Dear mba ria
Mba , sy coba Bantu jawab ya.. Laparoscopy adalah tindakan memvisualisasikan secara langsung kondisi intra peritoneal. Yang dapat memberikan gambaran tentang kondisi organ2 dalam rongga perut bagian bawah seperti ovarium, rahim , dan tuba Falopii. Caranya dengan menggunakan alat bernama laparoskop, bentuknya seperti teleskop mini, ukurannya sekitar pulpen yg berukuran besar (balpoin), Namur berukuran panjang,bisa diatur ukurannya. Isi laparoskop adalah serat optik mini yg berisi kamera dan alat yg bisa digerakkan oleh remote. Cara nya adalah, ujung laparoskop ini berisi jarum yang menembus kulit perut dibawah pusar, lalu saat jarum masuk, dokter akan langsung memberikan gas melalui laparoskop tersebut sehingga ronngga perut akan terisi udara dan membuat laparoskop bisa digerak2kan dan kamera bisa jelas melihat organ2. Bayangin aja balon yg diisi kelereng2...bila ditambahkan udara, maka lebih banyak ruang dan kelereng2 tadi lebih jelas terlihat karena terpisah satu sama lain akibat volumenya didesak udara. Kalau tidak ada udara, rongga perut akan terisi cairan dan darah, sehinga kamera tidak jelas melihat . Laparoscopy adalah tindakan pembedahan diagnostik dan terapetik. Maksudnya, bahwa pembedahan yg dilakukan bisa dengan tujuan untuk mengetahui diagnosis lebih jelas, tetapi dalam beberapa kasus juga menjadi terapi. Menjadi diagnostik bila ingin melihat kondisi ovarium dan tuba Falopii, apakah ada perlengketan, dsb. Menjadi terapetik/ pengobatan bila perlengketan yg terlihat tadi langsung dipisahkan oleh dokter yg mengoperasi. Saya belum pernah mengalaminya mba. Tapi saya pernah membantu dan melihat prosesnya saat koas dulu. Sepertinya bagi pasien itu merupakan tindakan yang cukup aman. Dan memang setau saya biayanya juga lebih mahal. Info lebih lanjut mba bisa browsing atau konsultasi dgn dokternya. Berikut saya cantumkan salah satu referensinya. http://www.ivf.com/laprscpy.html Semoga membantu. Cheers, kennia
