Dari milis sebelah 
 
Thanks &B’ Regards
Bunda Faraisa
 
 
Esti  K. Setiawan 
Kitrans Logistics Jakarta(PRO/LCL/SUB)
Telp. +62 21 42888885 ext.104
Fax.  +62 21 42888884
 <mailto:[EMAIL PROTECTED]> [EMAIL PROTECTED]
 
FYI

 
 

Gorengan, Enak tapi Mematikan 

Asam lemak trans juga bisa menyebabkan bayi lahir prematur.
''Belum lengkap kalau belum makan gorengan,'' ungkap Rosa (33
tahun), mahasiswi pascasarjana Universitas Indonesia , Depok, sambil 
membeli lima gorengan yang dijual di kantin kampusnya.

Bagi Rosa, mengonsumsi makanan praktis tersebut seperti candu yang
dilakoninya nyaris setiap hari. Padahal, Rosa paham sekali jika
makanan tak sehat itu sangat berisiko bagi kesehatan 
dirinya. ''Bagaimana ya, sulit melepaskan diri dari gorangan,''
ungkapnya.
Mengonsumsi gorengan yang lazim dijual di pinggir jalan dan di
banyak tempat di Tanah Air memang sangat berisiko. Makanan gorengan 
umumnya dimasak dengan minyak goreng hasil pengulangan dalam suhu
tinggi dan jangka waktu lama (deep frying). Makanan jenis inilah yang
sesungguhnya memberikan kontribusi tertinggi terhadap asupan asam
lemak trans. Asam lemak jenis ini menjadi salah satu penyebab 
meningkatnya penyakit akibat penyumbatan pembuluh darah, salah
satunya adalah penyakit jantung koroner.

Kesimpulan tersebut merupakan hasil riset Ratu Ayu Dewi Sartika,
mahasiswa program doktor di Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UI, 
Depok. Hasil penelitian Ratu Ayu Dewi Sartika dalam disertasi
berjudul 'Pengaruh Asupan Asam Lemak Trans terhadap Profil Lipid
Darah' tersebut akan dipresentasikan dalam promosi doktor di FKM-UI,
hari ini (Jumat, 16/3). 

Menurut Ayu, masalah gizi di Indonesia menunjukkan adanya transisi
epidemiologis. Maksudnya, penyakit-penykit 'pembunuh' dulu hanya
didominasi oleh penyakit infeksi. Kini, penyakit mematikan tersebut 
kian meningkat oleh penyumbatan pembuluh darah yang merupakan ciri
penyakit modern.

''Penyebabnya antara lain karena gaya hidup sebagian anggota
masyarakat yang cenderung lebih sedentary life style ( gaya hidup 
santai yang tak banyak melibatkan gerakan fisik-red),' ' ungkap Ayu
dalam rilis yang diterima Republika, Kamis (15/3).
Tingginya asupan lemak sebesar 80 persen hingga 90 persen berasal
dari minyak goreng. Penelitian sebelumnya menunjukkan, ungkap Ayu, 
kontribusi tertinggi asupan lemak total dan asam lemak jenuh berasal
dari makanan gorengan. Beberapa makanan gorengan yang mengandung asam
lemak trans antara lain pisang goreng, ubi goreng, kroket, tempe
goreng, singkong goreng, dan ayam goreng tepung. 
''Padahal, jenis bahan makanan ini pada dasarnya tidak mengandung
asam lemak trans,'' ujarnya. Karena itu, lanjut Ayu, hal ini menarik
untuk diteliti. Karena, kemungkinan terjadinya asal lemak trans pada 
makanan tersebut berasal dari minyak goreng hasil pengulangan atau
pemanasan dengan cara deep frying.

Kini, asam lemak trans yang merupakan salah satu jenis asam lemak
selain asam lemak jenuh ini, kian menjadi sorotan. Maklum saja, asam 
lemak trans ini dapat meningkatkan kolesterol LDL (K-LDL) alias
kolesterol 'jahat', rasio kolesterol total (K-HDL), rasio K-LDL dan H-
LDL, serta menurunkan kolesterol 'baik' HDL (K-HDL).
Asam lemak trans ini secara alami terdapat pada ruminansia yaitu 
hewan yang memamah biak seperti sapi, kerbau, kambing, dan lain-lain.
Selain itu, asam lemak 'jahat' ini juga berasal dari hasil proses
menggoreng deep frying serta margarin atau produk makanan jadi yang 
menggunakan minyak terhidrogenasi.

Di Indonesia, ungkap Ayu, data mengenai kadar asam lemak trans
dalam makanan serta rerata asupan lemak trans belum pernah diteliti
sebelumnya. Padahal, konsumsi makanan gorengan di masyarakat 
Indonesia cukup tinggi. Karena itu, Ayu melakukan penelitian dengan
mengambil sampel 388 orang di Perusahaan Migas Kalimantan Timur.
Hasil penelitiannya membuktikan bahwa kontribusi tertinggi asupan
asam lemak trans total adalah makanan gorengan. Selain itu, asupan 
asam lemak trans berkorelasi positif dengan asam lemak jenuh. Setiap
penambahan asupan asam lemak jenuh akan menaikkan asupan asam lemak
trans sebesar 0,03 energi total.

Efek dua kali lipat

Asam lemak trans memiliki ikatan rangkap yang terdapat di dalam 
minyak atau lemak cair. Asupan lemak trans yang tinggi di atas enam
persen dari energi total secara terus menerus bisa berakibat buruk
pada banyak hal. Menurut Kepala Instalasi Gizi Rumah Sakit Hasan
Sadikin Bandung, Miranti Gutawa, pengaruh negatif asam lemak trans 
lebih besar dari asam lemak jenuh dan kolesterol. Konsumsi asam lemak
trans akan menaikkan kadar kolesterol jahat dan bisa menurunkan kadar
kolesterol baik. Asam lemak trans mempunyai efek negatif dua kali
lipat dibanding asam lemak jenuh. Menurut Institute of food science 
and technology pada 2004, setiap peningkatan satu persen asam lemak
trans dapat meningkatkan kadar LDL sebesar 0,04 mmol per liter dan
menurunkan kadar HDL sebanyak 0,013 mmol per liter.

Asam lemak trans juga bisa menyebabkan bayi lahir prematur. 
Pasalnya, konsumsi asam lemak trans pada ibu hamil dapat mengganggu
asupan asam lemak esensial yang sangat dibutuhkan oleh calon bayi.
Sebuah studi menunjukkan, wanita di negara yang mengonsumsi asam
lemak trans tinggi akan menghasilkan ASI dengan kadar asam lemak 
trans sebesar 2 persen hingga 5 persen dari total asam lemak susu.
European Community Multicenter Study on Antioksidant Myocardial
Infraction and Breast Cancer (EURAMIC) menemukan hubungan positif
antara konsumsi asam lemak trans dengan kanker payudara pada wanita 
yang telah mengalami menopause.

Jumlah asam lemak trans dapat meningkat di dalam makanan berlemak,
terutama akibat dari proses pengolahan yang diterapkan. Proses
pemakaian minyak jalantah dapat meningkatkan kadar asam lemak trans. 
Itu berarti makanan yang dihasilkannya pun mengandung asam lemak
trans. Hal itu bisa dihindari dengan penggunaan minyak goreng
secukupnya, sehingga tidak ada minyak goreng sisa. Secara alami, asam
lemak trnas diproduksi oleh sisa metabolisme hewan. Secara sintesis 
asam lemak dapat terbentuk akibat hidrogensi asam lemak, sehingga
menyebabkan terjadinya isomerisasi ikaatan rangkap bentuk alami
menjadi bentuk isomer trans.

Asupan asam lemak trans penduduk Indonesia diperkirakan sangat 
tinggi. Hal ini terkait dengan kebiasaan masyarakat Indonesia
mengonsumsi makanan yang digoreng. Sedangkan di masyarakat kalangan
menengah ke atas penggunaan margarin merupakan penyumbang asam lemak
trans. ''Pengunjung restoran siap saji makin banyak,'' ujar Ketua 
Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Fahmi Idris, di Jakarta beberapa waktu
lalu. Fahmi menjelaskan, tren di Indonesia khususnya anak-anak adalah
merayakan ulang tahun di restoran siap saji. Bahkan, untuk makan
sehari-haripun mereka selalu ingin makan fast food. 

''Kesibukan orang, gaya hidup yang diterapkan pada anak, seolah-
olah membuat empat sehat lima sempurna hilang, dan itu berbahaya buat
jantung,'' katanya. Padahal, empat sehat lima sempurna merupakan 
makanan yang sangat sehat untuk segala jenis penyakit.
Iktisar:

- Beberapa makanan gorengan yang mengandung asam lemak trans antara
lain pisang goreng, ubi goreng, kroket, tempe goreng, singkong
goreng, dan ayam goreng tepung. 

- Asam lemak trans secara alami terdapat pada hewan yang memamah
biak, dari hasil proses menggoreng deep frying, serta margarin atau
produk makanan jadi yang menggunakan minyak terhidrogenas.


 
 
  _____  

Shape Yahoo! in your own image. Join our
<http://us.rd.yahoo.com/evt=48517/*http:/surveylink.yahoo.com/gmrs/yahoo
_panel_invite.asp?a=7>  Network Research Panel today! 
 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke