Dear moms
saya mau tanya sekaligus berdiskusi...
kebetulan saya juga buka di blog saya
http://bunda2f.multiply.com/journal/item/103/Ortu_Berbeda_kebijakan?
replies_read=17

Topiknya Jika Ortu Berbeda Kebijakan

Kata mamaku dulu..ortu itu harus seiring sejalan...gak boleh berbeda
kebijakan..

Kalau ayah bilang A...ibu juga harus ikut bilang A...pokoknya ayah
ibu harus seiya sekata tentang anak-anaknya...

Hmm....setelah mengalami sendiri menjadi ortu...halah...ternyata
teori tidak semudah praktek ya....karena tidak mudah mengkondisikan
suami dan anak2...

Aku dan suami termasuk sering sulit seiya sekata tentang anak-
anak...walaupun bukan berarti kami selalu berbeda pendapat...

Kami sih sebenarnya cenderung berbeda style...karena saya cenderung
lebih ketat...tegas dan disiplin...sementara suami cenderung lebih
longgar dan kadang agak memanjakan..

Di satu sisi perbedaan gaya mengasuh ini mungkin ada bagusnya utk
keseimbangan jiwa anak2...supaya mereka tidak selalu tegang
menghadapi emaknya ini yg super ketat dan tegas...ada ayahnya yg
mengisi ketegangan2 itu dg suasana yg lebih santai dan
rileks..kadang cenderung memanjakan..

Tapi di sisi lain..perbedaan gaya mengasuh ini juga bisa jadi
bumerang dan bahaya buat anak2...karena bisa saja dimanfaatkan oleh
mereka...
   
  Kadang-kadang kalau sudah kepusingan menentukan harus bersikap bagaimana 
supaya ayah bundanya bisa seiya sekata...akhirnya ketika anak2 meminta pendapat 
dan menginginkan sesuatu...kami akhirnya sering saling lempar tanggung 
jawab..halah... maksudnya saling lempar pertanyaan...
   
  misalnya
  "bunda..Faldi mau beli ini boleh nggak"
   
  kadang2 aku dan suami memang sepakat tidak membolehkan..tapi kadang..kalo 
ragu..lempar2an deh...
   
  "tanya ayah aja"
  nanti kadang ayahnya yg balik lempar
  "tanya bunda aja deh"
   
  Hm...tidak mudah menyatukan dua kepala yg punya latar dan style yg berbeda..
   
  Buatku..anak umur 1-2 th menangis meraung-raung menginginkan sesuatu yg masuk 
list "tidak boleh" tidak akan aku ladeni...aku biarkan dia menangis 
meraung2...sambil tetap aku jelaskan alasan kenapa "tidak boleh"...dan aku 
tidak akan luluh hanya karena tangisannya..
   
  Tapi di lain sisi..suamiku sering "tidak tega"...nah..disini repotnya...kalo 
kejadian di rumah mertua...ternyata mertua juga sama dg suami...(pantaslah kalo 
suami begitu ya)...buntut2nya "sudahlah...kasih aja..daripada nangis!!!"
   
  Well..ini jelas tidak menyelesaikan masalah...berkali2 sampai aku 
katakan..itu hanya penyelesaian singkat yg maksudnya mau ambil gampangnya utk 
jangka pendek.. tapi nantinya akan merepotkan utk jangka panjang...dan aku tdk 
mau direpotkan utk jangka panjang!!
   
  Anak nangis..anak temper trantum ya wajar...memang begitulah mereka..karena 
belum bisa mengkomunikasikan dg baik apa maunya..tapi bukan dg memberikan apa 
yg dia mau akan menyelesaikan masalah...itu hanya penyelesaian sesaat...karena 
seterusnya kita akan terus "dihantui" oleh si anak...karena dia akan terus 
menggunakan "tangisan/raungan/amukan" untuk mendapatkan apa yg dimauinya...
   
  Olalala...kog jadi kesitu ceritanya..gak nyambung ya...maksudnya sih mo 
cerita..bagaimana aku dan suami sering berbeda pendapat ttg masalah ini...
   
  Kalo sudah begitu aku cuma akan bilang...
  "silahkan ladeni sendiri kalo nanti2 anaknya akan minta begitu terus"
   
  Tapi untunglah walaupun kami sering berbeda kebijakan tentang anak2..kami 
selalu berusaha untuk satu visi di depan anak2...paling2 kalo akhirnya kami 
berbeda pendapat...sebisa mungkin kami hanya melakukannya pd saat kami diskusi 
berdua saja...tidak di depan anak2..sebisa mungkin kami selalu berusaha 
menyamakan kebijakan..entah aku yg berusaha mendukung kebijakannya..atau dia yg 
mendukung kebijakanku...
   
  Jika dilain waktu kami merasa ada yg perlu dikoreksi...sebisa mungkin kami 
tidak mengoreksinya di depan anak2..tapi berdiskusi mencari penyelesaian 
berdua..mencari jalan terbaik...
  
Kalo teman2 sendiri gimana sih kalo lagi beda2 gitu..please share
dunkkk...

Maya Siswadi - Bunda 3f
http://bunda2f.multiply.com


       

Kirim email ke