Hai mbak Fitri...,
  Saya juga ga setuju dengan sikap keluarga suami mba. Tapi suami ga  
terpengaruh dengan sikap keluarganya itu kan, karena sikap suami mba  sudah 
sangat bagus dan contoh ayah serta suami yang baik, mau membantu  istri dan 
menjadi breastfeeding father.
  Mungkin aku bisa kasih saran, kalo kakak suami bilang suami tidak harus  
bangun pada saat menyusui, coba aja bilang lagi "Oh, sekarang sudah ada  
penelitian baru, ternyata kalo anaknya sedang menyusu pada ibunya,  ditemani 
ayahnya, akan memberikan rasa aman dan nyaman bagi ibu dan  bayinya", "Semua 
dokter anak di dunia sekarang sedang menggalakkan  breastfeeding father, agar 
kegiatan menyusui berjalan lancar dan bayi  mendapatkan kebutuhannya dengan 
sempurna", bilang aja, mbak sering baca  dari majalah, surfing di internet dan 
nonton acara baby talk show di  televisi, dimana banyak terobosan baru dan 
penelitian baru tentang  tumbuh kembang bayi.
  Disamping itu, tunjukin juga sikap mbak yang juga setia melayani suami,  
menunggunya pulang, membuatkan makan, meyiapkan baju, dll, supaya  keluarga 
suami juga mengira mbak tidak meninggalkan kewajiban sebagai  istri. 
  Mudah-mudahan bisa membantu ya, mbak. Optimis aja, bahwa apa yang mba dan 
suami lakukan untuk si kecil sudah benar.
  
  Salam,
  Tera - bunda Raqiqa
  

citra noviana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                        
          Hai mbak,,,,
  WAduh...kok ada yaa anggapan seperti itu. Saya sih benar-benar tidak setuju 
  dengan sikap keluarga suami mbak. Emang mbak sekarang tinggal di HK ya..??
  Saya mendukung 100% u menyusui, juga untuk suami mbak yang menemani 
  menyusui.  So tidak hanya ada brestfeeding mother.., tapi ada juga 
  breastfeeding father. Salut u suami mbak yang ikut nemenin kalo 
  menyusui....Dengan sikap brastfeeding father, suami bisa mengerti keadaan 
  istri, ikut mendukung program menyusui, dan yang pastihubungan ikatan batin 
  ayah-anak juga makin dekat. Mungkin keluarga suami perlu diberi pengertian 
  mengenai ini..dan mengenai pentingya dukungan suami agar istrinya dapat 
  menyusui dengan perasaan nyaman, tenang dan bahagia. Ini juga berpengaruh 
  nyata dengan produksi ASI nantinya. Jika sang Ibu menyusui dengan perasaan 
  tenang, bahagia, pasti produksi ASInya juga akan lancar.
  Mudah2an semuanya bisa mengerti ya, semoga.
  
  Salam,
  Bunda Dafa
  
  >From: Fitri-Yahoo <[EMAIL PROTECTED]>
  >Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
  >To: [EMAIL PROTECTED]
  >Subject: [Ayahbunda-Online] OOT curhat, saat menyusui suami ikut bangun
  >Date: Tue, 3 Apr 2007 22:53:55 -0700 (PDT)
  >
  >Dear smart parents,
  >
  >   maaf ya, mau curhat nih, karena klo gak rasanya tetep aja mengganjal di 
  >hati, mungkin para ortu ada punya pengalaman yg sama bisa ikutan sharing 
  >dan kasih masukan..
  >
  >
  >   saya beserta alvin yg tgl 6 ini tepat 8 bulan dan suami masih tinggal 
  >dengan orang tua nya suami juga kakak nya suami plus istrinya.
  >
  >
  >   belakangan alvin sering bangun minta nyusu subuh2.. kadang jam 3 kadang 
  >jam 4 subuh.. bangun dan nangis, segera saya susui.. otomatis suami pun 
  >juga ikutan terbangun, alvin tidur di box sendiri dengan bersebelahan dgn 
  >ranjang kami.
  >
  >   kalo mau netek otomatis saya taruh di ranjang kami dan nyusui sambil 
  >berebah.
  >
  >   suami yg ikutan bangun di protes sama orang2.. terutama kakak nya.. 
  >dibilang belakangan ini suami saya sepertinya kurang tidur bawaannya 
  >mengantuk mulu apalagi waktu menyetir.. mestinya klo alvin bangun subuh 
  >yang bangun cukup mamanya saja gak perlu papanya ikutan bangun juga? emang 
  >istri yg nyuruh bangun juga? (hhmmm....)
  >
  >   yup.. di HK hampir tidak ada yg menyusui anaknya, kebanyakan dari mereka 
  >pilih formula, dan anak di asuh oleh pembantu.. dan tidak tidur bersama 
  >ortunya...
  >   dan ini yg mereka samakan dgn kondisi saya yg sampe sekarang tetep 
  >kasihkan ASI..
  >
  >   yg bikin saya kecewa adalah perkataan seprti ni.. klo ikutan bangun 
  >terus harus nyetir mobil terus tabrakan siapa coba yg salah?? gitu 
  >katanya....
  >
  >   dalam hati saya kok bisa ngomong begitu yah? yg ngomong sih emang belum 
  >punya anak yah?
  >
  >   salahkah suami ikut bangun disaat si kecil nangis dan minta nenen? 
  >kadnag ikutan gendong taruh di ranjang... suami nungguin karena kuatir saat 
  >alvin netek mamanya ketiduran... lagian setelah netek langsung bobo lagi 
  >kok.. gak rewel...
  >
  >   tolong masukan nya dari para ortu yah? sebaiknya bagaimana saya harus 
  >bersikap???
  >
  >
  >
  >   Thx
  >
  >
  >
  >
  >
  >
  >[Non-text portions of this message have been removed]
  >
  
  __________________________________________________________
  Don't just search. Find. Check out the new MSN Search! 
  http://search.msn.com/
  
  
      
                                    

 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke