Hai mbak Hilda,

Dari beberapa dokter yang pernah aku tanya (nggak cuma SpA aja) konsumsi
vitamin semacam stimuno, imboost dll emang gak boleh dikonsumsi lama. Paling
lama 1 bulan aja. Itu pun dengan syarat dan kondisi tertentu. Karena memang
benar bahan2 yang dipakai bisa merusak ginjal.

Jadi, kalau mau pake liat2 dulu. Misalnya waktu anak2 lagi kena sakit dan
daya tahan tubuh berkurang ya baru deh nggak papa... itu pun jangan lebih
dari 1 bulan. Jadi kalau lagi sakit 1 minggu, nah selama dia sakit dan 2
minggu setelah sembuh minum stimuno/ imboost  gak papa karena untuk membantu
meningkatkan daya tahan tubuh dan mempercepat virus2 mati.

Oya ini nggak cuma untuk anak2 loh... buat kita yang udah tua2 begini juga
sama. Kebetulan dokter2 saya (specialis kulit dan dokter kandungan) juga
sama aja omongannya, jgan konsumsi menambah daya tahan tubuh lama2.

Sebagai tambahan aja, untuk anak2 masih umur balita pemakaian multivitamin
juga nggak terlalu dianjurkan. Karena vitamin2 selain vit. C kan kalau
berlebih dari kebutuhan hariannya nggak akan kebuang lewat kotoran (BAK /
BAB) tapi akan mengendap di tubuh, yang kerja keras yaaa si ginjal lagi deh.
Kasian kan masih kecil ginjal nya udah disuruh kerja keras.
Beda dengan vit.C yang lebih mudah dicerna dan langsung terbuang kalau
kelebihan. Sekarang anak saya cuma saya kasih vit C dosis kecil.

Rgds

Dinny



On 7/11/07, Hilda Kurniasari <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>   haii mommies...
> ada yang anaknya pernah dikasi stimuno gak?? aku lg bingung nih, kmrn
> habis diceritain sama dokter ttg stimuno..katanya, mengandung meniran yg gak
> blh dipake lama karna bisa merusak ginjal & t'lihat dr anak jd srg
> kencing...Pdhal dah hmpr stgh tahun aku kasi obat itu sama anakku, Fredo (5
> th) & stlh kuperhatiin dia mmg lbh srg kencing dari biasanya...karna cemas,
> kmrn aku cb search meniran, eh yg ketemu mlh buat tmbh khawatir...gmn ini,
> aku jd takut, mhn sharingnya momss..thx sbelumnya...
>
> salam...
> Hilda kurniasari,
> mamanya Fredo
>
> nih artikel yg aku dpt :
> Meniran : Terlarang bagi ibu hamil
> Meniran merupakan salah satu jenis tumbuhan yang sering digunakan oleh
> masyarakat untuk obat. Menurut Heyne (1987) tumbuhan ini di daerah Jawa
> disebut "meniran" lantaran bentuk buahnya seperti menir (butiran beras).
> Tumbuhan ini merupakan terna semusim, tumbuh liar di hutan, di ladang,
> semak-semak, sepanjang jalan, pinggir sungai, pinggir pantai, tanah
> berumput, gembur atau berbatuan pada dataran rendah sampai pada ketinggian
> 1.000 dpl.
> Meniran dilaporkan mengandung senyawa-senyawa kimia golongan lignan antara
> lain, filantin, hipofilantin, niranin, nirtetralin dan fitetralin. Beberapa
> senyawa lignan baru juga telah diisolasi dari Phyllanthus niruri yaitu,
> seco-4- hidroksilintetralin, seco-isoarisiresinol trimetil eter,
> hidroksinirantin, dibenzilbutirolakton, nirfilin, neolignan (filnirurin).
> Akar dan daun Phyllanthus niruri mengandung suatu senyawa pahit dan beracun
> yang digunakan sebagai racun ikan.Senyawa tersebut diduga merupakan suatu
> alkaloida. Setelah diidentifikasi ternyata senyawa alkaloida tersebut
> merupakan senyawa alkaloida baru yaitu, 4-metoksi-norsekurinin dan
> ent-norsekurinin. Dilaporkan, akar dan daun Phyllanthus niruri kaya senyawa
> flavonoid, antara lain, quercetin, qeurcetrin, isoquercetrin, astragalin dan
> rutin (Nara, 1977). Di samping itu, dilaporkan pula beberapa glikosida
> flavonoid dan senyawa flavonon baru. Dari minyak bijinya telah
> diidentifikasi beberapa asam lamak yaitu, asam
> ricinoleat, asam linoleat, dan asam linolenat. Disamping itu juga
> mengadung saponin, kalium, damar dan zat samak. Karena meniran mempunyai
> kandungan utama senyawa golongan flavonoid dan glikosida flavonoid, beberapa
> senyawa flavonoid tersebut memberikan efek menghambat terhadap kerja enzim
> ksantin oksidase dan superoksidase.
> Untuk memanfaatkan meniran dalam pengobatan atau mengurangi kelebihan asam
> urat dan batu ginjal diperlukan meniran (daun, tangkai, akar) sebanyak (2,50
> gr), jahe merah (25,00 gr), cengkeh (0,25 gr), kulit manis (0,25 gr),
> pengawet Na.Benzoat (0,50 gr), dan gula merah secukupnya. Cara pembuatan
> dan aturan pakai sama dengan pembuatan obat dari tempuyung.
> Namun obat kelebihan asam urat berbahan meniran ini terlarang bagi
> penderita kegagalan fungsi ginjal yang akut. Juga terlarang, pemakaian obat
> ini untuk jangka lama, karena dapat mengakibatkan kerusakan ginjal dan
> impotensia. Wanita hamil sebaiknya juga tidak mengkonsumsi obat ini karena
> meniran dapat menggugurkan kandungan (aborfacieni). Dalam proses pengobatan
> atau pencegahan kelebihan asam urat yang menggunakan tempuyung atau meniran,
> pemeran utamanya adalah senyawa-senyawa glikosida flavonoid dan flavonoid
> bebas yang terdapat di dalam kedua bahan tumbuhan tersebut.
> Sedangkan bahan-bahan yang lainnya mengandung minyak atsiri seperti, jahe,
> cengkeh dan kulit manis. Selain berfungsi sebagai pewangi dan penyedap rasa,
> senyawa itu juga berfungsi sebagai pelindung hati (hepaprotektor) dari
> bahan-bahan toksin yang dapat menimbulkan kerusakan pada hati.
> Sumber: INTISARI, 2003
> Oleh: Dr. Chairul, Apt. Msc
> (peneliti fitokimia dan tumbuhan obat asli Indonesia di Puslitbang
> Biologi, LIPI, Bogor).
>
> __________________________________________________________
> Sick sense of humor? Visit Yahoo! TV's
> Comedy with an Edge to see what's on, when.
> http://tv.yahoo.com/collections/222
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>  
>


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke