Teteh Sita, 

Bener banget tuh... 
Saya pernah mengalaminya. Cuma bisa kasih ASIX  3 bulan. Mampet, pet... 
karena saya stress berat dengan pekerjaan. Waktu itu majalah yang saya 
pimpin (sebelum Ayahbunda) mengalami pergantian principal (karena majalah 
lisensi AS) dan saya harus menghadapi bos baru dengan sistem kerja dan 
mekanisme baru. Jumpalitan deh pokoknya... 

Dan banyak teman/kenalan bisik-bisik bahwa gara-gara saya lebih 
mementingkan pekerjaan, Jyojo ASInya kurang. Air mata nggak kurang-kurang 
derasnya mengalir, bisa bikin danau **halah...hiperbol**. Kok ya tega 
bilang begitu, elo kan nggak tahu gue lagi mengalami apa... Mungkin buat 
sementara orang, pekerjaan itu nggak penting, yang penting anak. tapi buat 
saya pekerjaan membuat saya lebih 'hidup'. 

Saya merasakan sendiri stigma itu. 
Sekarang saya ada di Ayahbunda, saya selalu bilang sama staf saya. ASI is 
the best. ASIX is mandatory. But dont ever judge ibu-ibu yang nggak bisa 
kasih ASIX. Maybe they have strong reason for that. 
Mudah-mudahan Ayahbunda tetap bisa berdiri di tempat yang semustinya. 
Tidak suudzon, tidak labeling, tidak memihak. 
Mohon semangatnya ya bunda... 

TENIK HARTONO 
Chief Editor / Pemimpin Redaksi   AYAHBUNDA 
Gedung Mensa 2 Lt. 3, Kuningan | Jakarta 12910 - Indonesia
Phone (62-21) 525 3816, 526 6666 ext 4221 | Fax  (62-21) 526 2131, 520 
9366 | Mobile   (62) 816 794394  | www.ayahbunda-online.com



Mba Nika,

Kalau untuk saya kita menjadi Momzilla ketika kita mulai suudzon atau
memberi label terhadap ibu lain tentang pemberian asi. Misalnya, kita
cerita ada yang tidak memberi asi, trus kita embel2kan wah pasti itu
ibu nggak sayang anaknya, masa iya tega nggak memberi asi atau kita
komentarin, wah pasti dulu kamu usahanya kurang tuh, atau yang pernah
juga saya baca langsung mencap, kalau nggak mau kasih asi pasti ibu
yang jahat/egois/kejam... weleh... baru kita jadi momzilla.

Anak pertama saya juga nggak asix, sedih? O jelas. Apalagi ternyata
adiknya bisa asix. Tapi what's the point meratapi yang sudah lewat?
Lebih baik pengetahuan yang kita dapatkan kita share, siapa tau
bermanfaat. Oks!

love,
sas

On 5/27/08, Nika Hanidhah <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> mom,
> emang seru ya ngomongin ASIX...
> tapi kita perlu lihat sekitar kita
> banyak juga yg niatnya ASIX tp banyak faktor yang jadi SEMI ASIX/ NO 
ASIX
> faktor tsb, bs jadi puting tidak kluar, merasa ASI kurang, dll
> sebenernya hal ini bisa diatasi SEJAK HAMIL
> (nanti de saya kasi artikelnya)
> kl upaya untuk persiapan ASIX baru dimulai beberapa saat setelah 
melahirkan
> saya katakan AGAK TERLAMBAT...
> banyak crita gagal ASIX dr ktidak tahuan hal-hal yg kudu dilakukan sejak 
hamil.
> emang manfaatnya gak langsung seketika, nanti kl udah lahiran, 
manfaatnya langsung terasa...gampang kok, cuma rajin massage n bersih2 
daerah PD...
>
> tapi perlu diingat mom,
> jangan sampai kebahagian kita ini, menimbulkan yg lain yg tidak sama, 
jadi sedih..
> kadang kasus tertentu ASIX menjadikan ibunya rada2 MOMZILAS...
> bagi yang gak paham MOMZILAS, bolak balik Ayahbundanya...
> nomor brapa ya? lupa, bagian blakang kayae.
>
>
-- 
"Iqra, Iman, Ilmu, Amal"
Civilization is defined by the presence of cats - Unknown

agatogata.multiply.com
agatogata.blogspot.com
 

<<image/gif>>

Kirim email ke