Bener Mbak Andy.......
Rasanya justru sang majikan yg dituntut utk menyesuaikan diri dengan dia. Bukan 
sebaliknya.
Aku juga punya prinsip, kalau sekiranya setelah diberi "arahan" tetap gak bisa 
diajak kerja sama, lebih baik saya mencari yang lain saja. 
Saya selalu bilang pada mereka, bahwa antara saya dan dia harus bisa bekerja 
sama. Saya harus bisa menerima kekurangan mereka sebagai PRT, tapi mereka juga 
harus menerima kekurangan kita sebagai majikan.

Saat ini aku sedang menghadapi masalah yg sama. Aku punya 2 PRT orang jawa 
cilegon. Yg satu kerjanya bagus, rajin dan anaknya mau dikasih tahu. Dan dia 
betah kerja sama aku. Anaknya nrimo. 
Dia cerita, dia mau kerja ke bogor karena ingin gaji yg lebih besar. Di cilegon 
dia kerja hanya digaji 200rb dan dibayarnya dicicil.

Yang bawa masalah adalah kawan nya yg dia bawa. Sudah gak bisa kerja, ngeyel, 
kalau dikasih tahu bantah dibelakang. Yg parah, dia menghasut anak yg rajin utk 
pulang kampung. Sebelumnya dia kerja di pabrik. Waktu mereka datang, dan aku 
tahu bahwa bahwa dia kerja di pabrik, aku udah menyangka dia akan bawa masalah. 
Biasanya orang yg sudah kerja di pabrik, akan sulit utk kerja rumah tangga. 
Ternyata feeling saya benar2 terjadi.....

Tapi aku mau ndablek aja.......
Sambil cari2 penggantinya. Supaya kalau akhirnya mereka minta pulang, aku dah 
siap.




 


Regards,
YUSRI
email: [EMAIL PROTECTED]

Sent from my BlackBerry® wireless device

-----Original Message-----
From: "Andi Maerzyda Amalyah" <[EMAIL PROTECTED]>

Date: Tue, 06 May 2008 20:41:10 
To:[email protected]
Subject: [Ayahbunda-Online] Re: minta advise soal PRT,please


Dear Bunda (juga buat Bunda lain yang lagi kesel sama para asisten),
 saya baruuuuuu aja memecat asisten saya (bekerja kurang dari 1 bulan) 
 yang punya karakteristik suka "main belakang". Awalnya saya berusaha 
 menanggapi keluhan yang ia sampaikan "di belakang" saya dengan 
 penyesuaian. Ya ... entah memberikan pilihan, atau menyesuaikan cara 
 penyampaian (tapi bukan penyesuaian standar ya ... apalagi standar 
 kebersihan, keamanan dan kinerja). Tapi ... kalo lama2 si asisten ini 
 menciptakan Psy-War, menurut saya dia gak punya posisi tawar. Bunda 
 bisa beri dia kesempatan, tapi kalau feeling Bunda bilang gak ada 
 efek or kemajuan sebaiknya mulai cari orang baru lah.
 Awalnya berat sih, apalagi cari asisten rumah tangga or pengasuh di 
 zaman sekarang susahnya minta ampun. Ya spt juga keluhan Mom Cath dan 
 lainnya di posting mg lalu. Tapi hemat saya, utamakan kenyamanan 
 rumah dan keluarga kita. Apalagi kalau udah urusannya anak. 
 But ... saran saya ... tetap ya ... sampaikan pandangan Bunda ke PRT 
 ini dengan bahasa yang sesederhana mungkin, namanya juga pendidikan 
 terbatas, jadi jangkauan pemahamannya juga sebatas kepentingan 
 dirinya sendiri. Meskipun kesel, anggaplah sebagai orang yang waras 
 kita yang harus "ngalah", jadi tetaplah sampaikan terima kasih atas 
 support-nya selama ini dan kasih tahu aja this isn't about personal 
 but professional reason. 
 
 Andi Maerzyda (Bunda Keya)
 Koordinator Ayahbunda-Online 
 
 --- In Ayahbunda-Online@ <mailto:Ayahbunda-Online%40yahoogroups.com> 
yahoogroups.com, ivena lisda 
 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
 >
 > dear moms,
 > 
 > Aku minta advise sama moms soal pengasuh anakku, jadi begini 
 ceritanya PRT aku tuh ga boleh di bilangin,kalau aku kasih tau tolong 
 anakku di ajarin makan,eh dia didepan saya sih iya2,tapi diam2 dia ga 
 suka sama omongan saya (saya taunya dari buku diarynya).Diam2 saya 
 baca buku diarynya,krn terus terang saya tuh tidak tau latar belakang 
 dia,jd terpaksa saya cari tau tentang dia dari buku diarynya.
 > Diam2 dia tidak betah kerja ditempat saya,karena dia bilang 
 banyak aturan,padahal aturan kita standar banget...tolong pakai 
 listrik seperlunya,pakai air seperlunya.....tp dia tersinggung. Tapi 
 kalau sama anakku sih dia keliatan sayang....tapi orangnya pinter 
 pura2,kawatir aja dia pura2 sayang sama anak saya.
 > Kemaren sempet saya ancem,kamu masih mau kerja di sini ato engga?
 tapi dia bilang masih mau kerja.Ternyata di buku diarynya dia 
 bilang "emangnya gw pikirin mau diancem dipecat,masa bodo". Kaget 
 juga saya,ga nyangka orangnya kurang ajar gitu.
 > 
 > Nah dari sebagian cerita saya,kira2 menurut moms gimana?apa saya 
 perlu cari pengganti ato gimana perlakuin dia?
 > 
 > thanks y moms atas perhatian dan advisenya.
 > 
 > 
 > ---------------------------------
 > Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. 
 Try it now.
 >
 
                                                                        
------------------------------------

Subscribe: [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]

Info Belanja si Kecil: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Ayahbunda-Online/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Ayahbunda-Online/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke