Dear Melyn, Pengalaman melahirkan pertama emang membingungkan yaaa...Mau sharing aja, kalo saya dulu lahirannya normal..... so, biar sama dengan Melyn, saya sharingnya cerita tentang kakak saya aja yang juga lahiran secara sesar. Setelah kakak saya lahiran, bayi segera dibawa ke ruang penanganan bayi khusus untuk di cek tanda-tanda vitalnya dan diberi suntikan vitamin (kalo ngga salah). Yang ditest biasanya nilai APGAR-nya, kalau nilainya rata-rata di atas 8-9, maka si bayi baru akan dianggap sehat. Setelah itu, bayi akan disimpan di ruang khusus bayi (kecuali kalo melyn minta fasilitas rooming in alias mau seruangan dengan bayi). Nah, nanti tamu-tamu yang datang pengen liat bayinya, akan diminta melihat melalui kaca jendela ruangan khusus bayi (ruangannya steril). Soalnya, bayi yang baru lahir kan sangat rentan, mudah terkontaminasi, misalkan aja ada tamu yang pilek, atau dari luar yang udaranya kotor, atau ada kuman di pakaian si tamu (maaf sebelumnya yaa.... cuma tamu kan bisa berbagai tipe) kalo kontak langsung dengan bayi dikhawatirkan akan membahayakan kesehatan si bayi baru. Kakak saya waktu itu diberi waktu untuk tidur selama 2 jam-an, trus setelah bangun, ditanya oleh suster apakah kondisi ibu siap bertemu bayinya sekarang? kalo iya, maka bayinya dibawa ke ruangan ibu dengan box kecil kayak akuarium yang atasnya terbuka..hihihi..., dan ibu akan diberi kesempatan "berkenalan" dengan bayi selama beberapa saat (sekalian diajarkan menyusui bayinya), tapi kalo ibunya mau istirahat, maka bayi akan dibawa kembali ke ruangan khusus bayi lagi. Nah, selama perawatan (kalo sesar biasanya 5 hari ya..) kalo ibunya ingin ketemu bayi (untuk dipamerin ke tamu... atau untuk berlatih menyusui) tinggal telp ke meja perawat, minta bayinya dibawa ke ruangan ibu. Biasanya bayi baru akan dibatasi dulu bertemu dengan terlalu banyak orang (makanya jumlah penjenguk di ruangan ibu suka dibatasi) karena ya itu tadi.... dikhawatirkan terkontaminasi udara kotor atau kuman penyakit yang bisa saja menempel di tamu yang datang. Gitu lhhoooooo...... tapi, ini adalah model perawatan ibu dan bayi yang terpisah, bukan rooming-in... Gitu aja sharing saya, moga membantu... Cheers,-Dewi Indah-===========================--- On Fri 02/01, melynn zezy < [EMAIL PROTECTED] > wrote:From: melynn zezy [mailto: [EMAIL PROTECTED]: [EMAIL PROTECTED]: Fri, 1 Feb 2008 10:05:05 +0000 (GMT)Subject: [Ayahbunda-Online] (tanya) Setelah melahirkan, ngapain?
Dear moms... Sekedar sharing dan cari info...Pas melahirkan anak pertama, saya oprasi caesar.Trus setelah selesai smua, saya kembali ke kamar. Tamu2 dan kluarga dekat sudah banyak yang berada dikamar, mengunjungi saya.Setengah jam kemudian, baby dibawa masuk ke kamar dalam box kecil tempat dia tidur di rumah sakit.Saya sempet nanya ke susternya, trus ngapain nih? Saya boleh makan ngga? Baby nya diapain? Katanya ibu istirahat aja, makannya nanti nunggu buang angin dulu. Trus babynya? Katanya ngga papa ditaroh disini dulu. Karena excitednya saya dan juga banyak tamu yang liat saya dan baby, ngga terasa 3 jam berlalu. Saya tetep tiduran di kasur, baby tetep di box jadi pajangan (hehehe). Sampe akhirnya saya panggilin susternya suruh dia bawa babynya. Sebenernya apa sih yang harus dilak ukan? Berhubung saya caesar, ngga brani bergerak takut luka lagi. Tapi masak sih babynya 3 jam dibiarin gitu. Dia sih ngga kenapa2, cuma kadang ngoek2 bentar, trus diem lagi...Tapi apa ngga di susuin, ato diapain gitu? Kalo inget waktu itu, rasanya bego banget hehehe... sekarang saya mo nanya pendapat moms dan docs... supaya pengalaman yang kedua ngga sebego yang pertama.. MakasihMelynSend instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com _______________________________________________ No banners. No pop-ups. No kidding. Make My Way your home on the Web - http://www.myway.com
