Salam untuk semuanya,

Wah ibu Yulia masih lebih beruntung dari pada saya. Setidaknya bisa 
terlepas/hidup mandiri sementara saya mungkin untuk selamanya ga 
mungkin bisa pisah tinggal dengan mertua perempuan saya karena suami 
saya anak satu2nya dan mertua lelaki sudah meninggal dunia. Jadi ga 
mungkin suami saya bisa meninggalkan ibunya untuk hidup sendiri. 
Seperti yang ibu Yulia katakan saat ini memang hanya kesabaran dan 
keikhlasan hati walau terkadang sih rada ngedongkol jg dalam hati. 
Tapi ya mau bagaimana lagi, selama ini saya cuma bisa mencoba untuk 
mengerti jalan pemikirannya. Ya doain aja agar saya bisa terus 
bersabar untuk menghadapi itu semua. Saat ini saya mencoba untuk 
berbagai agar ganjalan yg ada didalam hati sedikit berkurang dan 
saya yakin kalau Tuhan akan selalu memberi jalan yang terbaik buat 
kita semua.

-- In [email protected], Yulia Setyowati 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Dear all,
>    
>   Duhhhh begitu berlembar-lembar ya kalo cerita mertua ... emang 
gak akan ada habis-habisnya .... ternayta tidak hanya saya aja yang 
merasakan hal ini ...... masiha da yang lebih parah dari saya ..... 
>    
>   sekilas tentang aku ..... aku tinggal di jkt dan menetap di 
mertua sudah 2thn lamanya .... baru 1/2 tahun ini kita hidup mandiri 
(rumah sendiri) .... aku dan mertua sekarang serumah lagi, karena 
rumah mertua sedang direnov hingga bulan april depan .... baru aja 
menginjak seminggu ibu mertua udah gesek2 kuping dan hatiku 
terus ..... dengan fitnahan2 yang tidak aku lakukan ..... kaloa 
diceritakan awal mulanya pasti panjang dan aku udha capek bercerita 
tapi kalo tidak aku ceritakan aku bisa gila stress ... naudzubillah
>    
>   dari pengalaman2 yang mom ceritakan betul2 menyentuh dan membuka 
pikiran dan hati saya ...... setelah saya simpulkan ternyata obatnya 
gak jauh juga dengan apa yang saya dengar dan harus saya jalani 
yaitu iklas, sabar, ngalah, nurut, dsbnya ... yang lebih pas mungkin 
bisa dicoba dengan cinta dan kasih sayang walupun kita merasa 
teraniaya .... tidak smeua orang tua bermaksud jahat .. hanya saja 
cara menyampaikannya yang sedikit berbeda ... bukan begitu mom ? ...
>    
>   mengenai ipar2 yang tadinya sangat akrab denganku sekrang 
berbalik .... tapi aku tidak menyalahkan mereka, walau bagaimanapun 
beliau adalah ibu mereka ... ajdi aku yang harus mengerti ..... dan 
yang utama suami tidak sampai gelap mata ataupun berat hati ... 
insyallah sampai sekarangpun hati suami saya dan saya tidak ada 
pikiran untuk memilih siapa dan siapa dia ..... 
>    
>   Mohon doa restu ..... insyallah aku akan coba strategi atau 
saran-saran yang mom berikan ... selain dari itu mohon doanya agar 
suami saya diterima bekerja di negara sebrang ntah dimana ..... 
bukan sebagai penghindar maslah .. tapi bisa dibilang awal dari 
keharmonisan dapat terjalin kembali setelah kepulangan bekerja 
dinegeri sebrang ..... amin
>    
>   i love you all .... salam buat anak tersayang dirumah ..... 
semoga aku bisa menjadi lingling :) (makasih PPT nya mba linus :) )
>    
>    
>   http://ninodiaonline.blogspot.com 
>    
> 
> 
> Regards,
> Yulia Setyowati
>        
> ---------------------------------
> Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! 
Mobile.  Try it now.
>


Kirim email ke