kalo anakku, wijaya  2.5 th, hampir 1/2 tahun juga aku beri imboost yang 
menurut apotiknya memperkuat daya tahan tubuh, kandungannya sih extract dry 
blueberry atau apa yang keliatannya alami. 
imboost ini aku pikir baik, karena yang memberikan resep adalah dokter anak, 
waktu wijaya mangalami radang tenggorokan. adikku sendiri (25 th), waktu opname 
di RS krn DBD juga diresepkan imboost (+paracetamol) oleh internistnya. setelah 
itu ya sembuh juga. jadi aku pikir memang sebaiknya batitaku diberi ini supaya 
gak gampang sakit.
tapi memang di koran minggu ini ada berita spt itu (bikin ginjal rusak- memang 
tidak disebut nama vitamin tertentu, tapi aku rasa stimuno n imboost juga 
termasuk). kalo kencingnya aku gak perhatian sih... kayaknya biasa aja...
jadi, gimana... aku juga ikut bingung nih...

Hilda Kurniasari <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                  
haii mommies...
 ada yang anaknya pernah dikasi stimuno gak?? aku lg bingung nih, kmrn habis 
diceritain sama dokter ttg stimuno..katanya, mengandung meniran yg gak blh 
dipake lama karna bisa merusak ginjal & t'lihat dr anak jd srg kencing...Pdhal 
dah hmpr stgh tahun aku kasi obat itu sama anakku, Fredo (5 th) & stlh 
kuperhatiin dia mmg lbh srg kencing dari biasanya...karna cemas, kmrn aku cb 
search meniran, eh yg ketemu mlh buat tmbh khawatir...gmn ini, aku jd takut, 
mhn sharingnya momss..thx sbelumnya...
 
 salam...
 Hilda kurniasari,
 mamanya Fredo
 
 nih artikel yg aku dpt :
 Meniran : Terlarang bagi ibu hamil
 Meniran merupakan salah satu jenis tumbuhan yang sering digunakan oleh 
masyarakat untuk obat. Menurut Heyne (1987) tumbuhan ini di daerah Jawa disebut 
"meniran" lantaran bentuk buahnya seperti menir (butiran beras). Tumbuhan ini 
merupakan terna semusim, tumbuh liar di hutan, di ladang, semak-semak, 
sepanjang jalan, pinggir sungai, pinggir pantai, tanah berumput, gembur atau 
berbatuan pada dataran rendah sampai pada ketinggian 1.000 dpl.
 Meniran dilaporkan mengandung senyawa-senyawa kimia golongan lignan antara 
lain, filantin, hipofilantin, niranin, nirtetralin dan fitetralin. Beberapa 
senyawa lignan baru juga telah diisolasi dari Phyllanthus niruri yaitu, seco-4- 
hidroksilintetralin, seco-isoarisiresinol trimetil eter, hidroksinirantin, 
dibenzilbutirolakton, nirfilin, neolignan (filnirurin). Akar dan daun 
Phyllanthus niruri mengandung suatu senyawa pahit dan beracun yang digunakan 
sebagai racun ikan.Senyawa tersebut diduga merupakan suatu alkaloida. Setelah 
diidentifikasi ternyata senyawa alkaloida tersebut merupakan senyawa alkaloida 
baru yaitu, 4-metoksi-norsekurinin dan ent-norsekurinin. Dilaporkan, akar dan 
daun Phyllanthus niruri kaya senyawa flavonoid, antara lain, quercetin, 
qeurcetrin, isoquercetrin, astragalin dan rutin (Nara, 1977). Di samping itu, 
dilaporkan pula beberapa glikosida flavonoid dan senyawa flavonon baru. Dari 
minyak bijinya telah diidentifikasi beberapa asam lamak yaitu, asam
  ricinoleat, asam linoleat, dan asam linolenat. Disamping itu juga mengadung 
saponin, kalium, damar dan zat samak. Karena meniran mempunyai kandungan utama 
senyawa golongan flavonoid dan glikosida flavonoid, beberapa senyawa flavonoid 
tersebut memberikan efek menghambat terhadap kerja enzim ksantin oksidase dan 
superoksidase.
 Untuk memanfaatkan meniran dalam pengobatan atau mengurangi kelebihan asam 
urat dan batu ginjal diperlukan meniran (daun, tangkai, akar) sebanyak (2,50 
gr), jahe merah (25,00 gr), cengkeh (0,25 gr), kulit manis (0,25 gr), pengawet 
Na.Benzoat (0,50 gr), dan gula merah secukupnya. Cara pembuatan dan aturan 
pakai sama dengan pembuatan obat dari tempuyung.
 Namun obat kelebihan asam urat berbahan meniran ini terlarang bagi penderita 
kegagalan fungsi ginjal yang akut. Juga terlarang, pemakaian obat ini untuk 
jangka lama, karena dapat mengakibatkan kerusakan ginjal dan impotensia. Wanita 
hamil sebaiknya juga tidak mengkonsumsi obat ini karena meniran dapat 
menggugurkan kandungan (aborfacieni). Dalam proses pengobatan atau pencegahan 
kelebihan asam urat yang menggunakan tempuyung atau meniran, pemeran utamanya 
adalah senyawa-senyawa glikosida flavonoid dan flavonoid bebas yang terdapat di 
dalam kedua bahan tumbuhan tersebut.
 Sedangkan bahan-bahan yang lainnya mengandung minyak atsiri seperti, jahe, 
cengkeh dan kulit manis. Selain berfungsi sebagai pewangi dan penyedap rasa, 
senyawa itu juga berfungsi sebagai pelindung hati (hepaprotektor) dari 
bahan-bahan toksin yang dapat menimbulkan kerusakan pada hati.
 Sumber: INTISARI, 2003
 Oleh: Dr. Chairul, Apt. Msc
 (peneliti fitokimia dan tumbuhan obat asli Indonesia di Puslitbang Biologi, 
LIPI, Bogor).
 
 __________________________________________________________
 Sick sense of humor? Visit Yahoo! TV's 
 Comedy with an Edge to see what's on, when. 
 http://tv.yahoo.com/collections/222
 
 [Non-text portions of this message have been removed]
 
 
     
                       

       
---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
              
---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke