Apa itu cegukan?
Cegukan terjadi ketika diafragma, otot di dasar paru-paru mengalami kejang. 
Kekejangan itu menyebabkan pita suara menutup dengan cepat dan terdengarlah 
suara keras cegukan.
National Library of Medicine di Amerika Serikat mengatakan bahwa makanan pedas 
dan berbumbu serta asap tebal adalah pemicu cegukan. Pneumonia, radang selaput 
dada, atau kerusakan daerah tertentu di otak yang mengontrol pusat cegukan 
bertanggung jawab pada terjadinya cegukan.
Cara mudah menyembuhkan cegukan adalah menahan napas, minum segelas air dingin, 
atau makan sesendok gula.
Anda juga dapat mencoba menghentikannya dengan meletakkan kantong kertas di 
depan mulut dan mencoba bernapas dari kantong kertas itu selama beberapa menit.
Jarang terjadi cegukan lebih dari beberapa menit. Jika cegukan berlangsung 
selama beberapa hari, langkah yang bijak yakni berkonsultasi ke dokter.
[*/National Library of Medicine,USA]
Dokter Sehat
 

Cegukan, Gejala Aneka Jenis Penyakit????
Selasa, 13-11-2007 00:05:40 oleh: Ira Meida 
Kanal: Kesehatan 
 Semua orang bisa terkena cegukan. Dari bayi sampai orang tua. Walaupun 
cenderung dianggap sepele, ternyata cegukan ini merupakan gejala aneka jenis 
penyakit lho!!! Apalagi bila berlangsung dalam waktu lama. 


Cegukan atau hiccups adalah kontraksi tiba-tiba yang tak disengaja pada 
diafragma, dan umumnya terjadi berulang-ulang setiap menitnya. Udara yang 
tiba-tiba lewat ke dalam paru-paru menyebabkan glottis (ruang antara pita 
suara) menutup, serta menyebabkan terjadinya suara hik.


Ada 2 jenis cegukan, yaitu :



Cegukan yang bersifat ringan, yang hanya berlangsung selama 1 - 2 jam saja. 
Penyebab paling sering pada kategori ini karena adanya regangan pada lambung. 
Selain itu, juga karena perubahan cuaca mendadak (misalnya dari dingin ke panas 
atau sebaliknya), makan makanan yang terlalu panas atau dingin, meminum minuman 
beralkohol, merokok terlalu banyak, atau mengalami stres. Cegukan ini akan 
hilang dengan sendirinya ketika kita tidur. 
Cegukan yang bersifat tetap/permanen (persistance). Cegukan jenis ini biasanya 
terjadi terus-menerus, tak hanya berhari-hari tapi bisa berbulan-bulan. Cegukan 
jenis ini merupakan gejala adanya gangguan di otak (misalnya gejala tumor di 
batang otak), gejala stroke (pada penderita stroke sering timbul cegukan), 
infeksi di susunan saraf pusat (otak), adanya herpes di dada sehingga 
mengganggu saraf tepi, selain itu juga karena gangguan metabolik seperti pada 
penderita diabetes, atau penderita kelainan ginjal karena urenia. Juga karena 
gangguan elektrolit (kurang kalium), termasuk pengaruh obat-obatan seperti 
steroid atau obat tidur.

Untuk cegukan ringan, ada beberapa kiat yang bisa dipakai, antara lain :



Meminum air hangat 
Tarik dan buang nafas, kemudian tampung di dalam kantong atau kertas tertutup 
selama kurang lebih satu menit. Hidung dan mulut masuk ke dalam kantong 
tersebut. Maksudnya adalah untuk menahan dan meningkatkan CO2, sebab menurunnya 
jumlah CO2 dalam darah bisa menyebabkan cegukan. Setelah satu menit, Anda bisa 
beristirahat dan kemudian mengulangnya kembali. 
Tidur berbaring dengan kedua lutut ditekuk ke arah perut. Lakukan beberapa saat 
hingga cegukan hilang.
Pengobatan lain yang sering dilakukan adalah dengan menahan nafas atau menelan 
gula batu. Bisa juga minum air dingin sedikit demi sedikit dan mengeluarkannya 
dari sisi gelas yang salah. Semua itu dimaksudkan untuk mempengaruhi sistem 
saraf, sehingga menghentikan ritme cegukan.


Untuk cegukan yang sifatnya permanen, pasien dianjurkan untuk meminum 
Chlorpromazin dan Tegretol. Obat ini harus dengan resep dokter, lho!!! Meski 
ampuh, kedua obat ini ternyata juga memiliki efek samping, yaitu menyebabkan 
kantuk.


Bila cegukan tak juga hilang sampai bertahun-tahun, perlu dilakukan tindakan 
bedah, di mana saraf yang menuju diagfragma akan dipotong. 

Semoga bermanfaat… ^_^



Sumber: www.tabloidnova.com, id.wikipedia.org, www.pikiran-rakyat.com 


      

Kirim email ke