Dear All,

Salam kenal, saya Anne, bunda dari Pasya (4y) dan Nasya (7m), saya setuju 
dengan mbak Maria, tp sepertinya di TK,  sekarang anak-anak diarahkan supaya 
bisa baca, bahkan di TK B anak-anak harus sudah mahir baca dan berhitung karna 
persiapan tes masuk SD.
Pasya, anak saya sekarang TK A  udah lancar baca dan berhitung.

Regards
Anne



Maria Magdalena <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                 Moms 
and Dads,
 Perkenalkan, saya Maria, ibu dan sekaligus guru rumah dari seorang putra yang 
sekarang berusia 4 tahun (anak saya homeschooling)
 Meskipun sejak baru berusia 3 tahun putra saya sudah bisa membaca sukukata 
dengan metode seperti kita dulu belajar membaca, yaitu dengan mengeja (tanpa 
flash card) dan saat ini sudah bisa membaca kalimat sederhana, tapi dalam 
mengajarkannya saya tidak memaksa. Dia melakukannya dengan senang hati bahkan 
tiap hari meminta untuk diajarkan. 
 Hanya saja yang mau saya bagikan, adalah bahwa ada suatu kecenderungan orang 
tua di Indonesia semakin berlomba-lomba menuntut anaknya untuk bisa membaca 
diusia dini, padahal, di negara yang jauh lebih maju daripada negara kita, ada 
kecenderungan menunda belajar membaca bahkan sampai usia 8 tahun! Dinegara 
tersebut pada usia playgroup dan TK, kurikulum pendidikan anak berisi: bermain! 
Usia TK bukan digunakan untuk belajar membaca, tapi hanya kesiapan membaca. 
Memasuki usia SD anak baru mulai diajarkan membaca. Memang banyak sekolah di 
Indonesia yang menuntut anak harus bisa membaca ketika masuk kelas 1 SD, jika 
anak mampu dan senang maka ketetapan ini tidak menjadi masalah, tapi bagaimana 
jika anak tidak senang dan tidak mampu belajar membaca? Apakah orang tua akan 
menuntut atau memaksa? Tidakkah kita berkaca, bahwa dulu kita baru belajar 
membaca "ini budi, ini bapak budi" pada kelas 1 SD? Dan hanya belajar mengenal 
huruf pada TK? Mengapa sekarang kita menuntut anak untuk
 bisa membaca diusia TK, playgroup, bahkan bayi? Menurut saya yang utama dan 
terpenting adalah membiasakan anak untuk cinta pada belajar, bukan menuntut 
anak untuk lebih pandai daripada temannya. Karena cinta pada belajar adalah 
modal untuk bahagia pada masa persiapan anak menghadapi masa depannya.
 
 jadi panjang ya..
 
 
-- 
titled Document  Salam,
 Maria
 
   
     
                                       

       

Kirim email ke