Pertama, membiarkan anak memilih makanan sendiriBagi anak yang sudah bisa 
diajak berkomunikasi, tak salah kalau dia diberi kesempatan memilih makanan 
yang dia sukai. "Sesekali tanyakan kepada anak, hari ini dia mau makan apa. 
Kalau kita sudah memasak pilihannya, kita bisa menagihnya kalau dia tidak mau 
makan," ujar dr. Piprim B Yanuarso, Direktur Yayasan Layanan Kesehatan 
Cuma-Cuma, memberi nasihat.Kedua, sajikan makanan dengan variasi dan 
menarikSayur atau lauk yang disajikan tanpa variasi hanya akan membosankan 
anak. Termasuk di dalamnya, penyajian makanan yang kurang menarik sehingga 
untuk sekadar melihatnya saja anak tidak tertarik apalagi menyantapnya. Untuk 
itu, orang tua harus pandai membuat variasi makanan dan penyajiannya. Tidak 
perlu bahan makanan yang mahal-mahal, yang penting bergizi.Penyajian makanan 
yang bervariasi juga tidak harus menggunakan peralatan mewah. Cukup dengan alat 
makan yang biasa kita pakai, tetapi buatlah semenarik mungkin agar anak 
tergugah selera makannya. Selain itu, jangan lupa memperhatikan rasa makanan. 
Penyajian yang menarik dan menu yang bervariasi tidak akan menggugah selera 
makan jika rasanya pun kurang "menggoda" selera makan anak.Ustadzah Yoyoh 
mengajukan contoh, "Jika anak nggak mau makan buah, mungkin karena buahnya satu 
macam. Padahal, buah itu bisa dihidangkan dengan menarik. Misalnya, kita tidak 
perlu membeli satu buah semangka. Kita bisa membeli bermacam buah. Kita kupas 
dan potong lalu ditusuk seperti sate. Ini akan lebih menarik bagi anak-anak, 
ketimbang membeli melon setiap hari."Begitu juga dengan sayuran dan lauk. 
Ustadzah Yoyoh kembali memberikan contoh, bagaimana agar telur itu tidak 
membosankan anak. "Telur kalau direbus terus kan bosan. Kalau didadar, terus 
dikasih hiasan di atasnya akan lebih menarik. Ini masalah modifikasi dan 
variasi," ujar Ketua Yayasan Ibu Harapan ini.Ketiga, wadah makanan yang 
menarikIni juga bisa merangsang selera makan anak. Ia akan lebih tertarik 
diberikan piring yang ada gambar ikannya ketimbang piring yang bentuknya polos. 
"Kalau kita lihat anak-anak orang Barat, rata-rata wadah makan mereka 
warna-warni. Ini menarik bagi anak-anak," ujar Ustadzah Yoyoh lagi.Keempat, 
kenalkan anak pada macam-macam bahan dan zat-zat makanan yang penting bagi 
tubuhSaat ini ada berbagai macam buku cerita anak bergambar menarik dan dapat 
dipakai untuk memperkenalkan macam-macam sayur atau buah-buahan. Dengan 
penyampaian yang sederhana tetapi menarik, itu akan menambah pengetahuan anak 
tenang makanan dan zat-zat yang ia perlukan. Tidak mustahil selera makan anak 
akan bertambah setelah mengingat pentingnya gizi makanan.Kelima, ajak anak 
untuk menyiapkan makananMengajak anak mempersiapkan makanan dapat dimulai dari 
mengajaknya ke pasar, mempersiapkan peralatan masak, memasak, hingga saat 
penyajian. Untuk anak yang masih kecil, perlu diberikan pekerjaan ringan yang 
bisa ia lakukan. Misalnya mencuci sayuran atau mengelap sendok dan piring.Jika 
anak sudah agak besar, ia bisa diminta membantu mengupas buah atau sayur. 
Tugas-tugas itu bukan hanya tugas anak perempuan, anak laki-laki pun bisa 
melakukannya.Keenam, biarkan anak belajar makan sendiriIni akan membantu anak 
mandiri. Jangan sampai anak telah duduk di bangku SD atau SMP tapi masih 
disuapi oleh ibunya. "Walaupun harus belepotan dan nasinya tumpah tidak 
apa-apa. Kita beri dia piring plastik, dan biarkan makan sendiri," ujar dr. 
Piprim yang juga alumnus Universitas Indonesia ini.Ketujuh, memberikan pujian 
bagi anak yang makannya bagusHal ini akan memberikan motivasi pada anak untuk 
makan dengan baik. Sebaliknya, jangan marah atau mengejek ketika anak sedang 
makan. Karenanya, sebaiknya jangan rusak suasana makan dengan memarahinya. Hal 
ini akan menyebabkan sang anak selalu tidak betah di meja makan. Ia selalu 
khawatir akan dimarahi. Kedelapan, sejak awal katakan, "Makanan ini enak"Jangan 
sesekali mencela makanan. Dalam sebuah hadits yang riwayat Abu Hurairah, 
Rasulullah saw tidak pernah menjelek-jelekkan makanan. Kalau Rasulullah saw 
berselera dia pun melahapnya. Jika tidak, ia tinggalkan (HR Muslim).Kesembilan, 
makan bersamaHal ini akan menambah nafsu anak untuk makan. Apalagi kalau orang 
tuanya lahap dan berselera. Karenanya, sebaiknya orang tua tidak perlu marah 
atau melarang anaknya datang menghampirinya saat makan. Biarkan anak makan 
bersama orang tuanya.Kesepuluh, ajari anak tentang makna bersyukur melalui 
makanMakan memiliki berbagai macam nilai penting. Menghargai pekerjaan orang 
lain dan menghargai apa yang telah diberikan Allah adalah nilai-nilai penting 
yang terkandung dalam rutinitas makan. Dengan makan kita menghargai apa yang 
dipersiapkan orang lain bagi kita. Dengan makan pula kita memelihara tubuh kita 
agar tetap sehat. Karenanya, anak perlu diajari bersyukur untuk hal-hal seperti 
itu.Nah, bagi orang tua tak ada salahnya mempraktikkan kiat di atas. Bagi 
mereka yang masih single silakan diingat untuk persiapan kalau punya buah hati 
kelak. Oke!
_________________________________________________________________
Personalize your Live.com homepage with the news, weather, and photos you care 
about.
http://www.live.com/getstarted.aspx?icid=T001MSN30A0701

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke