Dear Bunda (juga buat Bunda lain yang lagi kesel sama para asisten), saya baruuuuuu aja memecat asisten saya (bekerja kurang dari 1 bulan) yang punya karakteristik suka "main belakang". Awalnya saya berusaha menanggapi keluhan yang ia sampaikan "di belakang" saya dengan penyesuaian. Ya ... entah memberikan pilihan, atau menyesuaikan cara penyampaian (tapi bukan penyesuaian standar ya ... apalagi standar kebersihan, keamanan dan kinerja). Tapi ... kalo lama2 si asisten ini menciptakan Psy-War, menurut saya dia gak punya posisi tawar. Bunda bisa beri dia kesempatan, tapi kalau feeling Bunda bilang gak ada efek or kemajuan sebaiknya mulai cari orang baru lah. Awalnya berat sih, apalagi cari asisten rumah tangga or pengasuh di zaman sekarang susahnya minta ampun. Ya spt juga keluhan Mom Cath dan lainnya di posting mg lalu. Tapi hemat saya, utamakan kenyamanan rumah dan keluarga kita. Apalagi kalau udah urusannya anak. But ... saran saya ... tetap ya ... sampaikan pandangan Bunda ke PRT ini dengan bahasa yang sesederhana mungkin, namanya juga pendidikan terbatas, jadi jangkauan pemahamannya juga sebatas kepentingan dirinya sendiri. Meskipun kesel, anggaplah sebagai orang yang waras kita yang harus "ngalah", jadi tetaplah sampaikan terima kasih atas support-nya selama ini dan kasih tahu aja this isn't about personal but professional reason.
Andi Maerzyda (Bunda Keya) Koordinator Ayahbunda-Online --- In [email protected], ivena lisda <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > dear moms, > > Aku minta advise sama moms soal pengasuh anakku, jadi begini ceritanya PRT aku tuh ga boleh di bilangin,kalau aku kasih tau tolong anakku di ajarin makan,eh dia didepan saya sih iya2,tapi diam2 dia ga suka sama omongan saya (saya taunya dari buku diarynya).Diam2 saya baca buku diarynya,krn terus terang saya tuh tidak tau latar belakang dia,jd terpaksa saya cari tau tentang dia dari buku diarynya. > Diam2 dia tidak betah kerja ditempat saya,karena dia bilang banyak aturan,padahal aturan kita standar banget...tolong pakai listrik seperlunya,pakai air seperlunya.....tp dia tersinggung. Tapi kalau sama anakku sih dia keliatan sayang....tapi orangnya pinter pura2,kawatir aja dia pura2 sayang sama anak saya. > Kemaren sempet saya ancem,kamu masih mau kerja di sini ato engga? tapi dia bilang masih mau kerja.Ternyata di buku diarynya dia bilang "emangnya gw pikirin mau diancem dipecat,masa bodo". Kaget juga saya,ga nyangka orangnya kurang ajar gitu. > > Nah dari sebagian cerita saya,kira2 menurut moms gimana?apa saya perlu cari pengganti ato gimana perlakuin dia? > > thanks y moms atas perhatian dan advisenya. > > > --------------------------------- > Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. >
