---------- Forwarded message ----------
From: Imelda Scorvia <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Jul 28, 2007 12:33 AM
Subject: [sehat] Re: artikel SUSU UHT vs SUSU BUBUK
To: [EMAIL PROTECTED]







Dear mama Justin,
 Sejak saya belum punya anak sampe sekarang Raj 17 bln, saya pualingg
 demen nanggapin susu UHT ini lho. Pernah bikin kajian ekonomisnya
 segala lagi. Hehee… seru aja dan kebetulan sedikit tahu masalah
 persusuan ini waktu masih kuliah di IPB.

 Mbak udah download artikel dari blog-nya mbak ida rifai kan? Buat
 yang gak bisa akses internet, saya coba copy-in aja ya (mohon maaf
 buat yang sudah punya)

 Sebagai informasi tambahan, produk makanan yang berbentuk bubuk
 (powder) termasuk susu bubuk, lebih mudah ditambahkan berbagai
 macam 'campuran' oleh produsennya dibandingkan dengan susu yang
 berbentuk cair - susu UHT.

 Jadi... jangan heran kalau susu bubuk saat ini sudah banyak
 campurannya.
 Dari yang 'basic ingredients' seperti bahan2 untuk standarisasi,
 bahan pengisi, gula/pemanis (makanya susu bubuk rasanya cenderung
 lebih manis kan?), pengawet, flavor + aroma + pewarna, dsb...;
 sampai beberapa unsur yang difortifikasi... yang katanya sih untuk
 brain development seperti AA, DHA, Spingomyelin, FOS, GOS, dkk...

 Padahal susu murni sudah mengandung omega 3 & omega 6 yang merupakan
 precursor (cikal bakal) si AA & DHA, yang secara alami akan
 disintesis oleh tubuh jika ada si precursor tsb.
 Sedangkan GOS (Galakto-oligosakarida) yang termasuk dalam kelompok
 probiotik, yang juga disebut2 terfortifikasi pada sebuah susu
 formula, ternyata secara alami terdapat dalam susu cair murni
 termasuk air susu ibu  (Made Astawan, 2007, Majalah Ayahbunda).

 Dan yang lebih penting lagi, zat gizi alami yang terdapat pada susu
 murni (susu UHT) lebih mudah diserap tubuh dibandingkan dengan zat
 gizi fortifikasi yang terdapat pada susu formula. Iya kan…?

 Nahhh… makin mantep kan sama UHT? Jangan terpedaya sama akal2an
 produsen susu formula deh. Hehee…
 Mudah2an mama Justin bisa lebih PD kasih susu UHT. Seperti yang
 bunda wati pernah bilang, Einstein aja gak minum formula bisa jenius
 kok… hehee…

 with LUv,
 :: iMeL bundana RaJ ::

 PT. Tetra Pak Indonesia
 Ronny Hendrawan
 Proses UHT: Upaya Penyelamatan Gizi Pada Susu

 Sumber : WASPADA Online

 Oleh : Prof Dr Ir Made Astawan MS

 Susu merupakan sumber gizi terbaik bagi mamalia yang baru
 dilahirkan. Susu disebut sebagai makanan yang hampir sempurna karena
 kandungan zat gizinya yang lengkap. Selain air, susu mengandung
 protein, karbohidrat, lemak, mineral, enzim-enzim, gas serta vitamin
 A, C dan D dalam jumlah memadai. Manfaat susu merupakan hasil dari
 interaksi molekul-molukel yang terkandung di dalamnya.

 Susu segar merupakan cairan yang berasal dari kambing sapi sehat dan
 bersih yang diperoleh dengan cara pemerahan yang benar yang
 kandungan alaminya tidak dikurangi atau ditambah sesuatu apapun dan
 belum mendapat perlakuan apapun (SNI 01-3141-1998). Dalam prakteknya
 sangat kecil peluang kita untuk mengonsumsi susu segar definisi SNI
 tersebut di atas. Umumnya susu yang dikonsumsi masyarakat adalah
 susu olahan baik dalam bentuk cair (susu pasteurisasi, susu UHT)
 maupun susu bubuk.

 Susu pasteurisasi merupakan susu yang diberi perlakuan panas sekitar
 63-72 derjat Celcius selama 15 detik yang bertujuan untuk membunuh
 bakteri patogen. Susu pasteurisasi harus disimpan pada suhu rendah
 (5-6 derjat Celcius) dan memiliki umur simpan hanya sekitar 14 hari.

 Susu bubuk berasal susu segar baik dengan atau tanpa rekombinasi
 dengan zat lain seperti lemak atau protein yang kemudian
 dikeringkan. Umumnya pengeringan dilakukan dengan menggunakan spray
 dryer atau roller drayer. Umur simpan susu bubuk maksimal adalah 2
 tahun dengan penanganan yang baik dan benar. Susu bubuk dapat
 dikelompokkan menjadi tiga jenis yaitu susu bubuk berlemak (full
 cream milk prowder), susu bubuk rendah lemak (partly skim milk
 powder) dan susu bubuk tanpa lemak (skim milk prowder)
 (SNI 01-2970-1999).

 Susu UHT (ultra high temperature) merupakan susu yang diolah
 menggunakan pemanasan dengan suhu tinggi dan dalam waktu yang
 singkat (135-145 derjat Celcius) selama 2-5 detik (Amanatidis,
 2002). Pemanasan dengan suhu tinggi bertujuan untuk membunuh seluruh
 mikroorganisme (baik pembusuk maupun patogen) dan spora. Waktu
 pemanasan yang singkat dimaksudkan untuk mencegah kerusakan nilai
 gizi susu serta untuk mendapatkan warna, aroma dan rasa yang relatif
 tidak berubah seperti susu segarnya.

 Proses Susu UHT

 Susu cair segar UHT dibuat dari susu cair segar yang diolah
 menggunakan pemanasan dengan suhu tinggi dan dalam waktu yang sangat
 singkat untuk membunuh seluruh mikroba, sehingga memiliki mutu yang
 sangat baik.
 Secara kesuluruhan faktor utama penentu mutu susu UHT adalah bahan
 baku, proses pengolahan dan pengemasannya. Bahan baku susu UHT cair
 segar adalah
 susu segar yang memiliki mutu tinggi terutama dalam komposisi gizi.
 Hal ini didukung oleh perlakuan pra panen hingga pasca panen yang
 terintegrasi. Pakan sapi harus diatur agar bermutu baik dan
 mengandung zat-zat gizi yang memadai, bebas dari antibiotika dan
 bahan-bahan toksis lainnya. Dengan demikian, sapi perah akan
 menghasilkan susu dengan komposisi gizi yang baik. Mutu susu segar
 juga harus didukung oleh cara pemerahan yang benar termasuk di
 dalamnya adalah pencegahan kontaminasi fisik dan mikrobiologis
 dengan sanitasi alat pemerah dan sanitasi pekerja. Susu segar yang
 baru diperah harus diberli perlakuan dingin termasuk transportasi
 susu menuju pabrik.

 Pengolahan di pabrik untuk mengkonversi susu segar menjadi susu UHT
 juga harus dilakukan dengan sanitasi yang maksimum yaitu dengan
 menggunakan alat-alat yang steril dan meminimumkan kontak dengan
 tangan. Seluruh
 proses dilakukan secara aseptik.

 Susu UHT dikemas secara higienis dengan menggunakan kemasan aseptik
 multilapis berteknologi canggih, Kemasan multilapis ini kedap udara
 sehingga bakteri pun tak dapat masuk ke dalamnya. Karena bebas
 bakteri
 perusak minuman, maka susu UHT pun tetap segar dan aman untuk
 dikonsumsi. Selain itu kemasan multilapis susu UHT ini juga kedap
 cahaya sehingga cahaya ultra violet tak akan mampu menembusnya
 dengan terlindungnya dari sinar ultra violet maka kesegaran susu UHT
 pun akan tetap terjaga. Setiap kemasan aseptik multilapis susu UHT
 disterilisasi satu per satu secara otomatis sebelum diisi dengan
 susu. Proses tersebut secara otomatis dilakukan hampir tanpa adanya
 campur tangan manusia sehingga menjamin produk yang sangat higienis
 dan memenuhi standar kesehatan internasional.

 Dengan demikian teknologi UHT dan kemasan aseptic multilapis
 menjamin susu UHT bebas bakteri dan tahan lama tidak membutuhkan
 bahan pengawet dan tak perlu disimpan di lemari pendingin hingga 10
 bulan setelah diproduksi.

 Keunggulan Susu UHT

 Kelebihan-kelebihan susu UHT adalah simpannya yang sangat panjang
 pada susuh kamar yaitu mencapai 6-10 bulan tanpa bahan pengawet dan
 tidak perlu dimasukkan ke lemari pendingin. Jangka waktu ini lebih
 lama dari umur simpan produk susu cair lainnya seperti susu
 pasteurisasi. Selain itu susu UHT merupakan susu yang sangat
 higienis karena bebas dari seluruh mikroba
 (patogen/penyebab penyakit dan pembusuk) serta spora sehingga
 potensi kerusakan mikrobiologis sangat minimal, bahkan hampir tidak
 ada. Kontak panas yang sangat singkat pada proses UHT menyebabkan
 mutu sensori (warna, aroma dan rasa khas susu segar) dan mutu zat
 gizi, relatif tidak berubah.

 Proses pengolahan susu cair dengan teknik sterilisasi atau
 pengolahan menjadi susu bubuk sangat berpengaruh terhadap mutu
 sensoris dan mutu gizinya terutama vitamin dan protein. Pengolahan
 susu cair segar menjadi susu UHT sangat sedikit pengaruhnya terhadap
 kerusakan protein. Di lain pihak kerusakan protein sebesar 30 persen
 terjadi pada pengolahan susu cair
 menjadi susu bubuk.

 Kerusakan protein pada pengolahan susu dapat berupa terbentuknya
 pigmen coklat (melanoidin) akibat reaksi Mallard. Reaksi Mallard
 adalah reaksi pencoklatan non enzimatik yang terjadi antara gula dan
 protein susu
 akibat proses pemanasan yang berlangsung dalam waktu yang cukup lama
 seperti pada proses pembuatan susu bubuk. Reaksi pencoklatan
 tersebut menyebabkan menurunnya daya cerna protein.

 Proses pemanasan susu dengan suhu tinggi dalam waktu yang cukup lama
 juga dapat menyebabkan terjadinya rasemisasi asam-asam amino yaitu
 perubahan konfigurasi asam amino dari bentuk L ke bentuk D. Tubuh
 manusia umumnya hanya dapat menggunakan asam amino dalam bentuk L.
 Dengan demikian proses rasemisasi sangat merugikan dari sudut
 pandang ketersediaan biologis asam-asam amino di dalam tubuh.

 Reaksi pencoklatan (Mallard) dan rasemisasi asam amino telah
 berdampak kepada menurunnya ketersedian lisin pada produk-produk
 olahan susu. Penurunan ketersediaan lisin pada susu UHT relatif
 kecil yaitu hanya mencapai 0-2 persen. Pada susu bubuk penurunannya
 dapat mencapai 5-10 persen.

 Tip Penggunaan Susu UHT :

 1. Apabila kemasan susu UHT telah dibuka, maka susu tersebut harus
 disimpan
 pada refrigerator.

 2. Susu UHT harus dihindarkan dari penyimpanan pada suhu tinggi (di
 atas 50
 derajat Celcius) karena dapat terjadi gelasi yaitu pembentukan gel
 akibat kerusakan protein.

 3. Kerusakan susu UHT sangat mudah dideteksi secara visual, ciri
 utama yang
 umum terjadi adalah kemasan menggembung. Gembungnya kemasan terjadi
 akibat kebocoran kemasan yang memungkinkan mikroba-mikroba pembusuk
 tumbuh dan memfermentasi susu. Fermentasi susu oleh mikroba pembusuk
 menghasilkan gas CO2 yang menyebabkan gembung.

 4. Kerusakan juga ditandai oleh timbulnya bau dan rasa yang masam.
 Selain
 menghasilkan gas, aktivitas fermentasi oleh mikroba pembusuk juga
 menghasilkan alkohol dan asam-asam organik yang menyebabkan susu
 menjadi
 berflavor dan beraroma masam.

 5. Hindari mengkonsumsi susu UHT yang telah mengental. Fermentasi
 susu oleh
 bakteri pembusuk juga pembusuk juga menyebabkan koagulasi dan
 pemecahan
 protein akibat penurunan pH oleh asam-asam organik. Koagulasi dan
 pemecahan protein inilah yang menyebabkan tekstur susu rusak yaitu
 menjadi pecah dan agak kental.



-- 
rina rinso


http://rustamaji.net


Subscribe: [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]

Info Belanja si Kecil: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Ayahbunda-Online/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Ayahbunda-Online/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke