Dear all...
Baru saja Istri saya melhirkan anak pertama kami di bantu seorang bidan muda
di sebuah rumah bersalin yang sederhana. Tanggal 21 November kemarin Kahirnya
anak saya lahir melalui proses normal. Alhamdulillah...
Menurut saya tidak semua bidan melakukan kesalahan. layaknya manusia ada juga
dokter spog yang pernah melakukan kesalahan... jadi tidak bijak kita memandang
semua bidan haya dari satu kasus. apa yang di dapat istri saya sungguh
pelayanan yang sangat prima bahkan jauh lebih berkualitas dari pelayanan di
rumah bersalin besar. padahal ini rumah bersalin sederhana yang juga dulu
tempat saya di lahirkan.
jadi menurut saya, mau di bidan atau di dokter sama saja, bahkan kalo di
bidan lebih mengutamakan lahir normal dari pada dokter yang susah sedikit,
biasanya langsung vonis Caesar... pernah lihat tidak bayi yang lehernya
terlilit ari-ari tapi masih bisa lahir normal? saya baru saja melihat kemarin
satu malam setelah kelahiran anak saya di rumah bersalin yang sama.... mungkin
kalo dokter langsung di suruh caesar... hebatnya lagi sehari kemudian, ada
janin melintang yang juga bisa lahir dengan normal, padahal menurut dokter
sudah di suruh caesar. apa yang saya sampaikan bukan berarti dokter tidak
sebaik bidan, tapi kita harus memberi pandangan positif atas setiap profesi,
bidan biasanya lebih sensitif dibanding dokter...
btw...
Akhirnya anak lelakiku lahir secara Normal pada hari Rabu 21 November 2007
Jam 3.35 wib dengan berat 2.7kg, 48 cm panjangnya....
Namanya : Muhammad Ksatria Ichsan Pradana
Mohon doanya agar saya menjadi ayah yang baik.
@yahoo.co.id> wrote:
Sebenarnya secara etika kedokteran, bila dokter yg menangani kita
sedang berhalangan secara otomatis akan ditangani oleh dokter lain yg dipercaya
oleh dokter pertama. Bila pada situasi yg tidak emergencyan biasanya akan minta
persetujuan pasien dulua.
Saya tidak tahu kenapa pada kasus saya, saya tidak ditangani oleh dokter lain.
Menurut analisa saya sih si dokter tidak bisa dihubungi dan kebetulan ketemu
sama bidan yg sok tahu (mungkin dia merasa sudah senior dan pengalaman).
Itulah yg menyebabkan pada malam setelah saya melahirkan semua bidan saya
dengar di marahi oleh dokter kandungan saya (kebetulan dia pimpinan di RS
bersalin itu) apalagi setelah melihat medical record saya.
Dan besok paginya (pkl 5.30) semua bidan masuk ke ruangan saya, utk minta ma'af.
Jadi sepertinya tidak perlu utk mencari dokter ke 2, tapi pastikan bahwa dia
ada saat kelahiran dan pastikan/tanyakan bahwa selalu ada dokter pengganti yg
stand by.
Memang.....kalau kelahiran normal tidak bisa dijadwal. Bentrok dengan jadwal
kelahiran pasien lain memang sangat bisa terjadi.
So.....jangan jadi khawatis dengan cerita saya, tapi mungkin bisa dijadikan
pelajaran pengalaman utk para bunda.
Semoga membantu, ya.....
Regards,
YUSRI
Sent from my BlackBerry® wireless device
-----Original Message-----
From: yully sebayang <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Sun, 18 Nov 2007 01:14:45
To:[email protected]
Subject: Re: [Ayahbunda-Online] need info: melahirkan dengan bidan
Mbak Yusri, sietelah saya membaca cerita mbak Yusri, saya berfikir apa perlu
saya mempunyai dua org dokter?
Maksudnya ketika salah seorang dokter tidak bisa/sibuk pada saat saya akan
melahirkan, mungkin saya bisa memanggil dokter yang lain?
Yully
[Non-text portions of this message have been removed]