Dear Papa salsa, Berikut adalah postingan aku tentang Topik serupa saat Nailah ku (sekarang 2th 10bln) belum bisa bicara. btw, ini adalah topik pertama yang dibahas di Beingmoms :) hope it help -henny- umminya nailah
Novriany Henny [EMAIL PROTECTED]<?xml:namespace prefix = o ns = "urn:schemas-microsoft-com:office:office" /> Oke.... Aku yang pertama deh.... AKu merasa ada sedikit kekhawatiran tentang Nailah-ku (21 bulan) Nailah masih belum bisa berbicara dengan lancar, saat ini dia baru bisa bilang ummi, abbi, ami (minum), itan (ikan), atit (sakit) abis.. dan beberapa kata-kata pendek lainnya, tapi dia belum bisa berbicara dengan 2 kata sekaligus. sebenernya dari umur 8-9 bulanan Nailah udah bawel sekali, sampai sekarang juga masih bawel, tapi dia masih lebih sering pake bahasa "dewa" nya dia. Sering kali dia seperti mau ngajak ngobrol, tp bahasa yang dia pakai tetap bahasa dewanya. mengenai stimulasi, kita udah sering ajak Nailah bicara tanpa ngikutin bahasa dia, dan sering diajak ngobrol. juga stimulasi lainnya yang saya ketahui dari beberapa sumber. kalau kita bicara dan nyuruh apa... dia bisa ngerti. kira-kira ada apa ya Moms...? aku jadi mulai khawatir nih... sorry kalo topiknya kurang asyik, tapi untuk saat ini, ini adalah topik hangat untuk aku dan keluarga. thanks sebelumnya :) Jurike Armanto-Jenie [EMAIL PROTECTED] Halo mba Henny, Apa kabar ? Wah, Nailah sudah besar ya sekarang.... Rasanya baru aja kita emailan mba mau hunting cari high chair... hehehe... Dulu aku ngalami hal yang sama dengan Kemal. Dia ngomongnya gak jelas walaupun selalu mengerti apa yang kita bicarakan. Aku konsul ke DSA, beliau bilang selama anaknya aktif, bisa memperhatikan dan mengerti apa yang kita bicarakan, ya gak apa-apa. Tunggu aja sampai umur 2 tahun baru diperiksa lagi. Aku coba sekolahkan dia sejak umur 18 bulan. Selain supaya dia ada teman sebaya (dia gak ada teman sebaya di sekitar rumah, maklum anak pertama) juga supaya kepancing ngomong. Awal2 sekolah sih tetep diam aja. Tapi suatu hari waktu ada di rumah, dia ngulang kata2 gurunya .. Lho..ternyata masuk juga ya di memory dia. Dan suatu hari waktu dia umur 22 bulan, mulai deh tuh ngoceh ... Dan sejak itu perkembangan bicaranya cukup cepat sampai aku yang kewalahan, hehehe.... Sekarang dia hampir 7 th, udah kelas 1 SD, dan perkembangan bicaranya baik2 saja... Jadi tetap coba ajak Nailah ngobrol aja mba. Mungkin sedikit lebih intensif saja dan minta Nailah untuk mengulang kata2 mba. Misalnya dia bilang atit uyut, mba bilang pelan2 "sa-kit pe-rut" dan minta dia mengulang beberapa kali. Mungkin awal2 masih setengah bahasa dewa, lama-lama dia akan tau bagaimana lafal yang sebenarnya. Kalau kelihatannya dia malas mengulang, coba pura2 tidak mengerti keinginan dia (walaupun sebenarnya mba udah tau). Maksudnya sih supaya dia tergerak untuk bicara dengan lebih pelan dan lebih jelas agar orang lain mengerti. Ada anak kenalanku yang umurnya hampir 4 tahun tetapi kalau bicara cepat sekali dan tidak jelas pengucapannya. Jadi kalau orang yang jarang bertemu dan hanya dengar dia ngomong sekilas susah untuk mengerti apa maunya. Ternyata ortunya selama ini karena sudah mengerti kira2 kemauannya, tidak meminta si anak mengulangi kata2nya dengan pengucapan yang jelas. Sejak dia disekolahkan agak mendingan karena gurunya yang "memaksa" dia untuk mengulangi ucapannya dengan lebih pelan dan jelas. Seandainya tidak ada kemajuan juga, sebaiknya konsul lagi ke DSA. Mungkin ada hal2 lain yang harus dipertimbangkan. Hehe... panjang banget ya sharingnya. Moga-moga membantu deh. Met ngobrol sama Nailah ya Mba... Ike - mama Kemal & Kayla BeingMoM's Mod Devita/Alya'sMom [EMAIL PROTECTED] Hai, Hen... Si Nailah lagi bikin pusing emaknya, ya...Hehehe...sekarang Henny pusing karna Nailah belum bisa bicara dg lancar, siap2 aja nanti malah lebih pusing karena Nailah bicaranya nggak bisa distop sama sekali :p Hen, mungkin selama ini stimulasi sudah sering dilakukan untuk Nailah. Tapi coba perhatikan, apakah Nailah diajak bicara atau dibacakan buku cerita dengan pengucapan yg benar? Dalam arti tidak dibuat2 sepeti bahasa bayi: susu jadi cucu, dll. Menurut teori yang aku baca, di usia 2 tahun, anak sudah dapat mengucapkan dan mengerti 50 buah kata. Nailah baru 21 bulan khan? Masih ada waktu :). Yg semangat menstimulasinya, ya, lebih sering bacakan buku sebelum dia tidur, ajak bernyanyi, sebut barang2 di sekitarnya dan ulangi beberapa kali. Misalnya saat kamu ambil buku, bilang ke Nailah, "Bunda lagi ambil buku nih..Iya...B U K U...B U U ...K U U U..."sambil kamu tunjukin 'wujud' dari buku itu gimana. Sekedar masukan, ini ada tambahan informasi dari milis tetangga, email dari dr Hardiono Pusponegoro (mantan Ketua Pengurus IDAI), seputar permasalahan kemampuan bicara pada anak. Semoga bermanfaat. From: "Hardiono Pusponegoro" <[EMAIL PROTECTED]> Date: Mon Sep 13, 2004 11:20 am Subject: RE: [DIKA-OT] Re: [Dokter Umum] Problema Bicara pada Anak Dear Vivi, Umur 20 bulan: - mengenal 5-6 benda (bukan menyebut) - menyebut 3 benda - mengenal 3 anggota tubuh (mulut, hidung) bila disuruh menunjukkan - jumlah kata-kata lebih dari 20 - menggunakan kombinasi 2 kata menjadi kalimat pendek - Mendengarkan bila dibacakan cerita Mudah kan? Bila terlihat kurang dari anak sebayanya, ya diperiksakan saja. Dr. Hardiono Pusponegoro From: "Hardiono Pusponegoro" <[EMAIL PROTECTED]> Date: Tue Sep 7, 2004 11:25 pm Subject: RE: [DIKA-OT] Re: [Dokter Umum] Problema Bicara pada Anak Dear Ibu Lina dan Ibu Sari, Masalah gangguan bicara selalu merisaukan saya, lebih merisaukan dibanding terlambat jalan. Umur 2 tahun kata-kata masih sedikit sudah merupakan indikasi untuk melakukan intervensi/ pertolongan. Namun yang menjadi pertanyaan:Intervensi yang seperti apa?" Banyak kasus seperti ini dikirim ke ahli terapi wicara. Saya agak kurang setuju. Pertama harus ditentukan dahulu penyebab keterlambatan bicara, misalnya: 1. Gangguan pendengaran. Harus diberi bantuan alat dengar baru terapi wicara. 2. Gangguan organ mulut. Yang ini biasanya tidak terlambat, tetapi bicara dengan artikulasi kurang baik. Terapi wicara sangat baik. 3. Gangguan otak, bisa berupa kurang pandai atau gangguan autistik/ autisme. Untuk gangguan autistik harus diperbaiki interaksinya dulu. Bila interaksi membaik, bicara seringkali muncul sendiri. Selain itu, bahasa non-verbal misalnya mimik dan bahasa tubuh juga harus diperbaiki. Bila anak kurang pandai, terapi stimulasi dengan bermain harus didahulukan. Jadi jelas bahwa terapi harus disesuaikan keadaan. Bahwa ibu di rumah harus aktif turut membantu program terapi saya sangat setuju. Bahkan pengajaran ibu bagaimana membantu anak di rumah harus menjadi prioritas di tempat terapi. Terapi tanpa melibatkan ibu sangat kurang baik. Dr. Hardiono Pusponegoro From: Hardiono Pusponegoro <[EMAIL PROTECTED]> Date: Tue Apr 29, 2003 11:44 pm Subject: Re: [DIKA-OT] Polio ? Dear Ibu-Ibu, Prinsip paling penting: Keterlambatan bicara hanya boleh ditolerir bila anak mengerti semua yang diucapkan kepadanya ! Bila anak juga tidak mengerti ucapan orang lain, apalagi bila disertai gejala aneh-aneh lain misalnya cuek, dipanggil sulit menoleh, tidak mau menatap mata orang, hiperaktif, bicara bahasa yang tidak dapat dimengerti sama sekali, suka memutar-mutar roda mobil JANGAN TUNGGU. Anak dengan keterlambatan bicara harus diperiksa dulu sebelum dilakukan terapi wicara atau terapi lain. Terapi dilakukan sesuai kebutuhan anak,tidak semua yg terlambat bicara otomatis harus terapi wicara. Dr. Hardiono D. Pusponegoro From: Hardiono Pusponegoro <[EMAIL PROTECTED]> Date: Sun Dec 29, 2002 8:27 pm Subject: Re: [IDAI-OT] kemampuan bicara Pak Bambang Yth, Anak terlambat bicara tidak boleh di tunggu, apalagi bila ada perilakunya yang aneh. Kalau anda ada di Jakarta, mohon memeriksakan anak ke Sub Bagian Saraf Anak, Bagian Ilmu Kesehatan Anak RS Cipto Mangunkusumo. Kalau anda ada di kota lain, tolong beritahu. Dr. Hardiono D. Pusponegoro. Salam, Devita Umardin BeingMoM's Mod Ida Ariningsih [EMAIL PROTECTED] Hallo mbak henny, hehe ketemu disini juga, ga terasa ya nailah udah gede lagi. Ohya mengenai topik ini, bener loh mbak aku juga udah mulai sedikit kalang kabut ketika tidak mengerti keinginan si kecil karena bahasa "dewa"nya itu hiks. sekarang dia masuk 20 bulan, tapi baru jelas ngomong ayah,mama (padahal ibunya pengen dipanggil bunda tapi manggil keukeuh mama :D), maem, embah, eja (reza, sepupunya)dan yg lain masih ahh eeehhhh hanya saja dia mengerti semua yg kami ucapkan, misalkan disuruh ngambil sesuatu dia bisa dan mengerti yg kita maksud ya hanya belum bisa mengucapkannya saja. Karena waktu kebersamaan kami yg tidak terlalu banyak, ketika bangun tidur dan abis pulang kantor aku berusaha ajak kaila ngobrol, dan kalau mau tidur aku ajak cerita buku2 bergambar dengan mengulang kata. tapi kadang gemes juga udah sampai mulut "berbusa" (baca: pegel) tapi kadang anaknya malah melengos cari mainan yang lain hihihihi. intinya kita memang harus sambar dan sering mengajaknya berlatih kali ya. mari kita sama2 kembali belajar :)bersama anak kita :D cheers, ida http://tentangkami.multiply.com Dear mbak Henny, ada sedikit tambahan mengenai topik kita minggu lalu tentang keterlambatan bicara pada anak. Kebetulan weekend kemaren tema Pesat yang sedang saya ikuti membahas hal ini. Menurut seorang ahli patologi bahasa (James MacDonald) bahwa kesulitan seoarang anak untuk belajar bicara bisa disebabkan oleh banyak hal diantaranya adalah : - Keterbatasan dalam organ bicara - Perkembangan otot yang lambat - Kelambanan dalam mengerti bahasa orang dewasa - Terlalu sedikit latihan berinteraksi dengan orang lain - Peran yang terlalu pasif dalam kehidupan sosial - Cara komunikasi "non-verbal" sudah terlalu nyaman dipakai - Orang dewasa tidak menganggap anak mampu - Orang dewasa selalu bicara atas nama anak - Anak tidak mendapat cukup waktu untuk bicara - Terlalu banyak rangsangan - Terlalu banyak bermain sendiri untuk membantu anak mulai belajar berbicara maka ada beberapa hal yang bisa kita lakukan, antara lain yaitu : - Bermain bersama sesering mungkin, utamakan kualitas drpd kuantitas - Sesuaikan sikap dengan apa yang anak sedang lakukan - Berkomunikasi dengan cara yang anak bisa lakukan - Pertama beri respon terhadap semua jenis bunyi yang anak keluarkan dari mulut; singkat dan ekspresif - Setelah kata-kata mulai muncul, tunjukkan bahwa respon diberikan lebih terhadap kata, bukan bahasa tubuh atau bunyi2annya, misal : sianaka menunjuk buku masih dengan kata eeee atau aaaa... berikan respon dengan mengatakan " oo ini, ini BUKU.... BUU...KUUU, BUKU" (seperti yang mbak devi terangkan dibawah), tunjukkan apa yang harus dia ucapkan. - Jaga agar kegiatan berlangsung menyenangkan - Terjemahkan kata, bunyi dan tindakan anak ke salam satu kata saja - BERSABAR, jangan ingin buru2 mendengar anak mengucapkan kata-kata - Jangan ikut berbicara dengan lafal/logar anak, misal minum susu, jangan di bilang minum cucu, tetapi selalu katakan susu, dan banyak kata lain - Jadilah teman bermain yang menyenangkan, ekspresif dan menghargai anak bukan seperti guru atau pelatih - Jadilah kamus hidup untuk segala hal yang dialami anak Jadi kesimpulannya adalah: - bahwa proses perkembangan pada setiap anak itu berbeda, bukanlah sebuah kompetisi dimana kita harus berlomba agar si anak cepat bisa bicara - Untuk mencapai perkembangan yang optimal adalah dengan adanya stimulasi dan stimulasi terbaik adalah RESPON kita terhadap anak, bukan mempercepatnya, dan stimulasi yang tepat adalah berkembang sesuai tahapan maka anak akan merasa bahagia - Bersabar dan terus membantu belajar adalah kunci utama, ciptakan suasana yang nyaman sehingga anak menjadi senang ketika akan belajar bukan dengan menekankannya untuk cepat bisa, maka anak malah akan merasa tertekan dan menjadi malas belajar Demikian, semoga membantu :) regards, ida http://tentangkami.multiply.com -----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of thohir maruf Sent: 27 Februari 2007 13:42 To: [email protected] Subject: [Ayahbunda-Online] anak belum bicara Dear Mom and Pap... anakku sekarang berumur 2 thn, sampai saat ini belum bisa bicara. Mohon infonya untuk tempat terapi bicara.... atau barangkali ada yg tahu/pernah mengalami anaknya seperti ini, mohon sharing-nya.... Trims..... Papa Salsa --------------------------------- Don't get soaked. Take a quick peak at the forecast with theYahoo! Search weather shortcut. [Non-text portions of this message have been removed] ______________________________________________________________________ This e-mail and any attachment thereto may contain information which is confidential, privileged or otherwise protected from disclosure and/or protected by intellectual property rights. It may be read, copied and used only by the intended recipient and this only for the purpose for which it has been sent. If you are not the intended recipient, please contact the sender immediately by return e-mail or by telephoning, and delete this message and any attachment from your system. In such case you must not copy this message or attachment or disclose the contents to any other person. We believe, but do not warrant that this e-mail and any attachments are virus free. You should take full responsibility for virus checking. Any opinions expressed in this email are those of the individual and not necessarily of the Company. ______________________________________________________________________ [Non-text portions of this message have been removed]
