Dear all,
urusan baby sitter dan yayasan kok jadi merembet ke tema "Ibu Bekerja 
atau Berhenti Kerja", nih?! Yuk, rileks dulu, jangan terlalu serius 
menanggapi tulisan saya tentang suka duka bersama sitter dan yayasan. 
Menanggapi uneg-uneg Cath dan Bunda lainnya yang lagi meradang dengan 
pengasuh, melalui paparan yang lalu, saya cuma mau bilang, that's 
life! Masalah tak selalu bisa dikendalikan. Hubungan kita dengan 
sitter sudah baik, tahunya si sitter yang punya urusan pribadi sampai 
akhirnya tidak bisa lanjut. So Cath n Moms yang lagi kesel dengan 
sitter, kalian nggak sendirian, meski mungkin sedikit beda, saya juga 
pernah kok punya story dalam hal ini. Tak perlu terlalu menyalahkan 
dan sebaliknya terlalu berharap. Yuk, kita kaji hal ini di forum 
lain. Japri ke saya juga boleh (soalnya saya lagi mengembangkan forum 
diskusi yang lebih seru untuk www.ayahbunda-online.com yang lebih 
fresh dan baru).
Menanggapi saran untuk berhenti bekerja ... hm ini temanya lain lagi 
nih. Kita hentikan debat dan silang pendapat ya. Saya yakin Ayah dan 
Bunda punya nilai kebenaran masing-masing. Pasti Pak Rudi dan ayah 
lain ... yang prefer istri di rumah punya alasan yang saya tidak 
berhak nilai atau salahkan. Begitu juga para Bunda yang tidak setuju 
dengan pendapat Pak Rudi atau malah mendukung. Seperti juga yang 
sempat diutarakan, kondisi tiap keluarga beda, saya setuju dan 
hormati hal itu. Mari berdiskusi untuk saling memberi ide segar, 
semangat dalam menjalani peran jadi ortu (ayah dan ibu), dan 
membangun network orang tua balita yang penuh kekeluargaan.
Mudah-mudahan Anda semua setuju ...

Salam hangat,
Andi Maerzyda (Bundanya Keya)
Koordinator Ayahbunda-Online  

Kirim email ke