dear bunda.. hmm, talking bout KB, aku juga lagi pengen ber-KB. tujuannya sama dengan bunda Zaid, pengen menjarangkan kehamilan. terus terang aku ngerasa ga bisa maksimal ngurus keluarga sekarang seandainya aku hamil lagi. fyi, anakkku, Shaliha, baru 1 tahun, dan masih ASI. Alhamdulillah, suami juga mendukung.
rencananya aku pengen ber-KB IUD. tapi kata dokter IUD baru boleh dipasang pada saat hadi. kebetulan aku baru dapat haid pada saat Shaliha 9 bulan. dan kuantitas hadinya buanyak banget, sampe aku merasa perlu cek ke dokter, karena jangan2 bukan haid malah keguguran. Alhamdulillah, cuma haid biasa, tapi memang mengalami sedikit masalah haid (dismenorhea). nah, haid barikutnya baru aku dapat lagi bulan ini, tapi begitu aku balik ke DSOG, katanya lebih baik ga pasang IUD dulu, nunggu jadwal haid lancar lagi aja katanya. soalnya kalo pasang IUD bisa bikin haid jadi lebih banyak. kasian di akunya katanya terus terang aku kok agak "serem" pake IUD. rasanya gimanaaa gitu ya dimasukin alat gitu. tapi aku memang mencari yang paling safety buat kegiatan menyusui Shaliha aja dulu. kalo suntik / pil kan hormonal ya, takutnya mempengaruhi. Apa betul begitu ga ya bunda? trus efek pakai IUD apa aja ya? aku dapat penjelasan bisa menimbulkan vlek / keputihan. Sebenarnya aku pengen ber-KB dengan DSOG yang aku gunakan waktu melahirkan Shaliha, tapi beliau keberatan memasang KC, kata beliau siy soalnya beliau K-FER (Konsultan Fertilitas) dan udah ngeliat begitu banyak pasangan yang mengalami kesulitan punya anak, jadi beliau ga menyediakan fasilitas pasang KB. beliau sebenarnya ga nganjurin aku pasang IUD soalnya aku melahirkan dengan cesar. katanya siy ada banyak permasalahan dengan IUD yang membahayakan rahimn apabila ga terpasang dengan benar, untuk persalinan cesar. tapi it depends dengan orangnya juga siy. jadi kayanya sistem trial error niy. hee untuk para bunda yang sudah ber-KB dan masih menyusui, aku juga pengen nanya efek2 ber-KB dengan suntik / pil? dan gimana ya rasanya setelah pake IUD? banyak yang mengalami masalah ga? yah memang siy beda orang beda kasus ya, tapi mungkin bisa jadi tambahan masukan buat aku, n bunda Zaid. Thx a lot yaa..:) Fany (Bundanya Shaliha) --- In [email protected], "new_nurassyiva" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > masalah KB memang masih menjadi dilema (khususnya saya sendiri). > Awalnya abu Zaid tidak membolehkan saya KB.Setelah nifas pun saya > tidak langsung KB.tapi berdasarkan dorongan keluarga akhirnya abi > menyetujui.karena saya pun masih agak trauma dengan "mulas" pada saat > akan melahirkan. Beberapa teman saya yang tidak KB anaknya baru > berumur 5&6 bulan sudah hamil lagi.(terus terang lm affraid of that) > Dokter saya di Hermina Bandung dr.Anna menyarankan untuk KB alat yang > lebih safe dan beresiko kecil.apalagi saya menyusui eksklusif dan > isyaallah tidak akan mengganggu siklus mens.Setelah diperiksa > USG,tidak ada janin (perlu diperiksa karena sebelumnya saya tidak > KB).Tapi menurut Dr. Anna lebih baik saya kembali lagi setelah > mens.karena dikhawatirkan "campur" yang kemarin2 "sukses".Setelah > beberapa minggu saya mens kembali tapi saya takut kalau pakai > alat.Akhirnya pakai suntuk per 3 bulan.Pada awalnya saya mens tapi > kelamaan tida mens.Saya jadi bertanya2 dan ragu2 terhadap KB > suntik.memang sih banyak hal positif dan negatif termasuk KB.Yang > penting niat awalnya.Jangan samapi niatnya untuk membatasi > keturunan.Karena Rasul mencintai umatnya yang banyak dan berkualitas > tentunya. >
