Dear all,
seputar pembicaraan tentang masalah suster dari beberapa orang ibu 
kok jadi merembet ke tema "IBU BEKERJA OR TIDAK BEKERJA" nih. Oke, 
sebagai salah satu mods, saya cuma mau menengahi ... Mom Andrew n mom 
lain yang awalnya buka topik ini pastilah tak ingin di-jugde tidak 
memberi yang terbaik dengan meninggalkan anak dengan sitter karena 
harus kerja di luar rumah. Ia minta masukan or share dari sesama ibu 
yang mungkin punya solusi. Saya memaparkan pengalaman saya bekerja 
sama dengan para asisten mengurus anak, justru mau membangun semangat 
sesama ibu yang bekerja di luar rumah, YOU ARE NOT ALONE. Dan masalah 
gak melulu urusannya baby sitter yang nggak becus or yayasan yang 
bermasalah. Sometimes problem comes without being "asked". Yah, tidak 
semua masalah bisa dikendalikan atau dikontrol. Karena,  
Buat Bunda yang mendedikasikan waktu dan diri total buat anak dan 
keluarga wow ... saya acungi jempol, salut, jasamu pastilah dibalas 
setimpal. Yang penting ikhlas, ya kan. Saya selalu punya rasa hormat 
pada para ibu, seperti ibu saya yang full mengasuh saya dan adik saya 
saat kami balita dan tinggal di negeri orang. Buat Bunda yang dapat 
BERKAH (blessing) untuk berperan di luar rumah ... sama, BRAVO. Ibu 
saya yang FTM malah mengangkat 4 jempolnya (loh, pasti jatuh ya :)), 
bahkan mensupport saya full buat kerja di luar rumah. 
Please Bunda, jalani peran apapun dengan cinta dan niat tulus. What 
ever yang orang katakan tentang diri kita. Cause only you Mom, who 
knows the best. 

Best Regards,
Andi Maerzyda A. Th. (Bundanya Keya)
Koordinator AB-Online


Kirim email ke