Mba Fitri, 

Soal bangun saat menyusui sebetulnya itu tergantung kesepakatan ama suami aja 
gimana. Kalau kami, kalau hari kerja suamiku baru ikut bangun setelah deket2 
subuh. Habis shalat subuh baru suamiku yang urus bayi, mamahnya tidur. Tapi 
kalau weekend, suamiku nggak masalah bangun tengah malam juga. Memang waktu 
awal agak sedikit baby blues juga sih, kok enak amat dia tidur sementara kita 
musti bangun, lama2 ya biasa juga toh abis subuh gantian. Supaya sayanya nggak 
ketiduran saya suka menyalakan tivi dengan volume pelan banget atau ya 
menyusuinya sambil tiduran. 
Tapi kalau memang suami mbak pengen ikutan bangun ya nggak papa. Kalau tidurnya 
jadi kurang, mungkin bisa disiasati suami mba tidur malamnya lebih dulu, jadi 
bisa ikutan jaga mba pas anaknya bangun. 

Maaf kalau kurang berkenan ya mba.

Salam kenal,
Sita :)


  ----- Original Message ----- 
  From: Fitri-Yahoo 
  To: [EMAIL PROTECTED] 
  Sent: Wednesday, April 04, 2007 12:53 PM
  Subject: [Ayahbunda-Online] OOT curhat, saat menyusui suami ikut bangun


  Dear smart parents, 

  maaf ya, mau curhat nih, karena klo gak rasanya tetep aja mengganjal di hati, 
mungkin para ortu ada punya pengalaman yg sama bisa ikutan sharing dan kasih 
masukan..


  saya beserta alvin yg tgl 6 ini tepat 8 bulan dan suami masih tinggal dengan 
orang tua nya suami juga kakak nya suami plus istrinya.


  belakangan alvin sering bangun minta nyusu subuh2.. kadang jam 3 kadang jam 4 
subuh.. bangun dan nangis, segera saya susui.. otomatis suami pun juga ikutan 
terbangun, alvin tidur di box sendiri dengan bersebelahan dgn ranjang kami.

  kalo mau netek otomatis saya taruh di ranjang kami dan nyusui sambil berebah.

  suami yg ikutan bangun di protes sama orang2.. terutama kakak nya.. dibilang 
belakangan ini suami saya sepertinya kurang tidur bawaannya mengantuk mulu 
apalagi waktu menyetir.. mestinya klo alvin bangun subuh yang bangun cukup 
mamanya saja gak perlu papanya ikutan bangun juga? emang istri yg nyuruh bangun 
juga? (hhmmm....)

  yup.. di HK hampir tidak ada yg menyusui anaknya, kebanyakan dari mereka 
pilih formula, dan anak di asuh oleh pembantu.. dan tidak tidur bersama 
ortunya...
  dan ini yg mereka samakan dgn kondisi saya yg sampe sekarang tetep kasihkan 
ASI..

  yg bikin saya kecewa adalah perkataan seprti ni.. klo ikutan bangun terus 
harus nyetir mobil terus tabrakan siapa coba yg salah?? gitu katanya....

  dalam hati saya kok bisa ngomong begitu yah? yg ngomong sih emang belum punya 
anak yah?

  salahkah suami ikut bangun disaat si kecil nangis dan minta nenen? kadnag 
ikutan gendong taruh di ranjang... suami nungguin karena kuatir saat alvin 
netek mamanya ketiduran... lagian setelah netek langsung bobo lagi kok.. gak 
rewel...

  tolong masukan nya dari para ortu yah? sebaiknya bagaimana saya harus 
bersikap???



  Thx 



  [Non-text portions of this message have been removed]



   

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke