Hai Mbak Novia,
Menurutku, apa yang sudah dilakukan Mbak Novia sudah sangat tepat.
Bagaimana pun kita tidak bisa membatasi kuasa Tuhan. Jika janin itu masih hidup 
dan aktif di kandungan, artinya Tuhan masih berkenan atasnya. Maka, janin itu 
harus tetap dipelihara.

Saya pernah dengar kesaksian, seorang ibu mengalami kecelakaan saat 
kehamilannya 6 bulan dan mengalami pendarahan hebat. Menurut dokter, janin 
harus diaborsi karena jika pun lahir maka ia akan cacat. Namun, keluarganya 
tetap bertahan, tidak mau aborsi. Ternyata benar, bayi itu lahir selamat. 
Sekarang usianya sudah 14 tahun dan tumbuh menjadi gadis cantik yang cerdas dan 
berprestasi. Bayangkan, apa jadinya janin itu jadi diaborsi?

Kalau pun toh, lahir cacat, saya juga masih tetap yakin dan percaya, Tuhan 
telah menetapkan rancangan yang baik bagi hidup setiap orang. Termasuk si anak 
cacat itu. Di dalam kelemahannya, Tuhan pasti memberikan kekuatan. Masih ingat 
kan, He Ah Lee, pianis Korea bertangan cakar ayam itu? Ia penyandang sindroma 
down, IQnya dibawah 100. Kakinya cuma tumbuh separo. Jari di kedua tangannya 
cuma empat. Tapi lihat apa yang ia perbuat? Ia mampu memainkan nomor2 yang 
sulit. Yang orang normal aja keponthal2. Tapi, di tangan si pianis yang sering 
disebut orang idiot itu, nomor2 itu dilahapnya dg gampang. Pas datang ke 
Indonesia, si Addie MS gedhek2, saking kagumnya.

Atau Nick Vujivic, pria asal Australia yang kedua tangannya hanya sebatas 
lengan dan kedua kakinya hanya sepangkal paha. Tapi kini, pria ganteng itu jadi 
konsultan dan motivator hebat  yang keliling dunia. Semua hal yang bisa 
dilakukan orang normal, bisa dikerjakannya. Waktu liat VCDnya saya sampai 
mrebes mili.

Dari sharingnya saya ini hanya ingin bilang, kuasa Tuhan itu tak terbatas. Apa 
yang dipandang tak berharga oleh mata manusia, bisa Ia buat mulia.  Ya seperti 
He Ah Lee dan Nick itu tadi.  Dan, di balik kedua orang itu ada seorang IBU 
yang hebat. Yang tak henti2nya memotivasi anaknya; bahwa ia adalah mahluk 
berharga. Tuhan punya rencana buat hidupnya. Dan, jadilah hidup dua orang yang 
"tidak sempurna" itu kini benar2 berharga.

Maaf nih, kalau jadi berkepanjangan. Semoga tidak menambah bingung dan mumet 
Mbak Novia.

Salam 
Sari
Yang Pro-Life banget.....

----- Original Message ----
From: novia novia <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Wednesday, May 28, 2008 1:47:10  PM
Subject: [Ayahbunda-Online] help: salah mendukungkah saya?

hi bunda semuanya ..
semoga ada waktu untuk membaca postingan ini. saya berteman baik dengan 
salahsatu member milis ini dengan beremail ria dan terakhir telpon-telponan. 
kami merasa senasib sebab saat kehamilan muda mengalami perdarahan dan harus 
bedrest dan sebagainya. kemudian  belakangan, saya baru tahu bahwa teman kita 
ini tidak hanya perdarahan biasa. sekitar 2 bulan yang lalu malah tidak 
sadarkan diri dan dirawat di ICU selama beberapa hari. saya sempat 
bertanya-tanya dengan dokter. dengan terbatasnya data dari ceritanya, rupanya 
teman kita ini mengalami pre eklamsia. sehingga ada kemungkinan kehamilannya 
tidak bisa dipertahankan. sebab akan membahayakan ibunya. apalagi janinnya 
kecil juga sehingga dikhawatirkan tumbuh kembangnya tidak berjalan baik. teman 
kita ini akhirnya menceritakan kejadiannya dan ternyata dia sudah tahu 
kemungkinan aborsi. 
selama 2 bulan terakhir ini kelihatannya dia sehat-sehat saja. memang sering 
kram dan susah makan. tapi menurut saya ini wajar dialami ibu hamil. setiap 
kali kontak, saya mengingatkan untuk menjaga kesehatan, makan dan minum yang 
bergizi, banyak istirahat dan berdoa. kadangkala saya menangkap dia sangat 
berat dan tertekan menjalani kehamilannya. sebab ada masalah keluarga  yang 
membayangi. dan kelihatannya dia tidak berbagi masalah ini. jadi pasti sangat 
berat.
begitu berat sampai memicu perdarahan hebat lagi kemarin siang. menurutnya, 
baru saja bercerita ke milis tentang masalahnya. tapi sampai menit ini saya 
tidak nemu curhatannya di milis. malam hari dibawa ke rumah sakit akhirnya 
dokter menyarankan untuk aborsi. katanya siy, karena perdarahan ini berulang 
terus. kondisinya membahayakan ibu. dilihat via usg si bayi masih hidup dan 
bergerak aktif. dia sempat bertanya kepada saya. apakah bayinya merasakan 
kesedihan dan kemarahan dalam dirinya? saya menjawab, tentu saja bayi 
merasakan-mendengar semua yang diarasakan dan didengar ibunya. kesehatan metal 
ibu mempengaruhi kondisi emosional bayi dan tumbuh kembangnya. saya kasih tahu 
juga bahwa sebaiknya urusan lain selain kehamilan dan kesehatan bayi 
disingkirkan dulu. fokus saja pada kehamilan supaya kuat sehat dan nanti lancar 
saat melahirkan. banyak berda agar  bayinya juga tumbuh sehat dan kuat. yang 
dianjurkan dokter juga dijalankan. pokoknya, meski  terdengar sok tahu, saya
 mengingatkan dia pentingnya menjaga kesehatan dan kehamilannya. banyak sekali 
yang saya ceritakan termasuk bahwa kehamilan adalah anugerah yang layak 
disyukuri. tidak setiap perempuan bisa hamil dan menjadi ibu. jadi rawatlah 
baik-baik. dia bukan sekedar sesuatu yang hidup. anak adalah bagian dari 
dirimu. dia sepenuhnya bergantung padamu. 
pagi tadi saya baru tahu bahwa untuk menghindari kemungkinan aborsi, 
keluarganya membawanya ke pekalongan. jadi semalaman dia menempuh jalan darat 
dari jakarta dengan membawa perawat dari rumahsakit sambil diinfus dan 
ditransfusi. semalam sudah menghabiskan 2 kantong darah. sebab perdarahan tidak 
berhenti. dia sangat kesakitan. saya mengerti itu. saya pernah mengalaminya 
meski tidak sehebat itu. saya benar-benar kasihan.
menurut versi medis, memang sebaiknya diaborsi. demi mendengar bayinya masih 
hidup dan keluarganya berjuang membawanya jauh dari jakarta untuk memberikan  
kesempatan hidup untuk keduanya, saya juga mendukungnya untuk berusaha dulu. 
memberi kesempatan bagi keduanya. saya menganggap anak adalah anugerah dari 
Tuhan yang tentunya disertai kekuatan untuk menerimanya. saya pernah membaca 
ada seorang bunda yang koma 2 bulan selama kehamilan tapi karena semangat 
hidupnya yang kuat akhirnya dia sadar kembali dan melahirkan bayinya secara 
normal. lalu membaca in memoriam ancillo yang mengharukan. bagaimana sang 
dokter memberi semangat untuk memberi kesempatan hidup kepada bayi. dan 
bagaimana sang ibu menerima kesempatan untuk menimang bayinya meski hanya 
sebentar. 
tapi belakangan saya berpikir, bagaimana kalau dukungan saya ini jadi 
berlawanan dengan keputusan medis? bagaimana kalau dia berpegang pada kata-kata 
saya lalu melawan keputusan medis? rumah sakit yang di pekalongan ini, 
salahsatu dokternya adalah adik ayahnya. menurut beliau kalau mau masih bisa 
dipertahankan. itu sebabnya keluarganya bertekad  membawanya perjalanan jauh 
dengan kondisi yang mengkhawatirkan. 
saya juga berpesan padanya bahwa kalau Tuhan memang memberimu rezeki anak ini, 
maka akan ada keselamatan dan kemudahan menyertainya selama kamu juga 
menerimanya dengan sabar dan ikhlas. kalau pun Tuhan sekarang sedang mengujimu, 
mungkin lainkali Tuhan memberikan rezeki yang lain. bersabar dan banyak 
berdoalah. saya menyarankan untuk mengajak bayinya berkomunikasi. agar semua 
yang dijalani ini lebih mudah. menurut saya, bayi pun tidak sekedar hidup dalam 
tubuh bunda. dia juga berjuang untuk kehidupannya. nanti dia juga berjuang 
untuk mencari jalan saat kelahirannya. tapi dia tidak bisa sendirian.
salahkan apa yang saya katakan untuk teman kita ini? saya hanya bisa berharap 
dan berdoa agar dia dan bayinya diberi keselamatan dan kesehatan dan kekuatan. 
salam prihatin,
 







        
     
                                       

       

Kirim email ke