hi Mbak,
selamatya tuk kesembuhannya. semoga keluarganya semua semakin sehat selalu,
terutama Okta . semoga mbak dan keluarga menjadi inspirasi buat kita2 tuk slalu
take care, yg namanya kesehatan.
maaf ya baru baca email mbak, baru tau sakit. wah, ternyata mpe sekeluarga
sakit. sungguh berat pasti. sakit anak aja rasanya gimana. nih mpe semua.
waduh.duh. luar biasa.
tapi, sudahlah. sekarang sudah sembuhkan? selamat beraktifitas kembali dan
cerita2 dan share dr mbak buat kita2 slalu ditunggu ya
semangat terus....
salam tuk okta
Warm Regards,
Ocy (Mama Agnes)
Hp. 081933404897
www.bisnismamanciho.multiply.com
----- Original Message ----
From: novia novia <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Cc: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
Sent: Tuesday, July 1, 2008 3:24:22 PM
Subject: [Ayahbunda-Online] terima kasih doanya u/okta & terapi asap u/batuk
pilek.
Alhamdulillah, Allah Yang Maha Pengasih masih memberi kesempatan kepada kami
berdua untuk menjadi orangtua dengan memberikan kesembuhan untuk okta. Panas
batuk pilek, ditambah kondisi fisik yang tidak oke, tidak cocok obat, alergi
dengan obat nyamuk listrik, okta tidak bisa pup hampir 10 hari, dan sebagainya
menjadikan 2 minggu terakhir bulan Juni 2008 ini terasa sangat panjang.
ada satu malam saat okta badannya sangat panas begitu juga badan saya, saya
berbisik : ya Allah, kalau aku hanya diberi kesempatan mengasuh sampai disini
saja, aku terima demi kebaikan okta-anakku. aku sadari kekurangan dan
kelemahanku selama menjadi ibu untuk okta.
mama saya datang keroyo-royo naik bus malam dari solo setelah seminggu sakitnya
kami serumah. bukan main leganya hati saya. saya percaya Allah akan menolong
kami semua melalui tangan mama. okta juga mengerti kehadiran eyang putrinya.
dengan terbata-bata dan bahasanya, okta berusaha menjelaskan apa yang dia
rasakan. mama saya tidak kuasa menahan air mata. mama saya pulang dengan bus
malam lagi setelah okta melepasnya pulang. eyang pulang dulu ya? okta kan sudah
sembuh. tinggal makan yang banyak. badannya biar berisi lagi. waktu dipamitin
pertama -mama sudah 2 hari dirumah- okta memalingkan muka. setelah 4 hari
dijagain, akhirnya okta mengulurkan tangannya. tersenyum melepas eyangnya
pulang.
saya dan okta jadi lama sembuh karena obat yang diberikan ada yang tidak cocok.
saya ada beberapa malam yang blass tidak bisa tidur dan jantung serasa lepas.
okta sendiri belum pernah sakit dan minum obat. akibatnya sakit kemarin
seperti percobaan minum obat.
okta sudah mulai baik. sudah kuat jalan dan maen sedikit didalam rumah.
kemarin batuknya persis senapan mesin. sekarang hanya sesekali batuk. sudah
berminat makan. badannya tinggal kulit pembalut tulang. sedih sekali saya
melihat anak saya.
karena obat tidak cocok saya juga berusaha treatment dirumah dengan air panas
ditetesi minyak kayu putih. tapi saat kondisi kami bertiga sangat buruk
sehingga treatment itu berhenti dengan sendirinya. tidak ada yang kuat bangun,
ke dapur, merebus air, dan sebagainya. lalu suami dan saya ke dokter untuk
terapi inhalasi. setelah sekian hari batuk sampai dada dan perut terasa pecah,
terapi itu sangat membantu. mengurangi sesak dan mengeluarkan dahak.
sayang sekali okta tidak ikut diterapi. semua yang berbau dokter dan obat
meninggalkan pengalaman yang sangat traumatis untuk okta. bahkan setelah mulai
sembuh, ada 3 malam okta yang selalu terbangun tengah malam menangis
menjerit-jerit ketakutan. eyang kakungnya saya bangunkan per telepon untuk
mendengarkan tangisannya. lalu katanya, dia ketakutan. anak tidak pernah sakit.
tidak pernah dikasar. lalu selama hampir dua minggu dirudapeksa untuk minum
obat demi kesembuhannya.
setelah mulai tenang, saya ajak bicara okta. bahwa papa mama juga dengan
terpaksa memberi obat dengan cara begitu. sebab okta sakit. sekarang okta sudah
sembuh. kalau sudah sembuh tidak perlu minum obat lagi. tapi harus mau makan
dan minum yang banyak. saya berusaha menjelaskan selembut mungkin. akhirnya
okta terlelap lagi menjelang dini hari.
sekarang ritme okta sudah seperti dulu. tidur siang, tidur malam, mandi, makan
meski masih sangat sedikit, bermain, dan sebagainya. tentunya perlu waktu untuk
memulihkan keadaan okta kembali sebelum sakit. tetapi dengan awal ini kami
berdua berusaha sebaik-baiknya. baru sekarang saya benar-benar merasa menjadi
ibu. dan betapa saya ternyata masih membutuhkan ibu saya. kasih ibu sepanjang
jalan ..
saya dan suami sangat berterima kasih dengan doa dan dukungan dari bunda semua
terutama mbak putri di cirebon (saya sekarang sangat bisa merasakan apa yang
mbak putri rasakan ketika nazmi berpulang), mbak sari di yogya, mbak diyan,
mbak susi, mbak nika, mbak yusri, mbak mira dan tak lupa tentunya tante vero
yang rajin ngomporin untuk tetap semangat sembuh.
semoga di hari-hari selanjutnya kami berdua diberikan kekuatan, keikhlasan,
kesabaran dan banyak ilmu dalam mengasuh dan membesarkan okta. dengan dukungan
dan doa dari semua bunda milis ini tentunya. salam sehat semangat untuk
putra-putrinya.
dari okta-novia-julian di cilegon.