunakan sisir rapat kikis lemak tersebut secara 
perlahan agar jangan sampai melukai kulit kepalanya. 
  * Supaya tetap terjaga kebersihannya, keramasi kepala si kecil dengan sampo 
bayi secara teratur. Gosok perlahan dengan gerakan lembut ke seluruh kulit 
kepalanya lalu bilas sampai bersih. 
  LAIN RAMBUT, LAIN LAGI LANUGO 
  Selain rambut yang tumbuh di kepala, ada juga rambut yang tumbuh di sekujur 
tubuh bayi. Dalam bahasa medis rambut-rambut halus ini diistilahkan dengan 
lanugo. Lanugo tumbuh di sekujur tubuh bayi kecuali bibir, telapak tangan dan 
kaki, serta jari-jari, kuku, dan daerah sekitar kelamin. Rambut halus ini mulai 
tumbuh sejak janin berusia 5 bulan dalam kandungan. 
  Umumnya rambut halus ini akan rontok dengan sendirinya saat janin berusia 7-8 
minggu dalam kandungan. Tak heran kalau bayi-bayi yang terlahir prematur 
biasanya masih "membawa" lanugo dalam jumlah banyak pada waktu dilahirkan. 
Meski tentu saja keadaan ini tidak berlaku umum bagi semua bayi prematur. 
  Bayi yang lahir cukup bulan pun mungkin saja tubuhnya masih "diselimuti" 
lanugo saat dilahirkan. Umumnya rambut halus ini akan rontok sendiri setelah 
seminggu dilahirkan. Beberapa ada yang baru rontok setelah berusia 5 minggu.
   
  Narasumber: 
  dr. Susmeiati H. Sabardi, Sp. KK.,
  dari RS Jakarta


Vivi Zelvi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:  Bu, 
   
  Bagas (11,5 bln ) sampai saat ini blm pernah di gundul paling dipotong pendek 
( 1cm ) biar rapi soalnya rambut Bagas berdiri dan tdk kelihatan sawan 
bantalnya. 
  Mertua & keluarga jg menyarankan utk di gundul agar rambutnya banyak, tapi 
tdk kita lakukan dan dari segi kesehatanpun gak masalah agar kita rajin 
membersihkan kepalanya misal untuk kerak topi saya dulu membersihkannya pakai 
minyak kelapa atau baby oli kemudian digosok lembut dg kapas, dan juga harus 
rajin dikeramas.
   
  Maaf jika kurang membantu
   
   
  rgrds,
  Bunda Bagas

dodi rukminto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  logika nya sih buat sy gini, rambut pertama bayi khan
dibawa dari masih dikandungan... pas dikeluarkan,
mestinya bercampur dng darah, ketuban, or whatever...
mestinya biar bersih sih ya rambut pertama nya
dicukur...

selain itu kalo' buat saya memang dianjurkan agama

thx.

dodi
babe nya virgie 16 bln



--- Velvel <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> 
> 
> 
>  
>  dear moms...
>  
>  salam kenal semuanya.... bayi sy umur 5,5 bln
> sampai
>  saat ini rambutnya blm prnh digundul. mertua selalu
>  mendesak spy segera digundul, pamali ktnya. dr
> sudut
>  pandang kesehatan apa ada efek buruk kl rambut bayi
>  tdk prnh digundul? krn hny mitos yg tdk msk logika
>  yg selalu sy dengar. mohon pendptnya ya moms...
> thanks
>  a lot;-)
>  
>  michellea's mom
> 
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam
> protection around 
> http://mail.yahoo.com 
> 
> 
> 
> 


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


Subscribe: [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]

Info Belanja si Kecil: [EMAIL PROTECTED]




  SPONSORED LINKS 
        Natural soap   Personal finance   Foam mattress     Market news   Stock 
market   Air mattress 
    
---------------------------------
  YAHOO! GROUPS LINKS 

    
    Visit your group "Ayahbunda-Online" on the web.
    
    To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
    
    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 

    
---------------------------------
  



            
---------------------------------
Yahoo! Mail
Bring photos to life! New PhotoMail  makes sharing a breeze. 

[Non-text portions of this message have been removed]



Subscribe: [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]

Info Belanja si Kecil: [EMAIL PROTECTED]




  SPONSORED LINKS 
        Personal finance   Air mattress   Market news     Foam mattress   
Natural soap   Financial news 
    
---------------------------------
  YAHOO! GROUPS LINKS 

    
    Visit your group "Ayahbunda-Online" on the web.
    
    To unsubscribe from this group, send an email to:
 [EMAIL PROTECTED]
    
    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 

    
---------------------------------
  



                
---------------------------------
Brings words and photos together (easily) with
 PhotoMail  - it's free and works with Yahoo! Mail.

[Non-text portions of this message have been removed]



Subscribe: [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]

Info Belanja si Kecil: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Ayahbunda-Online/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke