rasanya kasus spt yang bapak razuli alami semakin
banyak saja. informasi itu saya dapatkan beberapa
minggu lalu dari dr.hardyono di klinik anakku kelapa
gading. fyi, dr hardyono adalah DSA/team psikolog
ke-3 yang saya datangi untuk konsultasi masalah abby
(27 bln). dr hardyono adalah salah satu DSA yg sangat
terkenal untuk penanganan kasus2 anak dgn special
needs
info terbaru yang saya baca dan saya dapatkan dari
share dgn ortu2 yang anaknya mempunyai special needs,
memang skg terjadi kecenderungan lahirnya anak2 dgn
keadaan PDD-NOS (kepanjangannya saya lupa), tapi kira2
isinya adalah 'anak2 dgn keadaan setengah autis',
dimana jika dibiarkan begitu saja maka kemungkinan
untuk menjadi autis beneran akan sangat besar. anak2
ini biasanya terlihat 'sangat normal dan very human
being', yah spt abby anak saya deh
anak saya juga mempunyai masalah yang nyaris sama dgn
anak bapak. saya sudah 'ngerasa ga enak' sejak dia
memasuki umur setaun. tapi berhub waktu itu saya kerja
(senen-sabtu) dan DSA yang secara teratur saya
datengin sejak dia lahir selalu bilang gapapa,
akhirnya saya mencoba menenangkan perasaan saya
sampai akhirnya waktu abby pilek dan saya ganti dokter
(karena saya pindah rumah), DSA-nya langsung nanya
macem2 ke saya begitu ngeliat abby, n akhirnya
memberikan referensi untuk konsultasi ke klinik pela9
di daerah radio dalam
singkat cerita, abby akhirnya mengikuti 2 macam terapi
yaitu terapi bicara & SI. sukur banget, baru 3 bulanan
terapi, kemajuan yang dia dapatkan sudah banyak sekali
(sdh bisa komunikasi 2 arah, sudah lebih tenang &
kontak mata semakin bagus+stabil)
ini juga yang dikatakan dr hardyono ke kami, waktu
kami datang untuk mencari 3rd opinion dari dokter yang
berbeda. setelah dia melihat dan menganalisa kelakuan
abby, komentar dia hanya "ibu sepertinya hanya buang2
waktu + uang konsultasi ke saya. anak ibu sudah
menunjukkan perkembangan yang sangat bagus. malah ibu
sudah boleh potong kambing lho, untuk smua progress
yang ada"
terus terang, saya sangat bersukur karena saya alert
lebih awal dan segera mengambil tindakan. walo
sebenernya saya sempet ragu juga, apalagi karena semua
terapi itu tidak murah. tambahan lagi, rata2 komentar
orang2 di sekitar saya yang tidak terlalu mendukung
dan mengatakan kalo apa yang terjadi pada abby itu
adalah suatu hal biasa, yang nantinya juga akan normal
oleh waktu (ps. rata2 temen2 saya menganggap saya
terlalu takut yang berlebihan)
akhir kata, menurut saya pribadi, tidak pernah ada
salahnya untuk mencoba berkonsultasi dgn DSA (terutama
DSA yang concern dgn children with special needs).
fyi, rata2 biaya observasi itu bervariasi antara 300 -
500rb. selanjutnya biaya terapinya sendiri sangat
tergantung dari tempat terapinya.
jika ada yang ingin ditanyakan, silakan kontak saya
japri ataupun sms ke 0818 405 777
rgds,ratna
--- Dinny_Agus <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Pak Razuli, saya sekedar share aja.
>
> Anak saya (Audi) sekarang sudah 3.5 tahun perempuan.
> Waktu audi umur
> 1.5tahunan sikapnya masih sama dengan anak bapak.
> Suka banting2
> mainan, nggak
> bisa diam tenang, Kalau dipanggil cuek... nggak
> respon. Bahkan sampai
> sekarang masih seperti itu, tapi kadarnya berkurang.
> Bahkan sikap gak bisa
> diam-nya masih keliatan banget. Sepertinya energi
> anak saya nggak ada
> habisnya.
>
> Jangan terlalu khawatir dengan sikap anak bapak.
> Menurut saya masih dalam
> status normal. Mungkin Amar termasuk anak yang aktif
> dan cerdas. Kalau
> bapak ragu2, bisa datang ke psikolog untuk ditest
> kemungkinan autis. Tapi
> saya rasa anak bapak gak papa kok.
>
> Dinny.
>
>
> On 9/28/07, Muhamad Razuli <[EMAIL PROTECTED]>
> wrote:
> >
> > Dear milis,
> >
> > Salam kenal saya Razuli member baru, ayah dari M.
> Amar Zikro, umurnya
> > 1,5 tahun. Alhamdulillah anak saya tumbuh dan
> berkembang dengan baik.
> > Perkembangannya selalu saya monitor misalnya pada
> usia 5 bulan sudah
> > bisa tengkurap, bulan ke 6 sdh bisa merayap
> dst-nya. Sampai dengan umur
> > sekarang Amar sudah bisa berlari-lari dan yang
> agak mengkhawatirkan saya
> > adalah sikapnya begitu cuek jika Amar lagi asyik
> dengan aktivitasnya
> > misalnya lagi asyik nonton VCD lagu-lagu anak
> dipanggilpun nga menoleh.
> > Kalaupun menoleh Cuma sebatas melirik aja.
> Komunikasipun sering saya dan
> > isteri lakukan misalnya bagaimana bersamalaman,
> melambaikan tangan
> > ketika berpisah, mengucapkan sesuatu, progressnya
> alhamdulillah ada
> > walaupun agak males untuk merespon jika ada yang
> mengajak berinteraksi
> > misalnya bersalaman. Kalo saya amati anak saya ini
> juga nga takut sama
> > sesuatupun misalnya bunyi2 suara anjing atau
> cecak, gelap, karena memang
> > saya tidak pernah membuatnya takut akan hal2 tsb.
> >
> > Dalam hal bermain dengan barang2 mainan kalo saya
> perhatikan agak
> > destruktif misalnya dibanting kalo dia kesel nga
> bisa diemut ke mulut
> > (untuk yang ukuran kecil nga saya kasih takut
> ditelannya). Kalo lagi
> > seneng tangan diputar2 sambil lari2 sehingga
> kadang2 nga terkontrol
> > kepalanya sering terbentur tembok yang cukup keras
> dan tidak jarang
> > benjol.
> >
> > Pernah saya coba mengisi kuisioner dari suatu
> tabloid ttg bagaimana
> > mengenali gejala hiperaktif & autis, hasil
> akhirnya sih agak menjurus
> > kea rah hiperaktif tapi kondisi ini belum sempat
> saya konsul ke doktek
> > specialis anak. Mohon pencerahannya dari para ahli
> mengenai subject ini.
> > Lewat milis ini saya berharap mendapat wawasan dan
> berbagi info dalam
> > merawat dan mendidik anak2 supaya tumbuh
> kembangnya menjadi baik. Terima
> > kasih.
> >
> > Salam,
> >
> > Razuli
> >
> > [Non-text portions of this message have been
> removed]
> >
> >
> >
>
>
> [Non-text portions of this message have been
> removed]
>
>
____________________________________________________________________________________
Be a better Heartthrob. Get better relationship answers from someone who knows.
Yahoo! Answers - Check it out.
http://answers.yahoo.com/dir/?link=list&sid=396545433