Jadi pengen nimbrung,
Aku setuju dengan Mbak Lupi.
Dalam menjalani hidup, kadang kita dihadapkan pada persimpangan jalan. Kemana 
kita harus memilih. 
Kalau bagi aku, aku akan memilih jalan dengan resiko yg sekecil mungkin, dan 
sesedikit mungkin korban yg jatuh.

Saat aku masih praktek, justru aku merasa membawa beban yg berat ketika akan 
meninggalkan anak2 dirumah. Sementara, mereka butuh bimbingan utk mengerjakan 
tugas2 sekolah.
Kelebihanku sekaligus juga kelemahanku, aku akan mengerjakan semua pekerjaan 
tanpa tanggung2. Akhirnya..... kalau aku memutuskan utk tetap bekerja, aku 
yakin anak2ku yg akan menjadi korban.

Dan saat aku memutuskan utk berhenti bekerja, bukan berarti saya sudah bisa 
hidup berlebihan. Kalau menghitung pendapatan suami dan pengeluaran, pastinya 
besar pasak daripada tiang.
Tapi dengan mengucapkan Basmalah....dan niat yg ikhlas, saya tinggalkan 
pekerjaan saya dan total mengurus anak2. Alhamdulilah......sejak saat itu 
karier suami terus meningkat. Otomatis hidup kami jauh lebih baik. Perusahaan 
yg dirintis bersama kawan2nya (secara operasional dipimpin oleh kawan suami) 
bisa berjalan baik.
Jadi......saya percaya, Allah sudah mengatur segalanya. Dan segala keputusan 
dan kehendak Allah sudah sesuai dengan kebutuhan tiap umat-Nya.
Tugas kita sebagai manusia, hanya bersyukur dan memandang segala keputusan itu 
dari sisi baiknya. Sehingga tidak timbul istilah "Rumput tetangga terasa lebih 
hijau".


Regards,
YUSRI
email: [EMAIL PROTECTED]

Sent from my BlackBerry® wireless device

-----Original Message-----
From: palupi satya <[EMAIL PROTECTED]>

Date: Wed, 23 Apr 2008 00:36:06 
To:[email protected]
Subject: Re: [Ayahbunda-Online] Re: Bingung pilih resign atau enggak


Moms, 
  
Hidup ini memang penuh dilema yaa. Tapi seneng deh punya temen moms yang slalu 
bisa nyemangatin n kasi masukan untuk tiap masalah. Moms yang bekerja pingin 
bisa jadi FTM, sementara aku sendiri yang FTM, pengan bisa kerja karena suntuk 
dirumah hehehe, rencana 1 thn lagi klo Ara dah masuk PG aku pengen cari2 kerja 
*yang nyante tentunya*. Terkadang saat curhat dengan teman2, terkesan aku 
dianggap tidak bersyukur karena sudah diberi kesempatan dan kemudahan menjadi 
FTM, namun selaluu aja complain kiri kanan, hahaha. Memang bekerja bukan 
sekedar cari tambahan finansial *untuk beli bedak:p*, walau alasan tiap mom 
bisa jadi beda, tapi pengaktualisasian diri memang aku pribadi ngrasa 
perlu. Walo jaman skarang udah canggih, ada konsep SOHO (Small Office Home 
Office), atau working-at-home-mom, yang aku rasa aktualisasinya *untukku* ga 
kan mudah. Lha ngenet2 having fun aja direcokin Ara, gimana klo harus mlotoin 
komputer serius untuk nyelesin kerjaan, atau bikin2 kerajinan sgala macem, yang 
ada pasti bingung bagi waktunya, bisa jadi tergantung anaknya * dan kemauan 
keras ibunya* juga sih:D Mungkin harus bekerja dulu biar bisa merasakan betapa 
berharganya menjadi FTM yang bisa seharian bercengkerama dengan si kecil:) 
  
Kalo aku boleh berbagi, memang ga ada yang bisa kita lakukan selain menjalani 
hidup ini apa adanya. Bersyukur segala nikmat yang telah dilimpahkan Allah. 
Manusia boleh berencana toh Tuhan yang menentukan, klo kata orang barat "let it 
flow". Sperti mom  bilang, ada saatnya anak kita udah ga butuh kita 
mendampingi, tinggal tunggu waktu yang pas untuk beraktivitas di luar. Tapi 
menurutku, jaman skarang yang menuntut pengalaman kerja n skill yang advance 
tentu ga gampang untuk seorang FTM mengejar ketertinggalan, kembali memutuskan 
bekerja saat anaknya tumbuh dewasa, dimana pasti selain terganjal usia n 
pengalaman, udah kehilangan percaya diri atas kompetensi yang *dahulu* 
dimiliki, kecuali bekerja sendiri sebagai entrepreuner yak:p Loh kok aku jadi 
curhat ya mom, tapiiii memang aku pun masih berusaha berdamai dengan diri 
sendiri *minjem istilah Mamut:p*, terkadang keinginan untuk berkarier begitu 
besar tetapi selalu surut dengan sendirinya jika melihat mata si kecil, melihat 
betapa ia masih membutuhkanku *ihik jadi melankolis*. Belum lagi aku ga yakin 
bisa jadi super mom yang bisa bekerja di luar rumah sekaligus meng-handle rumah 
tangga dengan baik, soalnya aku bermasalah dengan manajemen waktu nih 
mom:D Tetap...semua "Indah pada Waktunya*--lagi2 minjem istilah Delon, hahahaa. 
Peace yoo... 
  
Salam, 
  
Lupi~Ara's mum~

Iva Tifandini <[EMAIL PROTECTED]> wrote:  
 
Hi moms,

Memang ya menjadi ibu bekerja itu banyak sekali dilemanya... Anak sakit... mana 
tega sih kita tinggalin tapi bolos keseringan juga ga mungkin. Ini sering 
terjadi sama saya (sampai hari ini saya masih bekerja), untungnya bos dikantor 
begitu pengertian (mungkin karena beliua jg wanita) jadi kalau saya sering 
bolos karena anak,beliau cuma iya.. iya saja :) tapi saya yang jadi ga enak...

Seperti sekarang ini, bulan juli nanti Dhava sudah mau sekolah, kembali dilema 
menghadang saya karena sebetulnya dari dulu saya bercita-cita ingin selalu 
berada disamping anak, saya ingin ketika mereka pulang sekolah, bundanya yang 
pertama kali dia temui, tapi secara financial saya belum bisa berhenti bekerja. 

Makanya mulai dari sekarang saya coba berdagang dengan harapan nanti kalau 
usaha ini sudah lancar bisa saya remote dari rumah jadi saya bisa mendampingi 
anak-anak seperti yang saya idam-idamkan.

Tentunya setiap orang punya pertimbangan sendiri apakah dia sebaiknya resign 
atau tetap bekerja karena menurut saya pengaktualisasian diri kan tidak harus 
dengan bekerja diluar rumah (aduh kok jadi serius gini ya... :) )

Jadi moms... selamat buat anda-anda yang sudah memilih menjadi fulltime mom 
(hope I can join the club soon...) dan selamat juga buat anda-anda yang bisa 
dengan bijaksana membagi waktu antara kerja dan menjadi ibu (I know need lot of 
works). Pilihan kembali kepada diri kita sendiri...

Waduh maaf ya kalau jadi curhat ... :D


salam,
Bunda Dhava Aulia


 
----------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now. 
<http://us.rd.yahoo.com/evt=51733/*http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ
 >                                                                         
------------------------------------

Subscribe: [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]

Info Belanja si Kecil: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Ayahbunda-Online/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Ayahbunda-Online/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke