Dear mama si kembar,

 

Saya tinggal di Lippo Karawaci Tangerang.

 

DAZ masuk si Gracia Preschool, umum, bukan keagamaan, sekolahnya menyewa
ruko.

Tetapi sekolah tersebut membuat acara setiap ada hari raya keagamaan.
Setiap siswa wajib mengikuti meskipun berbeda agama, tujuannya adalah
mengenalkan keragaman agama.

Contohnya pada saat lebaran, ada lomba ketupat, dan anak2 diminta untuk
mengenakan baju koko atau kebaya.  Pada hari raya natal, anak2 diminta
untuk mengenakan baju bernuansa merah dan hijau serta memakai topi
sinterklas.  Pada hari imlek anak2 diminta untuk memakai baju bernuansa
merah.  Pada hari Kartini ada lomba baju daerah.

 

Sekolah tersebut tidak mengenakan uang pangkal yang mahal.  Mereka
menyebutnya annual fee (waktu DAZ Rp 800.000) - untuk satu tahun, uang
seragam Rp 50.000,- Jadwal sekolah seminggu 3x, setiap pertemuan 1 jam.
Anak belajar tentang pengenalan bentuk, warna dan beberapa aktivitas
seperti mewarnai, menempel, menggunting, pelajaran diakhiri dengan makan
bersama bekal yang dibawa dari rumah.  Satu bulan sekali anak dapat
makan dari sekolah.  Ada kegiatan berenang tiap awal bulan, outing ke
pemadam kebakaran, heliport dan outbound anak2.  Biaya bulannya Rp
120.000,-  Apabila anak masih betah di sana setelah satu tahun, maka
kita membayar annual fee lagi untuk tahun berikutnya.   Mungkin sekarang
sudah naik.

 

Sekolah ini dikelola oleh pribadi dan belum membuka cabang di tempat
lain.  Saat ini mereka sudah membuka SD kelas 1, dan sudah mulai
membangun gedung sekolah sendiri.  Saya pilih sekolah tersebut karena
yang paling murah dan tidak bersifat keagamaan.  

 

Kalo di rumah selain si kembar ada anak2 lain yang sering bermain
bersama mereka, ini juga akan memicu keinginan mereka untuk menyampaikan
pendapat.  Mungkin bisa mengajak anak tetangga untuk bermain di rumah
(hal ini sering saya lakukan).

Saya biarkan bila mereka berebut mainan.  Karena mau tidak mau mereka
harus mulai bicara.

Bisa juga mengikuti kegiatan keagamaan seperti sekolah minggu (kristen)
atau tempat pengajian anak2 (TPA).  Karena DAZ anak pertama dan tidak
ada anak2 sebaya di rumah maka saya masukkan ke preschool.  Juga waktu
itu di daerah saya belum ada kegiatan keagamaan untuk anak2.  Sekarang
sih sudah ada TPA dan DAZ sudah mulai ikut mengaji.

 

Saran lain apabila kondisi anak sedang sehat, adalah membawa anak2 ke
tempat bermain di mana banyak anak2 lain.  Bisa di kidsport pondok indah
(Rp. 30.000/anak bisa main sepuasnya).  Atau di Ace Hardware puri indah,
di sana ada tempat main anak2 - gratis.  Tempat2 tersebut hanya untuk
aktifitas fisik, tetapi anak bertemu dengan anak lain dengan beragam
umur dan mereka akan melihat bagaimana anak2 lain berkomunikasi dan ini
membantu memicu keinginan mereka untuk berbicara dan biasanya mereka
punya teman sendiri saat itu.

 

Demikian sharingnya.  Semoga bermanfaat

 

 

Best regards,

Ani

PT Bank Central Asia, Tbk.

Satuan Kerja Manajemen Risiko

Wisma I BCA, Lt. 10

Jend. Sudirman Kav. 22-23, Jakarta 12920

Telp. 021-5208650, 5208750 ext. 20056

Fax. 021-5711400

 

 

________________________________

From: [email protected]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Tjahjo Liniarti
Sent: Tuesday, February 27, 2007 4:40 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [Ayahbunda-Online] anak belum bicara

 

Bu Ani, boleh tau gak DAZ waktu itu Preschool nya di mana yah ? Berapa
uang pangkalnya, berapa uang bulanannya, berapa kali seminggu waktu
belajarnya, berapa jam per pertemuannya, and apakah itu Preschool religi
atau umum yah ? 

Thanks ya atas jawabannya and maaf kalau tanyanya terlalu banyak /
rinci... 
Soalnya saya mau masukkan Preschool ("umum") dekat rumah (KB Toby),
waktu belajarnya 3x seminggu @ 2 jam, aku cuma takutnya anaknya menjadi
cepat bosan, karena sekarang khan masih 2 tahun sementara waktu
sekolahnya masih panjang, dari TK sampai Kuliah, aku cuma takut anakku
menjadi bosan karena disekolahkan terlalu dini. 
Sudah gitu uang pangkalnya cukup mahal lho.... (Rp 3 juta/anak) dengan
uang sekolah Rp 200 ribu/bulan/anak.... 
Mungkin bagi yang lain terkesannya murah, namun berhubung anak saya
kembar, saya jadi mikir-mikir apakah saya sanggup membayar uang sekolah
secara rutin setiap bulannya ?? 
Saya sudah berusaha lho untuk meminta discount, tapi gak berhasil.... 
Jadi saya masih bimbang and mikir-mikir apakah biaya yang harus saya
keluarkan worth it dengan hasil yang akan saya peroleh....? 
Jika dengan dimasukkan Preschool anak saya bisa lebih cepat dapat
berbicara, mungkin saya akan berkorban, tapi saya takutnya sudah bayar
mahal-mahal eh.... tetap aja gak bantu, tetap aja anak saya gak bisa
bicara, khan jadinya percuma..... 

Jadi, plaese advisenya yah..... 
Maaf kalau curhatnya terlalu berlebihan..... 

Nini 
Mamanya Maureen and Michelle 







-BCA SCM-


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke