dear mba nancy, pendapat itu lebih banyak mitosnya. kenapa saya bilang gitu? karena supply ASI itu sebenernya by demand. artinya kalo emang permintaan asinya banyak, otomatis produksi asi juga meningkat. selain itu, kunci utama pemberian ASI adalah PD alias percaya diri. mau makan sebanyak apapun, minum suplemen apapun, kalo kita nggak pede dan nggak yakin bisa mencukupi kebutuhan asi si baby, ya pasti berpengaruh sama produksi asinya. peningkatan produksi ASI itu kan didorong oleh hormon oksitosin, yg sebenernya bisa distimulir dengan kepedean dan kebahagiaan si ibu dalam menyusui bayinya. saya sering menyebut hormon ini dengan istilah Hormon Cinta :-)
memang untuk ibu bekerja, perlu memahami dan menerapkan manajemen laktasi dengan baik supaya bisa tetep menjaga produksi asi. caranya gimana? *pertama,* *penuhi kebutuhan makan dan minuman yg bergizi.* banyak minum akan sangat membantu :-) sayuran2 hijau yg dipercaya bisa menambah asi juga tidak ada salahnya dikonsumsi. (dulu saya tiba-tiba saja hampir setiap hari makan lalapan daun singkong, daun pepaya, pepaya muda, kacang2an. Sangat membantu, dr yg tadinya asi sedikit banget -awal2 mulai meres cuma dpt 20-50ml, sampe akhirnya bisa dapet 300-500ml tiap meres) *kedua,** konsisten dalam memerah asi.* cara paling mudah untuk menjaga agar bayi tidak kekuarangan minum ya memang dengan mulai memerah sejak cuti. pengalaman saya dulu, sejak babyku faiz usianya 1 bln, aku mulai memerah asi setiap kali dia menyusu. apalgi kan saat itu biasanya produksi masih berlimpah, dan seringkali saat kita sedang menyusui, suka merembes asi dari payudara yg sebelahnya. daripada sayang2 kebuang, mending ditampung sambil diperes toh? nah, begitu mulai kerja, kan kita udah cukup aman dengan stok asip di rumah (stok asipku selama 2bln pertama memerah dulu bisa mencapai 50an botol, itupun sempet aku stop krn freezer dah kepenuhan). selama di kantor, usahakan tiap 2-3 jam sekali memeras secara konsisten. kenapa? karena tubuh akan "membaca" bahwa ada demand, sehingga begitu selesai dikeluarkan, payudara akan mengisi kembali. hitungan 2-3jam sekali ini didasarkan pada kebiasaan rata-rata bayi menyusu. yg penting, jangan tunggu sampai payudara penuh baru diperes. kenapa? karena lama2 tubuh akan berkurang "kesensitifitasannya" untuk mendeteksi demand asi. saya pernah mengalami ini, akibat mulai tidak konsisten dalam memerah, lama-lama produksi asi saya menurun. sampai akhirnya harus dibantu dengan donor asi. *ketiga, kuasai manajemen laktasi*. kalo sempet, banyak2 browsing ttg manajemen laktasi, bahkan kalau perlu gabung di supporting group asi. bisa di milis, ikut kelas laktasi, dll. saya pribadi sering "memanfaatkan" grup2 seperti ini untuk curhat, konsultasi atau sekedar sharing segala hal ttg masalah laktasi yg saya alami. sekedar info saja, saya bahkan mendapatkan donor asi dari member milis yg saya ikuti. *keempat, **high confidence. *ini dia nih rumus utamanya. usaha yg kayak gimanapun yg kita lakukan untuk memperbanyak asi, kalo masih diselipi keraguan, kurang pede, apalagi ketakutan kita tidak bisa memenuhi kebutuhan asi, sooner or later produksi asi bisa turun bahkan macet. Fyi, stress juga bisa memicu turunya produksi asi. pernah dulu pas saya lgi hectic dgn kerjaan sampe stress, langsung asi drop. tambah dipikirin tambah stress, tambah drop pula produksi asi. makanya, tiap kali mau meres, saya berusaha menenangkan pikiran sambil memijat payudara. bisa dengan ngeliatin foto baby kita, ngebayangin dia atau cara2 lain yg bisa bikin kita rileks. *kelima, *hmm, apalagi ya? ini sih resep saya pribadi. komitmen. buat saya ini sangat penting. krn dari awal saya niat untuk ngasih asi eksklusif sampai 6 bulan dan tetap full asi sampai 1th, saya berusaha keras untuk memenuhi komitmen itu. buang jauh2 pikiran untuk beralih atau sekedar menyetok sufor di rumah. karena dengan adanya stok sufor, kita bisa mudah tergoda disaat produksi asi menurun, ato lagi jenuh memerah. jenuh memerah? ya, ini mungkin saja terjadi. saya dulu kadang2 dilanda perasaan jenuh ini. apalagi kalo kerjaan kantor lagi banyak. tp tiap kali jenuh datang, saya ingatkan lagi diri saya bahwa ini demi anak saya. bahwa saya commit untuk ngasih yg terbaik buat dia.. kalo dah inget anak gitu, balik lagi deh semangatnya.. saya malah suka berfikir, minimal satu tahun. hanya sampai satu tahun saja kok. setelah itu saya bisa lebih santai dlm menyusui anak saya krn setelah satu tahun susu tidak lagi jadi kebutuhan utama bayi. dah gitu juga sudah bisa dibantu dg susu UHT :-) mungkin itu aja mba sharing saya. maaf kalau kepenjangan. maaf juga kalau tidak berkenan.. -- Regards, H U R R I Y A H Pusat Kajian Politik FISIP UI (Center for Political Studies) Gedung C, Lt.3 Kampus FISIP UI Depok, Jawa Barat 16424 Ph. 62-21-786 5879 Fx. 62-21-788 87063
