--- In [email protected], palupi satya 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Mohon maaf jika ungkapan bela sungkawanya saya terlambat, semoga 
Mbak Putri sekluarga diberi ketabahan dan keikhlasan sepeninggal si 
kecil, salut walau dalam suasana duka Mbak masi berkenan berbagi 
cerita dengan kami semua. Terima kasih atas sharing Mbak, agar 
menggugah kewaspadaan bagi para ayah bunda sekalian atas 
keganasan "meningitis", dan membuka mata kita semua bahwa penyakit 
tersebut memang benar2 ada, walaupun kenyataannya si kecil telah 
mendapatkan pencegahan melalui vaksinasi HiB. Manusia hanya mampu 
berusaha dan berdoa, selanjutnya hanya kuasa Allah yang menentukan 
hasilnya.
>    
>   Salam,
>    
>   Lupi~Ara's mum~
> 
> - Yusri - <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>   
> Mungkin saya sangat terlambat utk mengungkapkan duka saya, krn 
saya sekeluarga juga baru sembuh dari sakit. 
> 
> Dengan segala rasa duka yg dalam, saya ikut berbela sungkawa atas 
berpulangnya si kecil.
> Saya yakin, si kecil saat ini sudah bahagia di pelukan Sang 
Pencipta.
> 
> Semoga keluarga yg ditinggalkan diberi ketababan oleh Allah swt 
atas cobaan ini.
> Dan segera akan diberikan lagi keturunan yg sholeh dan sholehah.
> 
> Semoga dengan ke ikhlasan sang orang tua melepas kepergian yg 
abadi si kecil ini, akan menjadi tabungan surga bagi ke dua orang 
tuanya. 
> 
> Amin.
> 
> 
> Regards,
> YUSRI
> email: [EMAIL PROTECTED]
> YM: yusri_smpn1
> 
> Sent from my BlackBerry® wireless device
> 
> -----Original Message-----
> From: Nazmi Fathadina 
> 
> Date: Wed, 21 May 2008 01:39:52 
> To:[email protected]
> Subject: Re: [Ayahbunda-Online] Re: BERITA DUKA (Terima kasih)
> 
> 
> Dear Ibu/Bapak/Mbak/Mas : 
> - Tenik Hartono 
> - Nika Hanidhah 
> - Grace Y. Wulanda 
> - Ni Luh D. Junial 
> - Ervina Satriawan 
> - Suci Ramadhani 
> - Ali Nurdin 
> - Herlina Reza 
> - Novia Novia 
> - Fanysartika 
> - Aulia Dewi Utami 
> - Sita Sidharta 
> - dan keluarga besar milis Ayahbunda, 
>   
> Saya, suami & keluarga besar, mengucapkan banyak terima kasih atas 
ucapan, simpati, doa & dukungan kepada kami. 
>   
> Sedikit bercerita, Nazmi Fathadina merupakan anak pertama kami, 
lahir 16 Oktober 2008, dan meninggal hari Rabu 14 Mei 2008. 
>   
> Sebelumnya, Nazmi mengalami hidung tersumbat saja, tapi 
tidak "meler", terakhir kontrol ke DSA Jumat, 9 Mei 2008, oleh DSA 
dikatakan Nazmi ada alergi udara malam, karna hidung tersumbatnya 
hanya terjadi pada malam hari. 
> Selasa siang (istirahat kantor saya selalu pulang karna jarak 
rumah dengan kantor dekat sekali), masih bercanda dengan saya, 
malamnya tidur dengan saya. Jam 00.15 (Rabu dini hari), tiba2 Nazmi 
terbangun dan menangis kencang, seketika saya gendong, digendongan 
tangis Nazmi agak mereda, tapi masih menangis lirih, saya rasakan 
sedikit hangat, saya beri tempra. Adzan Subuh persis setelah sholat 
subuh, saya larikan Nazmi ke UGD RSPK, terdekat dengan rumah, sampai 
di sana, kata dokter jaga Nazmi demamnya tidak terlalu tinggi 38,8, 
dan selama di UGD RSPK, Nazmi tenang & tidur di gendongan saya. Jam 
6 lewat (pagi) oleh dokter diminta untuk pulang karna rewelnya Nazmi 
dah mereda, saya pikir Nazmi akan diopname tapi ternyata tidak. 
> Sampai rumah, sempat jalan2, minum banyak (apalagi malam hari 
sebelumnya), makan bubur. Jam 10 rencana Nazmi akan saya bawa 
kontrol ke DSA nya, karna di UGD  DSA nya tidak datang. Ternyata 
sebelum jam 10 Nazmi sudah meninggal, saat napas terakhir, saya kira 
step, langsung saya bawa ke UGD lagi, di sana dilakukan segala macam 
pertolongan, tapi nyawanya tidak bisa diselamatkan. Dan DSA nya 
memvonis Nazmi mengalami Radang Selaput Otak / semacam meningitis, 
karna segalanya terlalu mendadak. Dan sebelumnya Nazmi sudah 
mendapat vaksin Hib. 
>   
> DSA kami menyampaikan bahwa radang selaput otak termasuk 
penyakit "silent to kill", tanpa tanda2, tiba-tiba menyerang dan 
menyebabkan kematian. Bagaimanapun juga, sehat-sakit-umur (kelahiran 
& kematian) adalah Rahasia Alloh SWT. 
> DSA & dokter kami juga bilang kalau penanganan yang kami lakukan 
saat Nazmi sakit sudah benar, jadi kami pikir ini TakdirNya, yang 
tidak bisa kami tolak. 
>   
> Mohon doanya, semoga kami mendapatkan putra/i lagi, adik dari 
Nazmi yang lebih baik dari Alloh SWT. 
>   
> Dan, walaupun saya belum hamil & sedang tidak memiliki putra/i, 
saya tetap semangat untuk mengikuti berita & cerita di milis ini, 
sebelumnya saya banyak belajar dari milis Ayahbunda, walaupun jarang 
sekali posting, sampai-sampai kemaren sempat mendapat semangat dari 
Mama Mutia untuk rajin posting. 
>   
> Terima kasih. 
>   
> Hormat kami, 
> Putri Permatasari & Dwi Prio S. 
>   
> 
> 
>   
> ----- Original Message ----
> From: "[EMAIL PROTECTED]" 
> To: [email protected]
> Sent: Wednesday, May 21, 2008 12:30:13 PM
> Subject: Re: [Ayahbunda-Online] Re: BERITA DUKA
> 
> 
> 
> 
> TURUT BERDUKA CITA dari kami di Ayahbunda. 
> Semoga mbak Putri, suami dan keluarga besar diberi ketabahan 
> dan kerelaan menyerahkan si kecil pada Yang Maha Kuasa. 
> 
> TENIK HARTONO  
> Chief Editor / Pemimpin Redaksi   AYAHBUNDA 
> Gedung Mensa 2 Lt. 3, Kuningan | Jakarta 12910 - Indonesia
> Phone (62-21) 525 3816, 526 6666 ext 4221 | Fax  (62-21) 526 2131, 
520 9366 | Mobile   (62) 816 794394  | www.ayahbunda- online.com
> 
> ------------------------------------
> 
> Subscribe: [EMAIL PROTECTED]
> Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
> 
> Info Belanja si Kecil: [EMAIL PROTECTED]
> Yahoo! Groups Links
>

       risani_maydianto................
 RISANI mau turut berdukacita atas meninggalnya Nizma ya,maaf 
terlambat. Mudah - mudahan semua keluarga diberi ketabahan dan 
kesabaran.Dan percayalah semua pasti ada hikmahnya dan Allah SWT 
tidak akan memberikan cobaan melebihi dari umatnya. Amin


Kirim email ke