Bunda Cica n all,
saya termasuk yang sejak awal sadar sekali tentang polemik ini. Di 
satu sisi, dispossible diaper (popok sekali pakai) sangat praktis, di 
satu sisi kurang ekonomis dan menambah timbunan sampah. Tentang popok 
tradisional yang bisa dicuci, kayaknya banyak ya yang sudah 
meninggalkannya karena kurang praktis dan efisien.
Saya banyak browsing seputar hal ini, sebelum Keya lahir, terutama 
situs di Eropa (terutama Jerman, karena sy bisa bahasa ini) di sana 
mereka bersikap sangat ekstrim dan bbrp organisasi gerakan hijau 
bahkan sangat anti dengan dispossible diaper. Mrk memberi memberi 
beberapa alternatif untuk bisa mengatasi timbunan sampah popok tuh 
Bu. Saya rasa bisa diikuti. Hanya saja, saya tidak menyarankan para 
Bunda untuk bersikap anti ya... Saya pikir sebagai ortu kt juga harus 
smart, cerdik menyiasati sekaligus bijak menghadapi situasi. 

Adaptasi yang saya lakukan:
- Memakaikan dispossible diaper terutama ketika anak diajak bepergian 
(misalnya, ke dokter, mengunjungi rumah kerabat atau belanja dll).
- Memakaikan celana plastik yang di dalamnya diberi lapisan nappy 
(lampin)plus nappy liner (kertas tipis yang bikin popok jadi anti 
tembus) selama anak di rumah.

Perihal celana plastik, thanks God, saya lihat sekarang banyak yang 
jual, dari merek yang harganya mahal dan mutunya terjamin, sampai yg 
terjangkau bermerek lokal. Dulu saya harus titip sama sahabat yang 
pergi ke luar negeri (hahha). Untuk nappy (kain yang menampung 
pipis), sekarang saya lihat jg sudah banyak. Dulu, saya beli bahan 
katun lembut berkualitas (tidak sebut merek karena sekarang mereknya 
juga udah "ke laut" hahahah) yang saya jahit sedemikian rupa, meniru 
nappy yang saya titip sama teman yang beli khusus di toko keperluan 
bayi yang ramah lingkungan di Inggris.  

Saya rasa beda keluarga, punya beragam cara. Bgm untuk Bunda anggota 
milis yang tinggal di Eropa, Amerika or Australia? Saya suka iri, 
kalian pasti bisa beli dispossible diaper yang bisa diurai alam 
dengan mudah ya. Rada mahal sih ... tapi yang penting ada yang jual 
heheheh...


Andi Maerzyda A. D. Thambas 
Senior Editor/Redaktur Senior Ayahbunda 
Koord. AB-Online 
visit us @ www.ayahbunda-online.com 

--- In [email protected], "chica tobing" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> Dear All,
> 
> Kan seluruh dunia lg gencar2nya kampanye Go Green! alias selamat 
bumi
> dari global warming. salah satunya adalah dengan menghemat energi.
> baik itu listrik maupun bahan bakar minyak dstnya. dalam kehidupan
> sehari2 sy sdh mulai terpengaruh gaya hidup tsb, dg tidak 
menggunakan
> kantong plastik, menghemat listrik di rumah...ya yg kecil2 gitu sih.
> tp kemudian sy liat pemakaian diaper 2 anak saya yg dalam sehari 
bisa
> abis total 10-12 pcs. kepikiran juga, sbnrnya diaper itu disposable
> ngga sih? susah terurai ngga sih? 
> 
> mohon pencerahan para mommies & daddies ya!
> tengkyu.
> 
> cica tobing,
> www.kafebalita.com
>


Kirim email ke