Sharing, ya....
Memang sulit kalau sudah menyentuh area "keyakinan". 
Dalam Islam sendiri, paham tentang pemeliharaan anjing berbeda-beda.
Ada yg mengatakan, yg penting tidak bersentuhan dalam keadaan basah.

Kebetulan pemahaman kita ttg hal ini sama.
Walaupun anjing nya bersih dan dimandikan di Petshop, tapi air liur nya akan 
menetes dilantai rumah. Sementara lantai itu akan kita pergunakan utk shalat.
Dan yg terpenting, jika ada bagian dari tubuh kita bersentuhan dengan air liur 
anjing, maka harus dilakukan pembersihan yg cukup sulit. Jika tidak melewati 
cara pembersihan yg diajarkan oleh agama, maka shalatnya tidak sah.
Sama halnya dengan pemahaman tentang babi. Ada beberapa orang islam  yg 
menganggap bahwa "yang penting tidak memakannya". Tapi mereka kurang memahami, 
bahwa alat2 makan, alat2 memasaknya serta proses mencuci barang2 itu juga tidak 
boleh dipakai secara bersama2. 


Menurut hemat saya, dalam hal ini suami Widya memegang peran yg sangat penting.
Coba Widya konsultasi dulu dengan seorang ustadz mengenai hal ini. Setelah 
mendapatkan pemahaman yg sama dan dasar hukum yg jelas (dari Al-Qur'an dan 
Hadist), Widya ajak suami utk menemui Ustadz itu.
Biarkan ustadz itu yg menerangkan mengenai hal ini kepada suami Widya. 
Selanjutnya, jika suami sudah bisa memahami masalah ini dan mengerti hukum 
agamanya, maka sudah menjadi kewajiban suami utk membagi Ilmu tsb terhadap 
keluarga besar nya.
Soalnya menurut saya, ada kemungkinan bahwa sang mertua juga kurang memahami 
hukum ini.
Malahan ada sebagian ulama yg mengatakan, bahwa jika suatu rumah orang muslim 
memelihara anjing, maka malaikat pembawa rocmat tidak mau mendatangi rumah 
tersebut. Walaupun anjing tsb hanya sebagai penjaga di luar rumah saja.

Supaya tidak terjadi kesalahpahaman dan Widya sendiri bisa tetap menjalankan 
keyakina dengan utuh, lebih baik suami yg harus menjadi penengah nya.
Mungkin nanti bisa diambil jalan tengah, jika menjelang saat2 sang menantu dan 
cucu akan datang, anjing tsb akan dimasukkan ke kandang. Yang penting semua 
dijalankan dengan kompromi.

Wah......sharingnya kepanjangan, ya.....
Mudah2an gak bosan bacanya....



Regards,
YUSRI
email: [EMAIL PROTECTED]
YM: yusri_smpn1

Sent from my BlackBerry® wireless device

-----Original Message-----
From: Widya Setyawati <[EMAIL PROTECTED]>

Date: Tue, 27 May 2008 23:06:04 
To:[email protected]
Subject: [Ayahbunda-Online] Mertua memelihara anjing di dalam rumah :'(


Dear bunda yang baik, 
  
Mohon pandangannya ya..... mertua saya penyayang binantang, salah satunya 
adalah anjing, beliau bahkan membolehkan anjing-anjingnya masuk ke dalam rumah. 
  
Permasalahannya adalah saya sangat menghindari kontak dengan anjing, selain 
geli, takut, juga ludah dan basah hidungnya [maaf] diharamkan dalam agama saya, 
sedangkan gak mungkin liur anjing tidak menetes di lantai dalam rumah dan saya 
gak suka bau serta bulu2nya yang rontok, apalagi kalau para anjing ini 
berlarian dari luar ke dalam rumah lalu menggosok2kan bokongnya ke lantai, 
ich.... geli kan..... 
  
Dampaknya jelas, saya jadi males datang ke rumah mertua apalagi melepas Razka 
yang sedang asik2nya merangkak dan menjelajah rumah, selain takut kalau 
didekati anjing2 tsb dan terkena najis-nya, saya memang berusaha mendidik Razka 
untuk tidak takut binantang tapi menghindari dari hal2 yang diharamkan agama 
[lagi2 maaf bukan bermaksud SARA]. 
  
Sepertinya tidak menangkap sinyal2 ketidaksukaan saya terhadap anjing, jadi 
justru berusaha membuat saya agar tidak menjauhi anjing2nya dengan alasan sudah 
dimandikan atau aman karena sudah disuntik anti rabies, sementara alasan saya 
bukan cuma itu. Berharap suami dapat memberikan pengertian dari sudut pandang 
agama pun tidak terjadi, mungkin karena hal tersebut tidak menjadi masalah 
dalam keluarganya ya, jadi setelah menikah dengan saya dan saya beri 
penjelasan, suami tetap tidak berani memberitahu ortunya.  
  
Kalau sudah begitu saya yang bingung karena duduk tak nyaman [parno takut bulu 
dan liur yang ada di kursi], berdiri pun dikelilingi anjing apalagi kalau 
mereka minta Razka diturunkan dari pangkuan saya dan dibiarkan bermain, 
ooooccchhhh....... memang jadi kaya 'tamu-tamuan' sih padahal Razka kan lagi 
berkunjung ke rumah eyang-nya ya...... 
  
Duh Ayahbunda..... gimana ya..... bagaimana saya harus bersikap agar tidak 
menyinggung perasaan mertua tapi saya juga merasa nyaman berada di rumah 
mertua. 
  
Please share and advice-nya ya....... 
  
Salam maniez, 
 


 <http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/tsmileys2/05.gif>  
Widya D. Setyawati 
[EMAIL PROTECTED] 
[EMAIL PROTECTED] 
ph.: 021-31931935 
 
                                                                        
------------------------------------

Subscribe: [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]

Info Belanja si Kecil: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Ayahbunda-Online/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Ayahbunda-Online/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke