Dear Ibu/Bapak/Mbak/Mas : - Tenik Hartono - Nika Hanidhah - Grace Y. Wulanda - Ni Luh D. Junial - Ervina Satriawan - Suci Ramadhani - Ali Nurdin - Herlina Reza - Novia Novia - Fanysartika - Aulia Dewi Utami - Sita Sidharta - dan keluarga besar milis Ayahbunda, Saya, suami & keluarga besar, mengucapkan banyak terima kasih atas ucapan, simpati, doa & dukungan kepada kami. Sedikit bercerita, Nazmi Fathadina merupakan anak pertama kami, lahir 16 Oktober 2008, dan meninggal hari Rabu 14 Mei 2008.. Sebelumnya, Nazmi mengalami hidung tersumbat saja, tapi tidak "meler", terakhir kontrol ke DSA Jumat, 9 Mei 2008, oleh DSA dikatakan Nazmi ada alergi udara malam, karna hidung tersumbatnya hanya terjadi pada malam hari. Selasa siang (istirahat kantor saya selalu pulang karna jarak rumah dengan kantor dekat sekali), masih bercanda dengan saya, malamnya tidur dengan saya. Jam 00.15 (Rabu dini hari), tiba2 Nazmi terbangun dan menangis kencang, seketika saya gendong, digendongan tangis Nazmi agak mereda, tapi masih menangis lirih, saya rasakan sedikit hangat, saya beri tempra. Adzan Subuh persis setelah sholat subuh, saya larikan Nazmi ke UGD RSPK, terdekat dengan rumah, sampai di sana, kata dokter jaga Nazmi demamnya tidak terlalu tinggi 38,8, dan selama di UGD RSPK, Nazmi tenang & tidur di gendongan saya. Jam 6 lewat (pagi) oleh dokter diminta untuk pulang karna rewelnya Nazmi dah mereda, saya pikir Nazmi akan diopname tapi ternyata tidak. Sampai rumah, sempat jalan2, minum banyak (apalagi malam hari sebelumnya), makan bubur. Jam 10 rencana Nazmi akan saya bawa kontrol ke DSA nya, karna di UGD DSA nya tidak datang. Ternyata sebelum jam 10 Nazmi sudah meninggal, saat napas terakhir, saya kira step, langsung saya bawa ke UGD lagi, di sana dilakukan segala macam pertolongan, tapi nyawanya tidak bisa diselamatkan. Dan DSA nya memvonis Nazmi mengalami Radang Selaput Otak / semacam meningitis, karna segalanya terlalu mendadak. Dan sebelumnya Nazmi sudah mendapat vaksin Hib. DSA kami menyampaikan bahwa radang selaput otak termasuk penyakit "silent to kill", tanpa tanda2, tiba-tiba menyerang dan menyebabkan kematian. Bagaimanapun juga, sehat-sakit-umur (kelahiran & kematian) adalah Rahasia Alloh SWT. DSA & dokter kami juga bilang kalau penanganan yang kami lakukan saat Nazmi sakit sudah benar, jadi kami pikir ini TakdirNya, yang tidak bisa kami tolak. Mohon doanya, semoga kami mendapatkan putra/i lagi, adik dari Nazmi yang lebih baik dari Alloh SWT. Dan, walaupun saya belum hamil & sedang tidak memiliki putra/i, saya tetap semangat untuk mengikuti berita & cerita di milis ini, sebelumnya saya banyak belajar dari milis Ayahbunda, walaupun jarang sekali posting, sampai-sampai kemaren sempat mendapat semangat dari Mama Mutia untuk rajin posting. Terima kasih. Hormat kami, Putri Permatasari & Dwi Prio S.
----- Original Message ---- From: "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Wednesday, May 21, 2008 12:30:13 PM Subject: Re: [Ayahbunda-Online] Re: BERITA DUKA TURUT BERDUKA CITA dari kami di Ayahbunda. Semoga mbak Putri, suami dan keluarga besar diberi ketabahan dan kerelaan menyerahkan si kecil pada Yang Maha Kuasa. TENIK HARTONO Chief Editor / Pemimpin Redaksi AYAHBUNDA Gedung Mensa 2 Lt. 3, Kuningan | Jakarta 12910 - Indonesia Phone (62-21) 525 3816, 526 6666 ext 4221 | Fax (62-21) 526 2131, 520 9366 | Mobile (62) 816 794394 | www.ayahbunda- online.com
