Kalau suami yg setrika, istri nya dikatain :"istri macam apa kamu...???" Trus....kalau suamiku yg ngepel malem (21.00) pas gak ada PRT, aku disebut apa, ya.....??? Istri gak tahu diri kali, ya....??? Udah dicariin duit buat makan, eh........pulang kantor disuruh ngepel pula.......!!! Hik.....hik.....hik......
Regards, YUSRI email: [EMAIL PROTECTED] Sent from my BlackBerry® wireless device -----Original Message----- From: palupi satya <[EMAIL PROTECTED]> Date: Wed, 7 May 2008 23:50:00 To:[email protected] Subject: Re: [Ayahbunda-Online] PRT...(PRT serang banten) Nimbrung aah... Duh, PRT PRT...ga ada abisnya ya, ngomonginnya aja cape, palagi dealing with them, tambah cape makan ati. Kadang mrasa bruntung ga punya PRT, dengan konsekuensi kerepotan, untung suamiku lho v dependable, hahaha, so dimanfaatin, pas aku crita ke Mbak Nika klo suamiku yang nyetrika trus dia jawab "istri macam apa kamu", hehehee. Emang dasar istri gatau diri nih, udah bebal muka telinga mata, sgala2, klo lagi homesick apalagi, bisa membiarkan rumah kya kapal pecah, abis udah beresin mainan Ara trus ntar diberantakin lagi, fiuuh, yaeyyalah, wong orang makan ntar juga laper lagi!!! Memang bener tuh kata Mbak Tenik, skarang PRT kerja udah gada niat ngabdi, smua demi uang. Beda banget dengan abdi dalem Kraton Jogja Solo, wuuuih ckckck...klo tau bayaran bulanannya kita jadi miris, tapi mreka tetep bisa hidup *walau sederhana*, n kliatannya begitu bahagia dengan kehidupan mreka. Tapi coba kita balikin ke diri kita, moms n dads yang kerja, smua juga demi uang tho Mbak, klo terlalu idealis bisa2 ngga hidup, apalagi zaman skarang apa2 mahal, Rupiah udah ngga berharga, di Jakarta mreka cuma ngontrak petakan *klo yg pulang hari lho*, atau yang nginep butuh untuk ngirimin duit anaknya di kampung. Jadi kita bisa apa coba selain berdoa, wong butuh, wong rekrutmen PRT toh ga mgkn pake psikotes sgala macem, hehehe, wong pegawe kantoran yang lolos serangkaian tes jg blom tentu sgitu capablenya pas kerja beneran. Haduh...lagi2 ngga ada abisnya ngomongin PRT...*sigh*:( Salam, Lupi~Ara's mum~ - Yusri - <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Hik.....hik....hik.... Aku juga pernah dongkol sama BS. Aku masak masakan utk semuanya, aku, suami, anak2 PRT dan BS. Otomatis aku masak sesuai dengan standarku. Tidak asal2an. Eh.....aku pergokin dia membuang semua makanan. Saat aku tanya, dengan entengnya dia jawab "gak suka"..... Weleh.....weleh......aku sampai terbengong-bengong..... Aku balik bertanya sama dia : emang di kampung kamu makan steak tiap hari...??? Regards, YUSRI email: [EMAIL PROTECTED] Sent from my BlackBerry® wireless device -----Original Message----- From: [EMAIL PROTECTED] Date: Thu, 8 May 2008 12:49:32 To:[email protected] Subject: Re: [Ayahbunda-Online] PRT...(PRT serang banten) Ikut nimbrung soal PRT yaaa... Saya pernah tanya ke ibu saya (lbh tepatnya bertanya ke diri sendiri), kenapa ya PRT jaman dulu betaaaahhh... ikut sebuah keluarga? Dulu ibu saya punya pembantu dari sejak hamil adik saya sampai si adik ini umur 22 tahun, baru dia keluar, itupun sampai dibujuk2 ibu saya supaya ikut anaknya yang sudah mandiri dan karena juga beliau sudah tua. Katanya (dalam bahasa Jawa halus), "Hidup-mati saya mau ikut Ibu". Ibu saya sih tidak keberatan si mbok ada di rumah kami sampai ajal menjemput, karena sudah menjadi bagian yang begitu berarti dari keluarga kami. Tapi anak si mbok sampai nyembah2 ke kaki Ibu saya supaya diijinkan membawa emaknya tinggal bersamanya. Begitu juga dengan almarhumah Eyang saya yang punya PRT2 setia sampai puluhan tahun. Juga keluarga besar kami -generasi tuanya- dan teman-teman saya, semasa kecil pasti punya pembantu/nanny setia. Dan tibalah jaman baru. Hampir tidak ada PRT yang mau 'mengabdi'. IT'S ALL ABOUT THE MONEY Dan terjadilah 'huru-hara' seperti yang diceritakan para bunda dan ayah di sini. Saya pun tak luput dari gonta-ganti pembantu dan suster untuk Jyojo. Pembantu dan pengasuh dari Jawa Tengah (dari Tegal, Gombong, Purworejo, Kendal, Solo, Sragen, Wonogiri sampai Blora), dari Sunda (Ciamis, Purwakarta)... you name it. Semua datang dan pergi dengan segala kehebohannya, yang bikin saya pusing, bikin saya dongkol, bikin saya meradang, bikin saya geli (karena baru 2 hari minta keluar karena "rumah Ibu kecil, saya biasa kerja di rumah gedong..." weeeeiiittssss...), wahhhh... pengalaman hidup yang luar biasa. TENIK HARTONO Chief Editor / Pemimpin Redaksi AYAHBUNDA Gedung Mensa 2 Lt. 3, Kuningan | Jakarta 12910 - Indonesia Phone (62-21) 525 3816, 526 6666 ext 4221 | Fax (62-21) 526 2131, 520 9366 | Mobile (62) 816 794394 | www.ayahbunda-online.com ------------------------------------ Subscribe: [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED] Info Belanja si Kecil: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links ---------------- Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. <http://us.rd.yahoo.com/evt=51733/*http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ > ------------------------------------ Subscribe: [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED] Info Belanja si Kecil: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Ayahbunda-Online/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/Ayahbunda-Online/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
