hmm... justru kalau yang punya anjing itu seiman, maka harus diberitahu aturannya bagaimana. Kalau berbeda keyakinan baru nggak usah dibawa-bawa.
Dulu juga saya pernah tinggal serumah dengan teman yang beda iman. Tadinya dia mau pelihara anjing, tapi saya jujur aja karena saya memang agak takut sama anjing jadi kurang nyaman kalau harus serumah dengan anjing. Karena dia beneran penyayang binatang dia bisa mengerti alasan saya sehingga tanpa harus bawa2 agama kita tetap bisa hidup rukun. Akhirnya dia punya kucing. Inisaya nggak masalah karena saya juga suka kucing sehingga kalau dia lagi pergi malah saya yang mengurusi kucingnya. tapi, untuk yang seiman, paling tidak mba Widya harus memberi tahu ke suaminya peraturan agamanya bagaimana, tentu memberitahunya dengan baik2 dong, jangan dengan marah2 apalagi menghakimi. Kalau suami atau mertuanya nggak mau terima ya itu lain soal. Yang penting mba Widya sudah memberi tahu. Toleransi tidak berarti tidak bisa menerima perbedaan pendapat kan? Salam, sita :) On 6/1/08, Menik Noviyanti <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Wah...saya setuju banget nich dengan pendapat mbak Elisabeth. Bukan > hanya karena saya pecinta anjing, tapi secara kesehatan ajalah mikirnya, > jangan membawa soal keyakinan..bener2 sensitif lho... Kan katanya semua > keyakinan itu baik, jadi jangan sampai menyingung satu dengan yang lain. > Kita harus punya tenggang rasa kan? > Akan lebih baik, selain berterus terang kalo Mbak Widya nggak nyaman...saya > punya usul lain nich, bilang aja ke ibu mertua/suami kalo Mbak Widya mau > berkunjung, minta tolong peliaraannya di masukin kandang dulu atau di > rantai dulu. Jadi nggak jalan2 di dalam rumah. Kalo hewan piaraan biasanya > nurut kok Mbak...Maaf ya mbak Widya kalo kurang berkenan, ini hanya masukan > aja kok..jadi biar Mbak nyaman juga di rumah mertua....Ok? > > Salam, > Menik > > ----- Original Message ---- > From: elisabeth quartanti <[EMAIL PROTECTED]> > To: [email protected] > Sent: Thursday, May 29, 2008 5:53:07 PM > Subject: Re: [Ayahbunda-Online] Mertua memelihara anjing di dalam rumah :'( > > maaf sebelumnya kalau pendapat saya kurang berkenan.. > menurut saya sih ga usah pake bilang urusan agama untuk bilang ke mertua > kalau memang tidak nyaman di rumah mertua dengan keadaan ada binatang > peliharaan.. . karena seperti yang dibilang sebelumnya kan pandangan orang > dalam agama walau sama aja kadang suka beda2x.. > kenapa ga coba bilang ke suami kamu untuk jelasin keberatan kamu dateng ke > rumah mertua adalah karena kamu merasa ga nyaman dalam artian ga nyaman > untuk anak kamu karena kasian melihat akibat yang ditimbulkan dari binatang > peliharaan itu (gatel2x misalnya) toh kan ga hanya anjing aja yang seperti > itu, malah kucing/burung lebih berefek buruk buat anak2x daripada > anjing..(maaf ya, karena saya pencinta anjing) > Waktu itu saya juga bermasalah dengan mertua saya yang pencinta unggas > (burung, ayam) karena di rumahnya banyak sekali binatang itu, dan saya tidak > mau anak saya terkena polusi binatang itu yang disebabkan karena > kotoran2xnya (terlebih waktu itu ada gosip flu burung) > > Jadi menurut saya, ya lebih baik bicarakan secara lebih logis dibanding > membawa masalah agama (sensitif lho...) > > > ibunya ezra.. > > ----- Original Message ---- > From: - Yusri - <yusri_ayahbundaonli [EMAIL PROTECTED] co.id> > To: Ayahbunda-Online@ yahoogroups. com > Sent: Thursday, May 29, 2008 7:57:31 AM > Subject: Re: [Ayahbunda-Online] Mertua memelihara anjing di dalam rumah :'( > > > Sharing, ya.... > Memang sulit kalau sudah menyentuh area "keyakinan". > Dalam Islam sendiri, paham tentang pemeliharaan anjing berbeda-beda. > Ada yg mengatakan, yg penting tidak bersentuhan dalam keadaan basah. > > Kebetulan pemahaman kita ttg hal ini sama. > Walaupun anjing nya bersih dan dimandikan di Petshop, tapi air liur nya > akan menetes dilantai rumah. Sementara lantai itu akan kita pergunakan utk > shalat.. > Dan yg terpenting, jika ada bagian dari tubuh kita bersentuhan dengan air > liur anjing, maka harus dilakukan pembersihan yg cukup sulit. Jika tidak > melewati cara pembersihan yg diajarkan oleh agama, maka shalatnya tidak sah. > Sama halnya dengan pemahaman tentang babi. Ada beberapa orang islam yg > menganggap bahwa "yang penting tidak memakannya". Tapi mereka kurang > memahami, bahwa alat2 makan, alat2 memasaknya serta proses mencuci barang2 > itu juga tidak boleh dipakai secara bersama2. > > > Menurut hemat saya, dalam hal ini suami Widya memegang peran yg sangat > penting. > Coba Widya konsultasi dulu dengan seorang ustadz mengenai hal ini. Setelah > mendapatkan pemahaman yg sama dan dasar hukum yg jelas (dari Al-Qur'an dan > Hadist), Widya ajak suami utk menemui Ustadz itu. > Biarkan ustadz itu yg menerangkan mengenai hal ini kepada suami Widya. > Selanjutnya, jika suami sudah bisa memahami masalah ini dan mengerti hukum > agamanya, maka sudah menjadi kewajiban suami utk membagi Ilmu tsb terhadap > keluarga besar nya. > Soalnya menurut saya, ada kemungkinan bahwa sang mertua juga kurang > memahami hukum ini. > Malahan ada sebagian ulama yg mengatakan, bahwa jika suatu rumah orang > muslim memelihara anjing, maka malaikat pembawa rocmat tidak mau mendatangi > rumah tersebut. Walaupun anjing tsb hanya sebagai penjaga di luar rumah > saja. > > Supaya tidak terjadi kesalahpahaman dan Widya sendiri bisa tetap > menjalankan keyakina dengan utuh, lebih baik suami yg harus menjadi penengah > nya. > Mungkin nanti bisa diambil jalan tengah, jika menjelang saat2 sang menantu > dan cucu akan datang, anjing tsb akan dimasukkan ke kandang. Yang penting > semua dijalankan dengan kompromi. > > Wah......sharingnya kepanjangan, ya..... > Mudah2an gak bosan bacanya.... > > > > Regards, > YUSRI > email: [EMAIL PROTECTED] co.id <[EMAIL PROTECTED]> > YM: yusri_smpn1 > > Sent from my BlackBerry(R) wireless device > > -----Original Message----- > From: Widya Setyawati <widya.setyawati@ yahoo.com<[EMAIL PROTECTED]> > > > > Date: Tue, 27 May 2008 23:06:04 > To:Ayahbunda-Online@ yahoogroups. com <[email protected]> > Subject: [Ayahbunda-Online] Mertua memelihara anjing di dalam rumah :'( > > > Dear bunda yang baik, > > Mohon pandangannya ya..... mertua saya penyayang binantang, salah satunya > adalah anjing, beliau bahkan membolehkan anjing-anjingnya masuk ke dalam > rumah. > > Permasalahannya adalah saya sangat menghindari kontak dengan anjing, selain > geli, takut, juga ludah dan basah hidungnya [maaf] diharamkan dalam agama > saya, sedangkan gak mungkin liur anjing tidak menetes di lantai dalam rumah > dan saya gak suka bau serta bulu2nya yang rontok, apalagi kalau para anjing > ini berlarian dari luar ke dalam rumah lalu menggosok2kan bokongnya ke > lantai, ich.... geli kan..... > > Dampaknya jelas, saya jadi males datang ke rumah mertua apalagi melepas > Razka yang sedang asik2nya merangkak dan menjelajah rumah, selain takut > kalau didekati anjing2 tsb dan terkena najis-nya, saya memang berusaha > mendidik Razka untuk tidak takut binantang tapi menghindari dari hal2 yang > diharamkan agama [lagi2 maaf bukan bermaksud SARA]. > > Sepertinya tidak menangkap sinyal2 ketidaksukaan saya terhadap anjing, jadi > justru berusaha membuat saya agar tidak menjauhi anjing2nya dengan alasan > sudah dimandikan atau aman karena sudah disuntik anti rabies, sementara > alasan saya bukan cuma itu. Berharap suami dapat memberikan pengertian dari > sudut pandang agama pun tidak terjadi, mungkin karena hal tersebut tidak > menjadi masalah dalam keluarganya ya, jadi setelah menikah dengan saya dan > saya beri penjelasan, suami tetap tidak berani memberitahu ortunya. > > Kalau sudah begitu saya yang bingung karena duduk tak nyaman [parno takut > bulu dan liur yang ada di kursi], berdiri pun dikelilingi anjing apalagi > kalau mereka minta Razka diturunkan dari pangkuan saya dan dibiarkan > bermain, ooooccchhhh. ...... memang jadi kaya 'tamu-tamuan' sih padahal > Razka kan lagi berkunjung ke rumah eyang-nya ya...... > > Duh Ayahbunda... ... gimana ya..... bagaimana saya harus bersikap agar > tidak menyinggung perasaan mertua tapi saya juga merasa nyaman berada di > rumah mertua. > > Please share and advice-nya ya....... > > Salam maniez, > > > > <http://us.i1. yimg.com/ us.yimg.com/ i/mesg/tsmileys2 > /05.gif<http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/tsmileys2/05.gif>> > > Widya D. Setyawati > widya.setyawati@ yahoo.com <[EMAIL PROTECTED]> > [EMAIL PROTECTED] com <[EMAIL PROTECTED]> > ph.: 021-31931935 > > > ------------ --------- --------- ------ > > Subscribe: ayahbunda-online- subscribe@ yahoogroups. com<[EMAIL PROTECTED]> > Unsubscribe: ayahbunda-online- unsubscrib@ yahoogroups. com<[EMAIL PROTECTED]> > > Info Belanja si Kecil: momsmart-subscribe@ yahoogroups. com<[EMAIL PROTECTED]> > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > -- "Iqra, Iman, Ilmu, Amal" Civilization is defined by the presence of cats - Unknown agatogata.multiply.com agatogata.blogspot.com
