Wah, Mbak Dini..... Menurut saya, semua nya tergantung situasi dan kondisi tiap rumah tangga. Kalau saat ini (saat anak2 masih balita) ada orang yg dipercaya menjaga si kecil, tentu saja Mbak Dini bisa tenang bekerja. Sampai semua masalah keuangan teratasi (cicilan tanah). Menurut saya, yg penting saat anak2 mulai besar (SD) ada ibunya yg mengawasi perkembangan nya. Terutama dari sisi perkembangan jiwa dan pergaulan. Karena kalau mengenai materi pelajaran, kita bisa mengatasinya dengan mencari guru private.
Saya juga baru meninggalkan pekerjaan saya, saat hamil anak ke 3. Sementara anak2 saya yg lain sudah duduk di SD. Bayangkan Mbak.....saat anak2 saya sekolah, justru saya dirumah. Saat anak2 ada dirumah, justru saya ada di klinik. Pulang dari klinik jam 20.30. Sampai dirumah dalam keadaan cape, "dihadang" anak2 utk membuat PR. Belum lagi, sampai dirumah anak sy minta dibelikan alat2 prakarya utk besoknya (penyakit anak2 adalah "lupa"). Alhasil.....saya harus keluar rumah lagi utk pergi ke toko buku. Belum lagi kalau saya sedang gak ada PRT. Anak2 saya bawa ke klinik berikut dengan perlengkapan belajarnya. Klu suami sedang tdk keluar kota bisa jemput anak2 di klinik. Tapi klu suami sedang tugas luar kota, otomatis anak2 harus pulang malam. Padahal besoknya mereka harus sekolah. Wah.....pokoknya repot banget....!!! Yang saya perhatikan, akhirnya anak2 saya yg harus "menjadi korban". Akhirnya.....daripada mereka yg harus menjadi korban, lebih baik saya yg "berkorban". Satu orang yg menjadi korban jauh lebih baik daripada 3 orang korban, kan....??? Keuntungan yg saya rasakan : 1. Anak2 terpantau perkembangan nya dan pergaulannya. Apalagi zaman sekarang, yg semua acara di TV bisa dilihat dan dicontoh anak2. Banyak yg saya harus jelaskan pada anak2 saat menonton TV. 2. Paling tidak, kita bisa membimbing anak2 belajar sendiri tanpa emosi karena letih sehabis pulang kerja. 3. Yang saya perhatikan, anak2 yg ibu nya di rumah perkembangan emosi nya juga lebih stabil. Yah......dengan melihat sisi positifnya, saya tidak merasa menyesal dengan keputusan yg sudah saya ambil utk berhenti bekerja dan menjadi FTM. Regards, YUSRI email: [EMAIL PROTECTED] Sent from my BlackBerry® wireless device -----Original Message----- From: "capung kecil" <[EMAIL PROTECTED]> Date: Wed, 23 Apr 2008 17:02:26 To:[email protected] Subject: Re: [Ayahbunda-Online] Re: Bingung pilih resign atau enggak Dear moms, saya sendiri sekarang masih bekerja, anak saya berumur 22bulan, dan yang kedua Insya Allah lahir bulan juli 2008. Pertimbangan saya bekerja sampai saat ini karena gaji suami saja tidak cukup untuk kebutuhan kami, selain itu juga untuk aktualisasi diri. Tapi untuk ke depannya saya memang berencana jadi full time mom. Mungkin masih 3 tahun lagi, karena pada saat itu cicilan tanah saya seharusnya sudah lunas. Boleh minta pendapat moms kira2 umur berapa ya anak sedang benar2 membutuhkan ibunya ? apakah saat dia masuk sekolah, sehingga kita bisa membimbingnya belajar ? atau saat golden years dari 0-5 thn ? Saya hanya tidak ingin membuat keputusan yang nantinya saya sesali. trims sebelumnya, - dini 2008/4/23 - Yusri - <yusri_ayahbundaonli <mailto:[EMAIL PROTECTED]> [EMAIL PROTECTED]>: Jadi pengen nimbrung, Aku setuju dengan Mbak Lupi. Dalam menjalani hidup, kadang kita dihadapkan pada persimpangan jalan. Kemana kita harus memilih. Kalau bagi aku, aku akan memilih jalan dengan resiko yg sekecil mungkin, dan sesedikit mungkin korban yg jatuh. Saat aku masih praktek, justru aku merasa membawa beban yg berat ketika akan meninggalkan anak2 dirumah. Sementara, mereka butuh bimbingan utk mengerjakan tugas2 sekolah. Kelebihanku sekaligus juga kelemahanku, aku akan mengerjakan semua pekerjaan tanpa tanggung2. Akhirnya..... kalau aku memutuskan utk tetap bekerja, aku yakin anak2ku yg akan menjadi korban. Dan saat aku memutuskan utk berhenti bekerja, bukan berarti saya sudah bisa hidup berlebihan. Kalau menghitung pendapatan suami dan pengeluaran, pastinya besar pasak daripada tiang. Tapi dengan mengucapkan Basmalah....dan niat yg ikhlas, saya tinggalkan pekerjaan saya dan total mengurus anak2. Alhamdulilah......sejak saat itu karier suami terus meningkat. Otomatis hidup kami jauh lebih baik. Perusahaan yg dirintis bersama kawan2nya (secara operasional dipimpin oleh kawan suami) bisa berjalan baik. Jadi......saya percaya, Allah sudah mengatur segalanya. Dan segala keputusan dan kehendak Allah sudah sesuai dengan kebutuhan tiap umat-Nya. Tugas kita sebagai manusia, hanya bersyukur dan memandang segala keputusan itu dari sisi baiknya. Sehingga tidak timbul istilah "Rumput tetangga terasa lebih hijau". Regards, YUSRI email: [EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]> co.id Sent from my BlackBerry® wireless device -----Original Message----- From: palupi satya <[EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]> com> Date: Wed, 23 Apr 2008 00:36:06 To:Ayahbunda- <mailto:[EMAIL PROTECTED]> [EMAIL PROTECTED] Subject: Re: [Ayahbunda-Online] Re: Bingung pilih resign atau enggak Moms, Hidup ini memang penuh dilema yaa. Tapi seneng deh punya temen moms yang slalu bisa nyemangatin n kasi masukan untuk tiap masalah. Moms yang bekerja pingin bisa jadi FTM, sementara aku sendiri yang FTM, pengan bisa kerja karena suntuk dirumah hehehe, rencana 1 thn lagi klo Ara dah masuk PG aku pengen cari2 kerja *yang nyante tentunya*. Terkadang saat curhat dengan teman2, terkesan aku dianggap tidak bersyukur karena sudah diberi kesempatan dan kemudahan menjadi FTM, namun selaluu aja complain kiri kanan, hahaha. Memang bekerja bukan sekedar cari tambahan finansial *untuk beli bedak:p*, walau alasan tiap mom bisa jadi beda, tapi pengaktualisasian diri memang aku pribadi ngrasa perlu. Walo jaman skarang udah canggih, ada konsep SOHO (Small Office Home Office), atau working-at-home-mom, yang aku rasa aktualisasinya *untukku* ga kan mudah. Lha ngenet2 having fun aja direcokin Ara, gimana klo harus mlotoin komputer serius untuk nyelesin kerjaan, atau bikin2 kerajinan sgala macem, yang ada pasti bingung bagi waktunya, bisa jadi tergantung anaknya * dan kemauan keras ibunya* juga sih:D Mungkin harus bekerja dulu biar bisa merasakan betapa berharganya menjadi FTM yang bisa seharian bercengkerama dengan si kecil:) Kalo aku boleh berbagi, memang ga ada yang bisa kita lakukan selain menjalani hidup ini apa adanya. Bersyukur segala nikmat yang telah dilimpahkan Allah. Manusia boleh berencana toh Tuhan yang menentukan, klo kata orang barat "let it flow". Sperti mom bilang, ada saatnya anak kita udah ga butuh kita mendampingi, tinggal tunggu waktu yang pas untuk beraktivitas di luar. Tapi menurutku, jaman skarang yang menuntut pengalaman kerja n skill yang advance tentu ga gampang untuk seorang FTM mengejar ketertinggalan, kembali memutuskan bekerja saat anaknya tumbuh dewasa, dimana pasti selain terganjal usia n pengalaman, udah kehilangan percaya diri atas kompetensi yang *dahulu* dimiliki, kecuali bekerja sendiri sebagai entrepreuner yak:p Loh kok aku jadi curhat ya mom, tapiiii memang aku pun masih berusaha berdamai dengan diri sendiri *minjem istilah Mamut:p*, terkadang keinginan untuk berkarier begitu besar tetapi selalu surut dengan sendirinya jika melihat mata si kecil, melihat betapa ia masih membutuhkanku *ihik jadi melankolis*. Belum lagi aku ga yakin bisa jadi super mom yang bisa bekerja di luar rumah sekaligus meng-handle rumah tangga dengan baik, soalnya aku bermasalah dengan manajemen waktu nih mom:D Tetap...semua "Indah pada Waktunya*--lagi2 minjem istilah Delon, hahahaa. Peace yoo... Salam, Lupi~Ara's mum~ Iva Tifandini <[EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]> com> wrote: Hi moms, Memang ya menjadi ibu bekerja itu banyak sekali dilemanya... Anak sakit... mana tega sih kita tinggalin tapi bolos keseringan juga ga mungkin. Ini sering terjadi sama saya (sampai hari ini saya masih bekerja), untungnya bos dikantor begitu pengertian (mungkin karena beliua jg wanita) jadi kalau saya sering bolos karena anak,beliau cuma iya.. iya saja :) tapi saya yang jadi ga enak... Seperti sekarang ini, bulan juli nanti Dhava sudah mau sekolah, kembali dilema menghadang saya karena sebetulnya dari dulu saya bercita-cita ingin selalu berada disamping anak, saya ingin ketika mereka pulang sekolah, bundanya yang pertama kali dia temui, tapi secara financial saya belum bisa berhenti bekerja. Makanya mulai dari sekarang saya coba berdagang dengan harapan nanti kalau usaha ini sudah lancar bisa saya remote dari rumah jadi saya bisa mendampingi anak-anak seperti yang saya idam-idamkan. Tentunya setiap orang punya pertimbangan sendiri apakah dia sebaiknya resign atau tetap bekerja karena menurut saya pengaktualisasian diri kan tidak harus dengan bekerja diluar rumah (aduh kok jadi serius gini ya... :) ) Jadi moms... selamat buat anda-anda yang sudah memilih menjadi fulltime mom (hope I can join the club soon...) dan selamat juga buat anda-anda yang bisa dengan bijaksana membagi waktu antara kerja dan menjadi ibu (I know need lot of works). Pilihan kembali kepada diri kita sendiri... Waduh maaf ya kalau jadi curhat ... :D salam, Bunda Dhava Aulia ---------------- Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. <http://us.rd. <http://us.rd.yahoo.com/evt=51733/*http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ> yahoo.com/evt=51733/*http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ > ------------------------------------ Subscribe: ayahbunda-online- <mailto:[EMAIL PROTECTED]> [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe: ayahbunda-online- <mailto:[EMAIL PROTECTED]> [EMAIL PROTECTED] Info Belanja si Kecil: momsmart-subscribe@ <mailto:[EMAIL PROTECTED]> yahoogroups.com Yahoo! Groups Links ------------------------------------ Subscribe: [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED] Info Belanja si Kecil: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Ayahbunda-Online/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/Ayahbunda-Online/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
