Mba Novia, Alhamdulillah.....aku ikut merasa bersyukur atas kesembuhan Mba, 
Okta dan suami, mdh2an Okta bisa kembali sehat dan ceria seperti sedia kala. 
Mudah2an juga Allah akan selalu menjaga kita dan seluruh keluarga kita, 
amiiin.....

Thanks,
Ritta

  ----- Original Message ----- 
  From: novia novia 
  To: [email protected] 
  Cc: [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] 
  Sent: Tuesday, July 01, 2008 3:24 PM
  Subject: [Ayahbunda-Online] terima kasih doanya u/okta & terapi asap u/batuk 
pilek.


        Alhamdulillah, Allah Yang Maha Pengasih masih memberi kesempatan kepada 
kami berdua untuk menjadi orangtua dengan memberikan kesembuhan untuk okta. 
Panas batuk pilek, ditambah kondisi fisik yang tidak oke, tidak cocok obat, 
alergi dengan obat nyamuk listrik, okta tidak bisa pup hampir 10 hari, dan 
sebagainya menjadikan 2 minggu terakhir bulan Juni 2008 ini terasa sangat 
panjang.

        ada satu malam saat okta badannya sangat panas begitu juga badan saya, 
saya berbisik : ya Allah, kalau aku hanya diberi kesempatan mengasuh sampai 
disini saja, aku terima demi kebaikan okta-anakku. aku sadari kekurangan dan 
kelemahanku selama menjadi ibu untuk okta.

        mama saya datang keroyo-royo naik bus malam dari solo setelah seminggu 
sakitnya kami serumah. bukan main leganya hati saya. saya percaya Allah akan 
menolong kami semua melalui tangan mama. okta juga mengerti kehadiran eyang 
putrinya. dengan terbata-bata dan bahasanya, okta berusaha menjelaskan apa yang 
dia rasakan. mama saya tidak kuasa menahan air mata. mama saya pulang dengan 
bus malam lagi setelah okta melepasnya pulang. eyang pulang dulu ya? okta kan 
sudah sembuh. tinggal makan yang banyak. badannya biar berisi lagi. waktu 
dipamitin pertama  -mama sudah 2 hari dirumah- okta memalingkan muka. setelah 4 
hari dijagain, akhirnya okta mengulurkan tangannya. tersenyum melepas eyangnya 
pulang. 

        saya dan okta jadi lama sembuh karena obat yang diberikan ada yang 
tidak cocok. saya ada beberapa malam yang blass tidak bisa tidur dan jantung 
serasa lepas. okta sendiri belum pernah sakit  dan minum obat. akibatnya sakit 
kemarin seperti percobaan minum obat.

        okta sudah mulai baik. sudah kuat jalan dan maen  sedikit didalam 
rumah. kemarin batuknya persis senapan mesin. sekarang hanya sesekali batuk. 
sudah berminat makan. badannya tinggal kulit pembalut tulang. sedih sekali saya 
melihat anak saya.

        karena obat tidak cocok saya juga berusaha treatment dirumah dengan air 
panas ditetesi minyak kayu putih. tapi saat kondisi kami bertiga sangat buruk 
sehingga treatment itu berhenti dengan sendirinya. tidak ada yang kuat bangun, 
ke dapur, merebus air, dan sebagainya. lalu suami dan saya ke dokter untuk 
terapi inhalasi. setelah sekian hari batuk sampai dada dan perut terasa pecah, 
terapi itu sangat membantu. mengurangi sesak dan mengeluarkan dahak. 

        sayang sekali okta tidak ikut diterapi. semua yang berbau dokter dan 
obat meninggalkan pengalaman yang sangat traumatis untuk okta. bahkan setelah 
mulai sembuh, ada 3 malam okta yang selalu terbangun tengah malam menangis 
menjerit-jerit ketakutan. eyang kakungnya saya bangunkan per telepon untuk 
mendengarkan tangisannya. lalu katanya, dia ketakutan. anak tidak pernah sakit. 
tidak pernah dikasar. lalu selama hampir dua minggu dirudapeksa untuk minum 
obat demi kesembuhannya.

        setelah mulai tenang, saya ajak bicara okta. bahwa papa mama juga 
dengan terpaksa memberi obat dengan cara begitu. sebab okta sakit. sekarang 
okta sudah sembuh. kalau sudah sembuh tidak perlu minum obat lagi. tapi harus 
mau makan dan minum yang banyak. saya berusaha menjelaskan selembut mungkin. 
akhirnya okta terlelap lagi menjelang dini hari.

        sekarang ritme okta sudah seperti dulu. tidur siang, tidur malam, 
mandi, makan meski masih sangat sedikit, bermain, dan sebagainya. tentunya 
perlu waktu untuk memulihkan keadaan okta kembali sebelum sakit. tetapi dengan 
awal ini kami berdua berusaha sebaik-baiknya. baru sekarang saya benar-benar 
merasa menjadi ibu. dan betapa saya ternyata masih membutuhkan ibu saya. kasih 
ibu sepanjang jalan ..

        saya dan suami sangat berterima kasih dengan doa dan dukungan dari 
bunda semua terutama mbak putri di cirebon (saya sekarang sangat bisa merasakan 
apa yang mbak putri rasakan ketika nazmi berpulang), mbak sari di yogya, mbak 
diyan, mbak susi, mbak nika, mbak yusri, mbak mira dan tak lupa tentunya tante 
vero yang rajin ngomporin untuk tetap semangat sembuh.

        semoga di hari-hari selanjutnya kami berdua diberikan kekuatan, 
keikhlasan, kesabaran dan banyak ilmu dalam mengasuh dan membesarkan okta. 
dengan dukungan dan doa dari semua bunda milis ini tentunya. salam sehat 
semangat untuk putra-putrinya.

        dari okta-novia-julian di cilegon.
       



   


------------------------------------------------------------------------------


  No virus found in this incoming message.
  Checked by AVG. 
  Version: 7.5.524 / Virus Database: 270.4.3/1525 - Release Date: 6/29/2008 
3:09 PM

Kirim email ke