halaaah...ternyata banyak yang senasib sama saya...hiks. sama kayak mba, 
mertua=suami, parahnya lagi, sekarang saya kerja full time, anak2 sama mertua 
deh. 
yang saya ngga suka adalah mertua suka pura2 manis, ngikutin aturan2 yng kita 
buat untuk anak2 kalo didepan kita doang, dibelakangnya mah suka2 
dia...repoooott.

Dona :)

--- On Fri, 6/20/08, Maya Siswadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Maya Siswadi <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [Ayahbunda-Online] Jika Ortu Berbeda Kebijakan
To: "ayahbunda online" <[email protected]>, "majalah 
parentsguide" <[EMAIL PROTECTED]>, "parenting indonesia" <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Friday, June 20, 2008, 6:08 AM










    
            Dear moms
saya mau tanya sekaligus berdiskusi.. .
kebetulan saya juga buka di blog saya
http://bunda2f. multiply. com/journal/ item/103/ Ortu_Berbeda_ kebijakan?
replies_read= 17

Topiknya Jika Ortu Berbeda Kebijakan

Kata mamaku dulu..ortu itu harus seiring sejalan...gak boleh berbeda
kebijakan..

Kalau ayah bilang A...ibu juga harus ikut bilang A...pokoknya ayah
ibu harus seiya sekata tentang anak-anaknya. ..

Hmm....setelah mengalami sendiri menjadi ortu...halah. ..ternyata
teori tidak semudah praktek ya....karena tidak mudah mengkondisikan
suami dan anak2...

Aku dan suami termasuk sering sulit seiya sekata tentang anak-
anak...walaupun bukan berarti kami selalu berbeda pendapat...

Kami sih sebenarnya cenderung berbeda style...karena saya cenderung
lebih ketat...tegas dan disiplin...sementar a
 suami cenderung lebih
longgar dan kadang agak memanjakan..

Di satu sisi perbedaan gaya mengasuh ini mungkin ada bagusnya utk
keseimbangan jiwa anak2...supaya mereka tidak selalu tegang
menghadapi emaknya ini yg super ketat dan tegas...ada ayahnya yg
mengisi ketegangan2 itu dg suasana yg lebih santai dan
rileks..kadang cenderung memanjakan..

Tapi di sisi lain..perbedaan gaya mengasuh ini juga bisa jadi
bumerang dan bahaya buat anak2...karena bisa saja dimanfaatkan oleh
mereka...     Kadang-kadang kalau sudah kepusingan menentukan harus bersikap 
bagaimana supaya ayah bundanya bisa seiya sekata...akhirnya ketika anak2 
meminta pendapat dan menginginkan sesuatu...kami akhirnya sering saling lempar 
tanggung jawab..halah. .. maksudnya saling lempar pertanyaan.. .     misalnya  
"bunda..Faldi mau beli ini boleh nggak"     kadang2 aku dan suami memang sepakat
 tidak membolehkan. .tapi kadang..kalo ragu..lempar2an deh...     "tanya ayah 
aja"  nanti kadang ayahnya yg balik lempar  "tanya bunda aja deh"     
Hm...tidak mudah menyatukan dua kepala yg punya latar dan style yg berbeda..    
 Buatku..anak umur 1-2 th menangis meraung-raung menginginkan sesuatu yg masuk 
list "tidak boleh" tidak akan aku ladeni...aku biarkan dia menangis 
meraung2...sambil tetap aku jelaskan alasan kenapa "tidak boleh"....dan aku 
tidak akan luluh hanya karena tangisannya. .     Tapi di lain sisi..suamiku 
sering "tidak tega"...nah. .disini repotnya...kalo kejadian di rumah 
mertua...ternyata mertua juga sama dg suami...(pantaslah kalo suami begitu 
ya)...buntut2nya "sudahlah... kasih aja..daripada nangis!!!"     Well..ini 
jelas tidak menyelesaikan masalah...berkali2 sampai aku katakan...itu hanya
 penyelesaian singkat yg maksudnya mau ambil gampangnya utk jangka pendek.. 
tapi nantinya akan merepotkan utk jangka panjang...dan aku tdk mau direpotkan 
utk jangka panjang!!     Anak nangis..anak temper trantum ya wajar...memang 
begitulah mereka..karena belum bisa mengkomunikasikan dg baik apa maunya..tapi 
bukan dg memberikan apa yg dia mau akan menyelesaikan masalah...itu hanya 
penyelesaian sesaat...karena seterusnya kita akan terus "dihantui" oleh si 
anak...karena dia akan terus menggunakan "tangisan/raungan/ amukan" untuk 
mendapatkan apa yg dimauinya...     Olalala...kog jadi kesitu ceritanya..gak 
nyambung ya...maksudnya sih mo cerita..bagaimana aku dan suami sering berbeda 
pendapat ttg masalah ini...     Kalo sudah begitu aku cuma akan bilang...  
"silahkan ladeni sendiri kalo nanti2 anaknya akan minta begitu terus"     Tapi 
untunglah walaupun kami
 sering berbeda kebijakan tentang anak2..kami selalu berusaha untuk satu visi 
di depan anak2...paling2 kalo akhirnya kami berbeda pendapat...sebisa mungkin 
kami hanya melakukannya pd saat kami diskusi berdua saja...tidak di depan 
anak2..sebisa mungkin kami selalu berusaha menyamakan kebijakan..entah aku yg 
berusaha mendukung kebijakannya. .atau dia yg mendukung kebijakanku.. ..     
Jika dilain waktu kami merasa ada yg perlu dikoreksi... sebisa mungkin kami 
tidak mengoreksinya di depan anak2..tapi berdiskusi mencari penyelesaian 
berdua..mencari jalan terbaik...  
Kalo teman2 sendiri gimana sih kalo lagi beda2 gitu..please share
dunkkk...

Maya Siswadi - Bunda 3f
http://bunda2f. multiply. com
 



      
      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke