Wah, aku jg punya  pengalaman sama dengan anak Mba. Kalo aku flash back, 
satu2nya yang aku bisa  ingat dari ortu aku adalah „bertengkar“, even dari 
sejak aku kecil bgt, uda ga  ingat persis. Papa Mama aku kalau berantem 
bawaannya masuk ke kamar anak2,  teriak2,  supaya disaksikan. Tidak jarang  
pula, kl mereka berantem tengah malam or subuh2, banting pintu atau barang,  
pukul meja, dan...anak2 sengaja diteriakin mama suruh bangun dengerin. Kadang  
mereka nunggu kita pulang makan malam, untuk berantem di meja makan. Mungkin  
maksudnya ..entahlah, apa supaya kita mengerti siapa yg salah siapa yg benar.  
Mama akan memusuhi kami bila ada yg berani bertegur sapa dgn papa sehabis  
mereka berantem. Tapi...IMPLIKASI nya dalam puluhan tahun ini:
       
      Anak2 cenderung  menjadi pasif, tidak tahu caranya menyelesaikan konflik 
dgn baik (aku sendiri  kl ada yg tida disetujui dgn cowo aku, lebih memilih 
diam ngambek dan nangis,  susah menjelaskan, karena trauma ribut), tidak tau 
menunjukkan kasih (sampai  aku mengenal keluarga cowo aku, aku pikir kondisi 
keluarga aku normal), tidak  peduli satu sama lain (berbeda sekali dgn keluarga 
cowo aku yg harmonis dan  saling care each other).
       
      Karena cenderung  terjepit di antara permusuhan kedua ortu, adik saya 
sendiri cenderung  menghabiskan waktu banyak di luar rumah. Akibatnya rumah 
bukan lagi seperti  stasiun perbekalan kasih buat penghuninya, tapi rasanya 
cape sekali kl di  rumah, gersang, tanpa kasih. Lama2 kami muak dan 
mengasingkan diri jauh2 dr  rumah.
       
      Sebab itu, saya  akan berusaha sebisa mungkin menghindari berantem depan 
anak2. Jangan membuat  posisi mereka serba sulit dan tertekan karena harus 
memilih satu di antara 2  ortu. Tapi saya sendiri blm tau, apakah bijak bila 
seorang ibu curhat masalah  kejelekan ayah di depan anak ? Saya pernah 
menasehati ibu mengenai hal ini tapi  malah didamprat balik, katanya „bila ke 
anak perempuan sendiri pun tidak bisa  curhat, ibu bisa gila“ atau „Bila ibu 
tidak cerita, darimana kamu bisa tahu  betapa jeleknya seorang lelaki. Ini 
pelajaran yg tidak bisa kamu beli dengan  uang“. Jadi kami selama ini menjadi 
bantalan emosi negatif kedua ortu. Saya  sebentar lg akan menikah, tp sy jg 
bingung apakah tepat bagi seorang ibu untuk  curhat ke anak ? Atau harus 
dipendam sendiri ?
  
  
  Mgkn menurutku, anak2 dari ortu yg bercerai tapi, bertumbuh dengan  salah 
satu dari ortu yg lbh bijak dan bertanggungjawab (single parent),  pada 
akhirnya lbh sehat jiwanya daripada besar dalam keluarga yang  selalu penuh 
keributan.
  
    
  Rgds
  Kelly

Catharina <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                            
Mbak, saya ga tau dengan yang lain yach.. tapi kalo saya sendiri 
  sampai sekarang (27 tahun)
  masih ingat ortu saya pernah bertengkar waktu saya berusia 3 tahun.
  Ingat bagaimana mereka menutup pintu kamar dan ribut dengan suara 
  mencapai keluar kamar dan saya menangis di depan pintu kamar 
  tersebut.
  
  Saya sampai sekarang kalau ada masalah dg suami berusaha sebisa 
  mungkin tetap berbicara dengan kepala dingin jadi jgn sampai 
  terlihat ribut di depan Frans (15 bulan)
  Untungnya suami juga mendukung keinginan saya tersebut.
  Pernah kamu bertengkar (tidak dengan suara ribut atau perang mulut) 
  namun membuat saya menangis.  Frans melihat saya menangis dan 
  wajahnya jadi ikut bersedih.
  Akhirnya kita berdua (saya & suami) sama2 menhibur frans sambil 
  bilang mama sudah nggak sedih.
  Frans jangan sedih ya, dan papanya pun ikut bilang papa sayang mama 
  di depan frans.  Jadi perasaan frans tidak terganggu.
  Demikian sharingnya, semoga membantu yah mbak.
  Dan kalo boleh kasih saran, cegah sedapat mungkin jgn sampe perang 
  mulut di depan anak.  Karena saya benar2 masih ingat betapa sedih 
  perasaan saya melihat ortu saya bertengkar/perang mulut.
  
  Salam,
  Catharina (mamam Frans)
  
  
      
                                    

 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
You can search right from your browser? It's easy and it's free.  See how.
http://us.click.yahoo.com/_7bhrC/NGxNAA/yQLSAA/wDNolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Subscribe: [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]

Info Belanja si Kecil: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Ayahbunda-Online/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke