dear moms, ngomongin mertua emang ga ada abis2nya...apalagi mertua perempuan...waduuhhh...puyeng deh...tapi walaupun bagaimana, kita nikah sama anaknya, dan sekarang kita juga (mau ga mau) jadi anaknya juga. sudah selayaknya kita menghormatinya seperti ortu kita sendiri (insya Allah).
moms, pernah ga terlintas kalo suatu saat kita juga akan jadi mertua? gimana ya nanti kalo kita jadi mertua? apa anak2 dan mantu2 kita juga akan memperlakukan kita dengan baik? pertanyaan2 ini yang selalu melintas dalam pikiran saya kala saya kesal pada mertua saya. sabar, ikhlas, tawakal, ngalah ....semua sudah coba saya terapkan, tapi kok dongkol ga ilang2 ya? capee deeehhh.... saya pernah bertanya pada sahabat yang saya tua-kan...dia cuma tertawa. dia bilang, bagaimanapun mertua itu orang tua kita juga....tapi karena kita berasal dari keluarga (yang tadinya) berbeda, mana nilai2 dan norma, aturan hidup pun berbeda. perbedaan itu yang harus kita toleransi. toh kita ga akan bisa memaksakan keinginan kita pada mertua. jangan jadikan itu sebagai stress, tapi lihat sebagai keindahan. jadikan itu sebagai kunci untuk saling menghargai. memang ga semua keinginan mertua (atopun orang tua sendiri) bisa kita penuhi setiap saat. kita juga punya keinginan, pemikiran dan pendapat sendiri kok. yang penting bagaimana kita bisa membuatnya mengerti tanpa kita paksa (boleh sedikit tegas kok, asal jangan jadi kayak orang keras kepala aja). salam buat semua, memang ga ada kata lain selain sabar......sori kepanjangan...semoga bisa menjadi renungan. semoga Allah memberikan yang terbaik bagi kita, amien. bunda echa-- cilya_marita <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Salam untuk semuanya, Wah ibu Yulia masih lebih beruntung dari pada saya. Setidaknya bisa terlepas/hidup mandiri sementara saya mungkin untuk selamanya ga mungkin bisa pisah tinggal dengan mertua perempuan saya karena suami saya anak satu2nya dan mertua lelaki sudah meninggal dunia. Jadi ga mungkin suami saya bisa meninggalkan ibunya untuk hidup sendiri. Seperti yang ibu Yulia katakan saat ini memang hanya kesabaran dan keikhlasan hati walau terkadang sih rada ngedongkol jg dalam hati. Tapi ya mau bagaimana lagi, selama ini saya cuma bisa mencoba untuk mengerti jalan pemikirannya. Ya doain aja agar saya bisa terus bersabar untuk menghadapi itu semua. Saat ini saya mencoba untuk berbagai agar ganjalan yg ada didalam hati sedikit berkurang dan saya yakin kalau Tuhan akan selalu memberi jalan yang terbaik buat kita semua. -- In [email protected], Yulia Setyowati <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Dear all, > > Duhhhh begitu berlembar-lembar ya kalo cerita mertua ... emang gak akan ada habis-habisnya .... ternayta tidak hanya saya aja yang merasakan hal ini ...... masiha da yang lebih parah dari saya ..... > > sekilas tentang aku ..... aku tinggal di jkt dan menetap di mertua sudah 2thn lamanya .... baru 1/2 tahun ini kita hidup mandiri (rumah sendiri) .... aku dan mertua sekarang serumah lagi, karena rumah mertua sedang direnov hingga bulan april depan .... baru aja menginjak seminggu ibu mertua udah gesek2 kuping dan hatiku terus ..... dengan fitnahan2 yang tidak aku lakukan ..... kaloa diceritakan awal mulanya pasti panjang dan aku udha capek bercerita tapi kalo tidak aku ceritakan aku bisa gila stress ... naudzubillah > > dari pengalaman2 yang mom ceritakan betul2 menyentuh dan membuka pikiran dan hati saya ...... setelah saya simpulkan ternyata obatnya gak jauh juga dengan apa yang saya dengar dan harus saya jalani yaitu iklas, sabar, ngalah, nurut, dsbnya ... yang lebih pas mungkin bisa dicoba dengan cinta dan kasih sayang walupun kita merasa teraniaya .... tidak smeua orang tua bermaksud jahat .. hanya saja cara menyampaikannya yang sedikit berbeda ... bukan begitu mom ? ... > > mengenai ipar2 yang tadinya sangat akrab denganku sekrang berbalik .... tapi aku tidak menyalahkan mereka, walau bagaimanapun beliau adalah ibu mereka ... ajdi aku yang harus mengerti ..... dan yang utama suami tidak sampai gelap mata ataupun berat hati ... insyallah sampai sekarangpun hati suami saya dan saya tidak ada pikiran untuk memilih siapa dan siapa dia ..... > > Mohon doa restu ..... insyallah aku akan coba strategi atau saran-saran yang mom berikan ... selain dari itu mohon doanya agar suami saya diterima bekerja di negara sebrang ntah dimana ..... bukan sebagai penghindar maslah .. tapi bisa dibilang awal dari keharmonisan dapat terjalin kembali setelah kepulangan bekerja dinegeri sebrang ..... amin > > i love you all .... salam buat anak tersayang dirumah ..... semoga aku bisa menjadi lingling :) (makasih PPT nya mba linus :) ) > > > http://ninodiaonline.blogspot.com > > > > Regards, > Yulia Setyowati > > --------------------------------- > Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. > --------------------------------- Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.
