Moms and Dads,
Perkenalkan, saya Maria, ibu dan sekaligus guru rumah dari seorang putra yang sekarang berusia 4 tahun (anak saya homeschooling) Meskipun sejak baru berusia 3 tahun putra saya sudah bisa membaca sukukata dengan metode seperti kita dulu belajar membaca, yaitu dengan mengeja (tanpa flash card) dan saat ini sudah bisa membaca kalimat sederhana, tapi dalam mengajarkannya saya tidak memaksa. Dia melakukannya dengan senang hati bahkan tiap hari meminta untuk diajarkan. Hanya saja yang mau saya bagikan, adalah bahwa ada suatu kecenderungan orang tua di Indonesia semakin berlomba-lomba menuntut anaknya untuk bisa membaca diusia dini, padahal, di negara yang jauh lebih maju daripada negara kita, ada kecenderungan menunda belajar membaca bahkan sampai usia 8 tahun! Dinegara tersebut pada usia playgroup dan TK, kurikulum pendidikan anak berisi: bermain! Usia TK bukan digunakan untuk belajar membaca, tapi hanya kesiapan membaca. Memasuki usia SD anak baru mulai diajarkan membaca. Memang banyak sekolah di Indonesia yang menuntut anak harus bisa membaca ketika masuk kelas 1 SD, jika anak mampu dan senang maka ketetapan ini tidak menjadi masalah, tapi bagaimana jika anak tidak senang dan tidak mampu belajar membaca? Apakah orang tua akan menuntut atau memaksa? Tidakkah kita berkaca, bahwa dulu kita baru belajar membaca "ini budi, ini bapak budi" pada kelas 1 SD? Dan hanya belajar mengenal huruf pada TK? Mengapa sekarang kita menuntut anak untuk bisa membaca diusia TK, playgroup, bahkan bayi? Menurut saya yang utama dan terpenting adalah membiasakan anak untuk cinta pada belajar, bukan menuntut anak untuk lebih pandai daripada temannya. Karena cinta pada belajar adalah modal untuk bahagia pada masa persiapan anak menghadapi masa depannya.

jadi panjang ya..

--
Salam,
Maria

Kirim email ke