Membaca pengalaman rekan2 sekalian, saya jadi ingin berbagi pengalaman saja.
Nampaknya setiap anak punya kepekaan terhadap hal-hal di sekitarnya termasuk juga hal-hal yang tidak terlihat secara kasat mata. Anak saya waktu bayi juga mengalami hal yang sama, dia sering melihat ke satu arah dan seolah-olah ada seseorang yang mengajaknya bermain. Dalam kondisi seperti ini, saya akan bacakan ayat kursi dan saya alihkan perhatian dari hal tersebut. Saya beranggapan kemampuan tersebut akan berkurang dengan bertambah usianya. Tapi nampaknya saya keliru, semakin bertambah usia kemampuan tersebut semakin menguat. Awalnya dia memang merasa tidak nyaman dengan kemampuan yang dimilikinya. Namun dengan bekal pendidikan agama dan pengalamannya selama ini anak saya malah menikmati kelebihan yang dimilikinya. Oh ya saat ini anak saya berusia 6 tahun, dan kemampuan yang dimilikinya adalah membaca pikiran dan aura orang di sekitarnya. Kelebihan ini digunakannya saat berinteraksi dengan teman2nya. Jadi kalau temannya dalam kondisi marah, ia akan menghindar dan akan mendekat kalo sudah reda marahnya. Begitupula saat menghadapi gurunya. Saya juga jadi terbantu oleh kemampuannya. Tanpa harus berbicara, dia sudah tahu apakah saya benar-benar marah atau bercanda. Dalam berkomunikasi juga jadi lebih praktis karena hanya melalui telepati saja. Hingga saat ini sih anak saya sudah cukup mampu memanfaatkan kemampuannya tersebut secara positif. Cuma saya belum tahu perkembangan selanjutnya karena masih banyak hal yang belum tergali dan berkembang dari kemampuannya tersebut seperti mimpi2nya yang berunsur Out of Body Experience. Saya sendiri masih banyak belajar ttg anak2 yang memiliki kemampuan spiritual seperti ini. Sekian sharing dari saya dan mudah2an tidak kepanjangan ceritanya Ibunya Vashti --- In [email protected], "ANI" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Dear all, > > > > Topik ini ramai dibicarakan di milis beberapa hari ini, jadi mau ikutan > sharing. > > Tetapi mohon maaf kalau terlalu panjang > > > > Pada saat masih bayi anak saya mempunyai tanda merah di kelopak mata > kiri atas. Pada saat saya bawa ke kantor, salah seorang rekan saya > mengatakan bahwa anak saya bisa "melihat". > > Beberapa kejadian dan cara saya mengatasinya berdasarkan masukan dari > beberapa rekan kerja adalah sbb.: > > 1. Dari lahir sampai umur 2 bulan, anak saya selalu menatap ke > arah tangga bila sedang berada di ruang tamu, ke ujung jendela pada saat > di kamar, mata selalu mendelik ke arah kanan atas. Saran teman saya > adalah jangan menganggap "makhluk halus itu lawan". Anggaplah sebagai > teman. Jadi yang saya lakukan adalah mengatakan: " Teman DAZ, kalau > ngajak main, pindah2 dong, kalau di situ terus, mata DAZ capek." Begitu > selesai ngomong, mata anak saya langsung beralih ke tempat lain. Saya > sampai merinding ketakutan. > > 2. Suatu waktu anak saya tidak bisa tidur semalaman, tetapi tidak > rewel, matanya menatap ke satu arah, seperti ada yang mengajak bermain. > Kalau kita panggil tidak bereaksi. Dibacakan Ayat Kursi tidak mempan > juga. Saya kemudian mengatakan: "Teman DAZ, sudah malam, mainnya besok > lagi aja, sekarang tidur dulu". Percaya gak percaya, anak saya kemudian > menatap saya, tidak berapa lama kemudian tertidur dengan sendirinya. > > 3. Sesekali kalau dia pergi ke gedung tertentu yang belum pernah > dia datangi, dia tidak mau masuk atau menghampiri area tertentu (seperti > orang ketakutan karena melihat sesuatu). > > 4. Menyadari hal itu, dan dari menonton di televisi mengenai anak > indigo yang sering dikatakan aneh, dan terkadang mereka tersiksa dengan > kemampuan tersebut, saya kemudian berdoa agar kalau boleh meminta, saya > minta agar anak saya tidak memiliki "karunia" itu. Tanda merah di > kelopak matanya mulai memudar, hanya muncul pada saat DAZ tidak enak > badan. Tetapi sekarang di umur 4 th 2 bln, tanda itu sudah tidak > kelihatan sama sekali. Saya berharap mudah2an DAZ sudah tidak punya > kemampuan itu. Tetapi bila itu memang karunia yang sudah ditetapkan > oleh yang di Atas, yah sebagai manusia, saya tidak bisa menentangnya. > > > > Demikian sharingnya > > > > Mama DAZ > > > > > > ::BCA:: > > > [Non-text portions of this message have been removed] >
