Dear Mbak Yusri, Gimana dengan anak yang terobsesi hanya pada beberapa hal saja. Seperti keponakan saya contohnya...Sekarang umurnya hampir 7 tahun. Udah mau masuk SD tahun ini. Tapi tidak tertarik dengan segala bentuk mainan pada umumnya. Dia hanya tertarik pada kereta api, lift dan lampu lalu lintas. Normal ga sih? Sejak TK setiap pelajaran menggambar, yang digambar hanya rel kereta api dan lampu lalu lintas. Tapi gambarnya sangat mendetail. Setiap diajak ke Mall juga hanya bolak-balik naik lift atau melihat lift dari jauh sambil senyum-senyum. Trus sampai rumah ngambil remote control trus digeser naik-turun di dinding sambil menirukan suara pintu lift. Saya sih udah pernah menyarankan ke Ibunya untuk dibawa ke psikolog. Saya pikir, ga ada ruginya kan...Tapi ibunya keukeuh bilang anaknya normal-normal aja. Sedangkan menurut teman saya yang istrinya psikolog, ternyata autis itu spektrumnya sangat luas..... Mohon sharingnya ya, Mbak..
Thanks, Yessi -----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of - Yusri - Sent: Wednesday, May 07, 2008 3:54 PM To: [email protected] Subject: Re: [Ayahbunda-Online] Psikiater Anak TK tempat anakku sekolah kebetulan ada psikolognya. Selama 3 bulan pertama anak2 yg baru masuk TK (A atau B) akan dipantau perkembangannya, terutama utk memantau jika ada anak2 yg mengalami autis. Saat itu aku fikir anakku tidak mengalami masalah apapun. Memang dia cenderung tidak mau diam. Tapi aku anggap wajar karena masih TK. Tapi ternyata hal itu akan menjadi masalah dikemudian hari, saat anakku duduk di SD. Trus aku perhatikan juga satu keponakanku juga mengalami hal yg sama. Bedanya anakku aku bawa terapi ke ibu Sheni sementara keponakanku gak dibawa terapi. Karena menurut ayahnya hal itu adalah "wajar" utk anak seusia itu. Saat di tempat terapi, ternyata banyak anak2 SD yg mengalami rentang konsentrasi pendek. Aku ngobrol dengan para ortu disana selama menunggu anak2 diterapi. Mereka merasa sangat terlambat mengetahui masalah anak2nya dan terlambat membawa terapi. Padahal kalau sudah duduk di SD, suka atau tidak suka si anak tetap harus mengejar nilai dalam pelajaran. Anak2 dengan rentang konsentrasi pendek sangat sulit mengikuti pelajaran. Sehingga jika sekolah nya tidak mengerti permasalah itu, akan menganggap bahwa anak2 itu bodoh. Padahal anak2 itu sebenarnya anak cerdas. Tapi karena gak bisa konsentrasi, mereka jadi gak bisa menangkap pelajaran yg diterangkan. Alhamdulilah...setelah 8x terapi, anak saya banyak mengalami kemajuan. Tapi tetap saya lanjutkan les yg membantu daya konsentrasi seperti les piano dan les kumon. Sekarang anak pertamaku sudah berusia 10thn. Tapi sangat berbeda dengan keponakan saya. Sekarang dia berusia 9 thn. Tapi ibunya masih harus berhati2 membimbing dia dalam belajar. Nah....mom, semoga sharing saya bermanfa'at ya...... Regards, YUSRI email: [EMAIL PROTECTED] Sent from my BlackBerry® wireless device -----Original Message----- From: "Estiningtyas W" <[EMAIL PROTECTED]> Date: Wed, 7 May 2008 11:11:54 To:<[email protected]> Subject: RE: [Ayahbunda-Online] Psikiater Anak Mbak Yusri, Yang mendeteksi putra mbak mempunyai rentang konsentrasi pendek siapa?? Maksud saya supaya tau hal2 seperti bisa terjadi mungkin pada orang2 sekitar saya shg saya bisa share & berbagi info...tolong ya mba Salam, Esti (Mama Arya 1y5m) -----Original Message----- From: Ayahbunda-Online@ <mailto:Ayahbunda-Online%40yahoogroups.com> yahoogroups.com [mailto:Ayahbunda-Online@ <mailto:Ayahbunda-Online%40yahoogroups.com> yahoogroups.com] On Behalf Of - Yusri - Sent: Tuesday, May 06, 2008 7:43 AM To: Ayahbunda-Online@ <mailto:Ayahbunda-Online%40yahoogroups.com> yahoogroups.com Subject: Re: [Ayahbunda-Online] Psikiater Anak Biaya yg kita bayar perjam. Awalnya aku bawa anakku ke psikolog, karena waktu anak pertamaku (10thn) masuk TK A dan dievaluasi selama 3 bulan oleh psikolog sekolah, anakku terditeksi mempunyai rentang konsentrasi pendek (kurang dari 5menit). Trus aku bawa ke ibu sheni. Disana diterapi sebanyak 8x pertemuan. Alhamdulilah....sekarang dia baik2 saja. Berbeda dengan keponakan saya (9thn) yg mempunyai masalah yang sama dan tidak diterapi sejak TK. Sampai sekarang kls 3 SD agak sulit belajarnya. Sejak itu, aku selalu bawa anak2ku utk mengunjungi psikolog setiap kenaikan kelas. Utk sekedar ngobrol dan membiasakan mereka bertemu orang yang tepat utk diajak ngobrol selain orang tuanya. Aku selalu mengajak anak2ku utk terbuka pada ortunya. Tapi kalau suatu saat (mereka remaja) dan mempunyai masalah yg kurang nyaman jika dibicarakan dengan ortunya, diharapkan mereka bisa menghubungi orang yg tepat. Sehingga pemecahan masalah mereka pun bisa tepat. Kalau aku datang ke sana, aku biarkan mereka ngobrol dengan psikolog tanpa aku dampingi. Regards, YUSRI email: [EMAIL PROTECTED] <mailto:yusribb%40yahoo.co.id> co.id Sent from my BlackBerry® wireless device -----Original Message----- From: Nika Hanidhah <nikanikaikan@ <mailto:nikanikaikan%40yahoo.com> yahoo.com> Date: Sat, 3 May 2008 23:27:22 To:Ayahbunda-Online@ <mailto:Ayahbunda-Online%40yahoogroups.com> yahoogroups.com Subject: Re: [Ayahbunda-Online] Psikiater Anak mbak yusri.. bawa anak ke psikolog kalau kondisi apa? mahal gak tarifnya? per menit ya? mamut.gak tau ---------------- Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. <http://us.rd. <http://us.rd.yahoo.com/evt=51733/*http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8> yahoo.com/evt=51733/*http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8 HDtDypao8Wcj9tAcJ > ------------------------------------ Subscribe: ayahbunda-online- <mailto:ayahbunda-online-subscribe%40yahoogroups.com> [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe: ayahbunda-online- <mailto:ayahbunda-online-unsubscrib%40yahoogroups.com> [EMAIL PROTECTED] Info Belanja si Kecil: momsmart-subscribe@ <mailto:momsmart-subscribe%40yahoogroups.com> yahoogroups.com Yahoo! Groups Links ------------------------------------ Subscribe: [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED] Info Belanja si Kecil: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links DISCLAIMER: Tripatra ( the Company ) does not accept any liability in respect of communication made by its employee which is contrary to the company policy or outside the scope of the employment of the individual concerned. The employee responsible will be personally liable for any damages or other liability arising.
